Minggu 16 Juni 2019, 08:15 WIB

Usulan KLB Demokrat Ditentang

Media Indonesia | Politik dan Hukum
Usulan KLB Demokrat Ditentang

MI/Susanto
Anggota Dewan Pembina Demokrat Achmad Mubarok

 

SEJUMLAH elite di Partai Demokrat menyatakan ketidaksetujuannya terhadap usulan penyelenggaraan kongres luar biasa (KLB) untuk regenerasi kepemimpinan. Namun demikian, mereka mengakui adanya situasi memprihatinkan dalam tubuh partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pascapengumuman hasil Pemilu Legislatif 2019. "Sebenarnya tidak ada desakan untuk KLB. Namun, ini bentuk keprihatinan kami sebagai senior Demokrat atas kondisi internal partai," kata anggota Dewan Pembina Demokrat, Achmad Mubarok, di Jakarta, kemarin.

Hal itu dikatakannya menanggapi pernyataan sejumlah pendiri dan tokoh senior Partai Demokrat yang tergabung dalam Presidium Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD) yang meminta regenerasi kepemimpinan. Salah satu inisiator, Max Sopacua, menginginkan kongres luar biasa. "KLB kita tidak susah-susah, Pak SBY tinggal minta AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) untuk memimpin partai ini," kata Max.

Lebih lanjut Mubarok mengatakan keprihatinan itu terutama berkaitan dengan menurunnya perolehan suara Demokrat di tiap pemilu, misalnya di Pemilu 2014 memperoleh 10,9% lalu turun menjadi 7,7% di Pemilu 2019. Setelah dianalisis, kondisi itu disebabkan Demokrat telah menyimpang dari fitrah awal partai, yaitu sebagai partai nasionalis terbuka, ideologi nasionalis religius, politik yang dijalankan cerdas, bersih, dan santun. "Demokrat sering menyimpang dari kesantunan dengan menggunakan bahasa kasar, terkadang tidak cerdas. Karena itu, kami ingin kembali fitrah Demokrat sehingga menjadi partai terbuka, nasionalis, religius, berpolitik cerdas, dan santun," ujarnya.   

Mubarok juga mengkritisi internal Demokrat, yakni banyak kader yang baru masuk lalu banyak bersuara mengatasnamakan parpol, misalnya Demokrat ingin keluar dari koalisi. Padahal, keluar ataupun masuk koalisi ditentukan dalam mekanisme internal. "Segelintir kader ternyata tidak paham marwah partai," ungkapnya.

Penolakan KLB juga diungkapkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta yang mengatakan bahwa usulan itu sangat tidak berdasar. "Kami berpandangan tidak ada sesuatu kegentingan yang memaksa Partai Demokrat harus melakukan KLB. Saat ini Demokrat di bawah kepemimpinan SBY masih berada di jalur yang tepat," kata Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta, Santoso. (Ant/Medcom/P-4)

Baca Juga

Antara

Berkat Kinerjanya, Erick Thohir Masuk Empat Besar Cawapres

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 07:52 WIB
Meningkatnya elektabilitas Erick Tohor sebagai cawapres diapresiasi Leo Agustino, pengamat politik Universitas Sultan Ageng...
DOK MI

KPU Wajib Cermati Hal Teknis

👤Putra Ananda 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:45 WIB
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) diminta mencermati hal teknis terkait penyelenggaraan tahapan Pemilu 2024...
MI/Susanto

Kejagung Periksa Pejabat Pemkab Serang Usut Rasuah Waskita Beton

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:12 WIB
Salah satu pejabat yang diperiksa berinisial TEMS selaku Sekretaris Daerah Pemkab Serang. Dua saksi lainnya berinisial HS dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya