Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREBUTAN kursi pimpinan MPR, DPR, dan DPD bakal menjadi tawar-menawar politik yang mengawali masa kerja anggota legislatif periode 2019-2024. Setelah ketua DPR diplot menjadi jatah PDIP sebagai pemenang pemilu legislatif, kini kursi pimpinan MPR dan DPD menjadi incaran sejumlah parpol.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Misbakhun, menyatakan dalam pembagian kursi pimpinan di parlemen, Golar sebagai runner up pantas untuk menduduki kursi pimpinan MPR. "Kalau kursi pimpinan DPR menjadi jatah pemenang pemilu, selayaknya kursi pimpinan MPR untuk parpol urutan kedua," kata Misbakhun di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.
Dirinya menyadari sebelumnya ada keinginan dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk mendapatkan kursi ketua MPR. Keinginan tersebut wajar, tetapi sebagaimana pernyataan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto bahwa sepantasnya Golkar-lah yang menduduki kursi MPR.
"Kami memahami bahwa sistem paket itu harus bersama-sama dengan partai lain membangun koalisi di DPR yang kemudian membangun koalisi di MPR. Tentunya dengan harapan, bergabungnya Cak Imin dalam paket yang ketua MPR-nya ialah Golkar. Harapannya akan menjadi paket yang didukung semua partai," jelasnya.
Misbakhun pun berharap dalam paket yang ditawarkan nanti hendaknya ditentukan secara musyawarah mufakat, mengingat hal tersebut merupakan ciri dari MPR. Namun, pihaknya juga tidak menutup cans untuk suara terbanyak. Untuk itu, Golkar tentu harus berhitung secara matang.
"Jabatan ketua MPR itu jabatan yang simbolis. Di dalam ketatanegaraan kita, ketua MPR memiliki peran strategis."
Namun demikian, pihaknya menyadari proses masih panjang mengingat saat ini belum ada pengumuman resmi dari KPU dan belum ada pengangkatan anggota parlemen. Oleh sebab itu, ia pun belum mengetahui siapa calon yang akan menduduki jabatan tersebut.
Akhiri koalisi
Di sisi lain, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan memastikan pihaknya akan mengakhiri koalisi dengan kubu Prabowo-Sandi setelah penetapan hasil Pemilu 2019, 22 Mei mendatang. Selama ini pihaknya selalu mendukung Badan Pemenangan Nasional (BPN) karena terikat etika politik dalam koalisi Adil dan Makmur.
"Iya (koalisi berakhir). Kan bukan koalisi sampai mati, toh. Koalisi parpol untuk capres. Nah, capres itu habis batas waktunya 22 Mei. Nah, peluit terakhir ditiupkan wasit, dalam hal ini KPU itu nanti tanggal 22. Kalau sudah ditiup peluit pertandingan berakhir, ya berakhir," ujarnya di Gedung KPU, Jakarta, kemarin.
Ia kemudian mengibaratkan dukungan koalisi seperti main bola. Menyentuh garis finis ialah kewajiban bagi setiap pemain. Garis finis yang dimaksud ialah hingga KPU menetapkan pemenang Pemilu 2019.
"Jadi gini, medali emas itu adalah cita-cita yang harus Anda perjuangkan. Bagi Demokrat, menyentuh garis finis koalisi harus kami tuntaskan dengan konsisten sampai 22 Mei."
Sementara itu, perihal mundurnya Direktur Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean sebagai juru bicara BPN, Hinca tidak mempermasalahkannya.
"Enggak masalah. Saya kira sikap dia harus dihormati. Di Demokrat kami hormati yang seperti itu. Statement Ferdinand, saya bisa rasakan sebagai bentuk protes. Saya juga ikut protes. Setuju saya dengan Ferdinand untuk jangan pernah mem-bully Ibu Ani yang sedang sakit," tegas Hinca.
Dia juga merasa apa yang disampaikan para buzzer di media sosial sangat kelewatan. Namun, ia memastikan statement yang dilontarkan Ferdinand tersebut berdasarkan alasan pribadi, bukan atas nama partai. (Ins/P-3)
Selain RUU Daerah Kepulauan, dalam Sidang Paripurna menjelang masa reses tersebut, DPD RI juga menyoroti progres RUU Pemerintahan Aceh.
DPD RI juga mendesak percepatan pembahasan RUU Daerah Kepulauan untuk memperkuat karakter Indonesia sebagai negara maritim.
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya siswa SD di Ngada, NTT.
DEWAN Perwakilan Daerah (DPD RI) menyatakan telah menginventarisasi berbagai persoalan terkait aktivitas perusahaan yang berdampak pada kerusakan lingkungan di sejumlah daerah.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
KONSISTENSI Ketua Komite II DPD Badikenita B.R. Sitepu, dalam memperjuangkan nasib petani mendapatkan pengakuan tertinggi negara.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Insiden penembakan ini merenggut nyawa pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, mendorong penyusunan roadmap nasional Logam Tanah Jarang (LTJ) yang terintegrasi.
Kebijakan penghapusan tunggakan iuran bagi peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) yang nonaktif dan terbukti tidak mampu berpotensi rumit bahkan membebani rakyat miskin.
Polemik penunjukan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) kian menegaskan pentingnya batas kewenangan antarlembaga negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved