Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga (BPN), Andre Rosiade, mengatakan, Aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat yang rencananya digelar di Badan Pengawas Pemilu dan Komisi Pemilihan Umum pada 22 Mei mendatang bukan mengatasnamakan BPN Prabowo-Sandi.
Ia juga membantah aksi tersebut bagian dari rencana BPN Prabowo-Sandi dalam menyikapi hasil rekapitulasi resmi Pemilu Presiden dari KPU.
"Itu kan kedaulatan rakyat, jadi dari rakyat, lah. Kalau dari BPN, BPN dong di judulnya. Tapi, ini gerakan kedaulatan rakyat, ya, kan?" kata Andre, ketika dihubungi, Minggu (19/5).
Meski dalam gerakan tersebut diinisiasi oleh tokoh pendukung Prabowo-Sandi yang juga ada di pengurus BPN, seperti Amien Rais, Rizal Ramli, dan Titiek Soeharto, tetapi Andre menegaskan hal tersebut berada dalam ranah yang berbeda dan di luar tanggung jawab BPN.
"Memang dalam aksi tersebut juga ada tokoh pendukung Prabowo-Sandi, tapi itu kita serahkan kembali ke teman-teman Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat," kata Andre.
Baca juga: Jokowi Soal 22 Mei: Sudahlah Jangan Aneh-Aneh
Andre menegaskan, meski di luar tanggung jawab BPN, pihaknya tetap mengimbau pendukung Prabowo-Sandi menyuarakan pendapat berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku. Ia juga mengharapkan aksi besok dapat berjalan dengan kondusif dan damai.
"Yang jelas kami mengimbau kepada rakyat untuk tetap damai, tetap konstitusional. Demonstrasi itu hak konstitusi, dilindungi undang undang, tapi demonya harus damai, kondusif," kata Andre.
Andre menegaskan pihaknya hingga saat ini berfokus menyelesaikan laporan kecurangan di Bawaslu.
Sebelumnya, Amien Rais mengganti istilah people power yang selama ini digunakan untuk memprotes kecurangan Pemilu 2019. Amien Rais memutuskan mengubah istilah tersebut menjadi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang dideklarasikan di Rumah Perjuangan Rakyat, Jakarta Pusat, Jumat (17/5) kemarin.
Koordinator GNKR Jumhur Hidayat mengatakan menggelar aksi di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Jakara Pusat. Aksi bakal digelar pada 21-22 Mei mendatang. (OL-1)
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Taufan menyoroti persoalan ambang batas parlemen yang menurutnya menjadi isu penting dan membutuhkan kajian panjang serta komprehensif agar dapat ditentukan metode yang paling tepat.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
Perludem menilai efisiensi anggaran seharusnya ditempuh melalui digitalisasi pemilu, penyederhanaan tahapan, serta rasionalisasi badan ad hoc.
KIP Pusat menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki waktu 14 hari untuk banding terkait putusan sengketa informasi soal ijazah Jokowi.
KPU diminta menyerahkan salinan ijazah Jokowike pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi. Keputusan itu setelah Komisi Pemilihan Umum atau KIP Pusat mengabulkan sengketa informasi
Surat dari DPP PDIP dibutuhkan untuk menyelesaikan perbedaan tafsir terkait penetapan caleg yang sudah meninggal pada Pamilu 2019. Dia juga menjelaskan surat balasan dari MA.
Yasonna keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 16.45 WIB. Jalur pulang dia berbeda dengan saksi lainnya.
Sidang akan digelar pada hari Senin (24/2) pukul 13.30 WIB di Kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan.
Selain itu, Jokowi mengatakan, NasDem selalu konsisten mendukung dirinya saat bersama Jusuf Kalla maupun kini dengan KH Ma'ruf Amin.
Revisi UU Pemilu perlu disegerakan agar penyelenggara pemilu mempunyai waktu yang cukup dalam melakukan proses sosialisasi dan tahapan Pemilu 2024.
Peserta sekolah legislatif akan mendapatkan berbagai materi pelajaran tentang kedewanan sebanyak 40%, kepartaian 30%, dan pembangunan karakter 30%
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved