Jokowi Soal 22 Mei: Sudahlah Jangan Aneh-Aneh

Penulis: Putra Ananda Pada: Minggu, 19 Mei 2019, 19:35 WIB Politik dan Hukum
Jokowi Soal 22 Mei: Sudahlah Jangan Aneh-Aneh

ANTARA
Presiden RI, Joko Widodo

CALON Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak bisa menghormati proses demokrasi yang telah selesai dilaksanakan melalui Pemilihan Umum 17 April lalu.

Jokowi pun meminta kepada pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilu agar bisa menyampaikannya sesuai dengan aturan konstitusional yang berlaku.

"Kalau ada kecurangan laporkan ke Bawaslu, kalau mau sengketa bisa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ini kan mekanisme menurut konstitusi, mekanisme sesuai UU yang sudah disepakati bersama oleh semua fraksi partai di DPR, jadi sudah jangan aneh-aneh," papar Jokowi usai menghadiri acara buka bersama dengan Partai Golkar di Jakarta, Minggu (19/5).

Jokowi melanjutkan, hasil Pemilu yang telah selesai dilaksanakan sepenuhnya merupakan kehendak rakyat. Hasil Pemilu tersebut nantinya hanya bisa ditetapkan oleh penyelenggara Pemilu dalam hal ini ialah KPU.


Baca juga: Zulkifli Ucapkan Selamat Kemenangan kepada Jokowi-Amin


"Kita sudah menyelnggarakan Pemilihan sevara langsung bukan sekali dua kali. Prosesnya itu sudah sangat jelas. kita kan sudah buat fondasi dalam berdemokrasi ya harus diikuti," paparnya.

Sebagai bagian dari rekonsiliasi nasional pasa Pemilu, Jokowi juga sudah mengirim utusan untuk menemui capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Namun belakangan usulan tersebut ditolak oleh kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN). Ketika ditanya apakah akan berencana kembali bertemu dengan Prabowo, Jokowi mengaku saat ini dia belum memikirkan hal tersebut.

"Kan saya sudah sampaikan sejak awal dulu. masa saya sampaikan bolak balik. sudah saya sampaikan yang dulu itu, ya sudah," pungkasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More