Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno merespons pernyataan setan gundul yang dilontarkan Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief. Sandi meminta Arief bicara gamblang mengenai hal itu.
"Sekarang nih waktunya kita bahasa terang, jangan pakai bahasa abu-abu dan gelap bersayap seperti ini," kata Sandi di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/5).
Menurut Sandi, pernyataan-pernyataan Andi Arief tidak seharusnya diungkapkan dengan idiom. Sebab istilah seperti itu membuat persepsi orang makin liar.
"Menurut saya sebut nama saja jadi enggak usah menebak-nebak, sehingga enggak menambah kekisruhan di politik kita," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.
Ia melihat, saat ini banyak spekulasi berkembang terkait sebutan 'setan gundul'. Sementara Andi Arief tidak kunjung mengklarifikasi, sehingga isu ini dipandang Sandi seperti bola liar.
Baca juga: TKN Dukung Bawaslu Sidik Form C1 yang Diamankan di Menteng
Sebelumnya, politikus Demokrat Andi Arief kembali menyinggung situasi koalisi di kubu pasangan calon nomor urut 02. Kali ini, Andi menyebut istilah 'banyak setan gundul' di dalam koalisi Prabowo-Sandi.
Andi mulanya mengatakan, dalam koalisi Adil dan Makmur hanya ada Partai Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, dan Berkarya. Namun, dalam perjalanannya muncul elemen yang dinamai Andi sebagai 'setan gundul' di dalam koalisi.
"Dalam perjalanannya muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi, dan celakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul memasok kesesatan menang 62%," kata Andi melalui akun twitternya @Andiarief, Senin siang.
Andi tidak menyebut jelas istilah siapa yang dimaksud dengan 'setan gundul' dalam koalisi Prabowo-Sandi. Yang jelas, kata Andi, kelompok ini telah menyesatkan Prabowo dengan menyebut telah menang 62% di Pemilihan Umum Presiden 2019. (Medcom/OL-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
SANDINATION Academy bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar Offline Mentoring Rocket Incubation 2026 di Aula Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/2).
BANGUN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Bank Infaq, NRC, dan Gentanala menggelar pelatihan olahan limbah kayu di Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (6/2).
INOTEK Foundation bersama Indonesia Setara Foundation menggelar Kick Off Program Kota Emas 2026 (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera) di PLUT-KUMKM Surakarta beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER melanjutkan program pemberdayaan perempuan melalui Inkubasi Bisnis UMKM Tahap 2.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved