Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Sudahi Saling Klaim Kemenangan

Melalusa Susthira K
21/4/2019 16:45
Sudahi Saling Klaim Kemenangan
Mantan komisioner KPU dan peneliti Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay(MI/Rommy)

KLAIM kemenangan sepihak oleh masing-masing pasangan calon yang mendahului pengumuman resmi dari KPU memunculkan keraguan, kebingungan, dan pertentangan di tengah masyarakat. Untuk itu, koalisi masyarakat sipil peduli pemilu dan demokrasi menyerukan agar masing-masing paslon untuk menghentikan klaim kemengan sepihaknya.

"Semua pihak terutama juga para peserta untuk berhenti lah menyatakan bahwa kami adalah pemenangnya, mari kita hormati adanya penerapan peraturan perundang-undangan yang sebetulnya ini merupakan suatu kepastian hukum. Jadi jangan kita justru menciptakan suasan ketidakpastian," ujar pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) sekaligus mantan anggota KPU, Hadar Nafis Gumay di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat pada Minggu (21/4).

Bersamaan dengan itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto yang mewakili Koalisi juga meminta agar para elite tidak lagi melontarkan spekulasi di ruang publik agar masyarakat tidak terprovokais, sebaliknya menjunjung sikap yang membawa kedamaian dan mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Baca juga: Hitung Cepat Sebagai Kontrol Klaim Kemenangan Pemilu

"Elite diharap tidak melontarkan pernyataan yang spekulatif, provokatif, dan bisa membelah sesama warga masyarakat. Kedepankan perilaku yang proporsional dan berbasiskan komitmen untuk berdemokrasi secara konstitusional sesuai dengan aturan hukum yang ada," ujar Sunanto.

Menurut pengamat politik dari Exposit Strategic Arif Susanto yang turut hadir dalam gelaran tersebut, klaim kemenangan yang terus menerus digulirkan akan melahirkan tribalisme politik yang dapat memecahbelah persatuan bangsa.

"Akan menegasikan solidaritas yang sudah kita bangun jauh sebelum pemilu ada, sangat sayang kalau soladiritas kita gadaikan hanya untuk pemenuhan ambisi kekuasaan," pungkas Arif. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya