Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

TKN: Syukuran Kemenangan Rakyat atas Hoaks

Mediaindonesia.com
20/4/2019 10:52
TKN: Syukuran Kemenangan Rakyat atas Hoaks
Jubir TKN Jokowi-Amin Ace Hasan Syadzily(MI/Susanto)

JURU bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan capres Joko Widodo menahan diri usai mengetahui hasil akhir hitung cepat yang memperlihatkan kemenangan 01 dengan selisih angka signifikan.

Capres Jokowi meminta pendukungnya untuk bersabar tunggu rekapitulasi suara dari KPU. Sekaligus meminta masyarakat untuk menjaga persatuan dan persaudaraan.

"Ini bagian dari kenegarawanan Pak Jokowi untuk bersikap menang tanpa ngasorake (menang tanpa merendah) dengan tetap menjaga perasaan kubu yang kalah. Sikap ini akan membuat semua elemen bangsa untuk tetap tenang menunggu hasil akhir KPU dan menghindari polarisasi," kata Ace melalui keterangan resmi, Sabtu (20/4).

Jika pun ada syukuran atas kemenangan, tegas Ace, dilakukan untuk mensyukuri kemenangan rakyat yang telah memberikan suaranya tanpa rasa takut, berani melawan intimidasi dan hoaks. Ace membeberkan di Pemilu 2019 ada penggunaan strategi firehose of falsehood sekaligus semburan fitnah dan hoaks kepada Jokowi.

Baca juga: Publik Muak Hadapi Hoaks

Hoaks yang ditujukan kepada Joko Widodo, disebut Ace, begitu dahsyat mulai dari tuduhan PKI, antek asing, kriminalisasi ulama sampai melarang adzan. Dengan menggunakan strategi ini, mereka berharap mengulang kisah sukses semburan hoaks seperti pemilu Presiden AS dan Brazil.

"Tetapi rakyat Indonesia membuktikan dalam pemilu, mereka menang dari hoaks, menang melawan fitnah. Kemenangan rakyat melawan hoaks patut disyukuri karena mengembalikan demokrasi Indonesia sebagai demokrasi yang sehat dan bermartabat," tegasnya.

"Syukuran kemenangan 01 adalah syukuran kemenangan rakyat atas hoaks. Syukuran ini akan dilakukan dengan kreatif penuh nuansa budaya dan semangat merangkul semua," tuturnya.

Ace menekankan Indonesia adalah rumah bersama bagi semua suku, agama dan budaya. Sehingga, syukuran ini harus dilakukan riang gembira, penuh kedamaian bukan menebar ketakutan dan ancaman.(RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya