Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BMKG Imbau Waspada Hoaks Cuaca di Puncak Musim Hujan

Ficky Ramadhan
03/1/2026 10:24
BMKG Imbau Waspada Hoaks Cuaca di Puncak Musim Hujan
Ilustrasi(Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tidak mudah termakan isu atau informasi hoaks terkait kondisi cuaca. Terutama di tengah puncak musim hujan yang berlangsung pada periode Desember hingga Februari 2026.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menegaskan maraknya pesan berantai dan informasi tidak resmi di media sosial berpotensi menyesatkan masyarakat. Lebih lagi, pesan itu bisa memicu kepanikan yang tidak perlu.

Salah satu contoh terbaru adalah isu mengenai fenomena Squall Line yang dikabarkan akan menghantam wilayah Jabodetabek pada malam pergantian tahun. Isu tersebut telah dipastikan sebagai hoaks.

“Fenomena Squall Line itu secara ilmiah memang ada, tetapi informasi yang beredar terkait kejadian pada malam tahun baru kemarin tidak benar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari BMKG," ujar Guswanto, Sabtu (3/1).

BMKG menekankan seluruh informasi resmi terkait cuaca, peringatan dini hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi hanya dikeluarkan melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat bisa mendapatkan informasi itu melalui situs web BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi BMKG.

Selain kewaspadaan terhadap hoaks, BMKG juga mengingatkan masyarakat akan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi selama puncak musim hujan. Risiko banjir, tanah longsor, dan angin kencang diperkirakan masih dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia, sehingga kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan.

"Hoaks cuaca sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kepanikan dan mendorong masyarakat mengambil langkah yang keliru. Oleh karena itu, literasi iklim dan cuaca menjadi kunci agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem," kata Guswanto.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk melakukan langkah-langkah praktis. Seperti rutin memeriksa aplikasi InfoBMKG sebelum bepergian, mengikuti pembaruan prakiraan cuaca harian, serta mengedukasi lingkungan sekitar agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Menurut BMKG, kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, media, hingga masyarakat. Dengan mengandalkan informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan bersama, dampak cuaca ekstrem di puncak musim hujan diharapkan dapat diminimalkan. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik