Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tidak mudah termakan isu atau informasi hoaks terkait kondisi cuaca. Terutama di tengah puncak musim hujan yang berlangsung pada periode Desember hingga Februari 2026.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menegaskan maraknya pesan berantai dan informasi tidak resmi di media sosial berpotensi menyesatkan masyarakat. Lebih lagi, pesan itu bisa memicu kepanikan yang tidak perlu.
Salah satu contoh terbaru adalah isu mengenai fenomena Squall Line yang dikabarkan akan menghantam wilayah Jabodetabek pada malam pergantian tahun. Isu tersebut telah dipastikan sebagai hoaks.
“Fenomena Squall Line itu secara ilmiah memang ada, tetapi informasi yang beredar terkait kejadian pada malam tahun baru kemarin tidak benar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari BMKG," ujar Guswanto, Sabtu (3/1).
BMKG menekankan seluruh informasi resmi terkait cuaca, peringatan dini hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi hanya dikeluarkan melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat bisa mendapatkan informasi itu melalui situs web BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi BMKG.
Selain kewaspadaan terhadap hoaks, BMKG juga mengingatkan masyarakat akan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi selama puncak musim hujan. Risiko banjir, tanah longsor, dan angin kencang diperkirakan masih dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia, sehingga kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan.
"Hoaks cuaca sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kepanikan dan mendorong masyarakat mengambil langkah yang keliru. Oleh karena itu, literasi iklim dan cuaca menjadi kunci agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem," kata Guswanto.
BMKG juga mengajak masyarakat untuk melakukan langkah-langkah praktis. Seperti rutin memeriksa aplikasi InfoBMKG sebelum bepergian, mengikuti pembaruan prakiraan cuaca harian, serta mengedukasi lingkungan sekitar agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Menurut BMKG, kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, media, hingga masyarakat. Dengan mengandalkan informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan bersama, dampak cuaca ekstrem di puncak musim hujan diharapkan dapat diminimalkan. (Z-2)
UU ITE 2024 tidak menghapus sanksi pidana bagi penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Regulasi baru justru memperjelas batasan jenis kebohongan digital
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
BMKG memastikan kabar ancaman Squall Line dan badai ekstrem 31 Desember 2025–1 Januari 2026 adalah hoaks. Tidak ada peringatan resmi dikeluarkan.
Sebuah video palsu berdurasi 12 detik yang mengeklaim sebagai rekaman sel Jeffrey Epstein sebelum tewas muncul di situs pemerintah.
Dia menjelaskan bahwa dorongan untuk memperluas literasi digital ini dipicu oleh tingginya tingkat akses internet di Batam yang telah mencapai 89 persen.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Cek prakiraan cuaca Jakarta hari ini 19 Januari 2026. BMKG beri peringatan dini potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved