Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Bawaslu Harus Lakukan Gebrakan Hentikan Politik Uang

Putri Rosmalia Octaviyani
11/4/2019 15:55
Bawaslu Harus Lakukan Gebrakan Hentikan Politik Uang
Ilustrasi(Thinkstock)

PENGAMAT Politik Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan harus ada gebrakan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menghentikan praktik politik uang.

"Bawaslu harus melakukan sesuatu yang tidak biasa. Harus ada gebrakan, sehingga mengubah stigma yang selama ini hanya bercanda dan main-main dalam menindak pelanggaran dan politik uang," ujar Pangi, ketika dihubungi, Kamis (11/4).

Baca juga: DPD Golkar Awasi Calegnya Gunakan Politik Uang

Pangi mengatakan harus ada efek jera bagi yang melakukan pelanggaran. Karena politik uang adalah penyebab biaya politik tinggi dan akan memicu korupsi.

"Mestinya pemilu berbiaya murah. Kalau sudah beli suara, ujungnya sudah pasti korupsi, merusak kualitas demokrasi kita," ujar Pangi.

Adapun kasus yang tengah menjadi sorotan yakni setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso. Bowo Sidik tertangkap tas kasus dugaan suap Rp8 miliar yang disimpan dalam 400 ribu amplop. Sesuai pengakuan Bowo Sidik, uang dalam amplop itu memang akan digunakan untuk 'serangan fajar' jelang pemilu.

Pangi menilai kasus tersebut sudah pasti akan berdampak pada elektabilitas partai. Oleh karena itu, Golkar harus segera memperbaiki citra partainya.

"Kasus korupsi kader partai terbukti efektif mengerus elektabilitas parta. Golkar bisa tergerus elektabilitasnya apabila tidak segera memperbaiki citra," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya