Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) bicara bahwa dirinya selama ini selalu difitnah, dihina dan direndahkan habis-habisan. Ia mengungkapkan itu saat bertemu para kiai dan pimpinan ponpes salafiah se-Banten di GOR Maulana Yusuf, Serang.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan, menegaskan ungkapan Jokowi merupakan bentuk klarifikasi karena selama ini sudah terlalu banyak fitnah menyerang Jokowi.
"Bagaimana pun para kiai, para ulama itu kan memiliki masa di bawah gitu ya, selama ini banyak di antara kiai dan ulama pun merasa membenarkan adanya fitnah-fitnah tersebut. Oleh karena itu, perlu dicounter, perlu diklarifikasi kepada mereka kalau itu tidak benar," ujar Ace, di gedung DPR, Jakarta, Senin (25/3).
Hal itu penting dilakukan Jokowi, karena menurut pengamatan dan berbagai survei diketahui masih ada masyarakat yang percaya akan berbagai fitnah pada Jokowi.
"Karena kita tahu bahwa beberapa survei menyatakan diantara 6-9% orang masih percaya Pak Jokowi itu misalnya terlibat dalam PKI, melegalkan zina, melegalkan LGBT dan lain-lain. Saya kira ini penegasan bahwa itu adalah fitnah dan hoaks," tutur Ace.
Baca juga: Jokowi kian Tegas Lawan Fitnah
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan seharusnya Jokowi fokus menyosialisasikan berbagai programnya. Jika menyampaikan merasa difitnah justru berpotensi mempersempit basis pemilih bagi Jokowi-Amin sendiri.
"Saya pikir sih sudah telat ya, harusnya bukan itu yang dia lawan sekarang. Yang dia lawan sekarang tuduhan bahwa dia nggak memperbaiki tuduhan ekonomi, keadaan politik, tidak rekonsiliatif," ujar Fahri.
Dengan berbicara merasa difitnah, lanjut Fahri, peluang suara yang sebenarnya mungkin akan mengarah ke Jokowi berpotensi hilang.
"Menjadi terlalu partisan. Saya sering katakan, untuk menjadi orang yang terpilih kembali di Indonesia sangat tidak susah. Cukup Anda tebar payung besar, menjadi pemimpin yang rekonsiliatif, terpilih," tutur Fahri.(OL-5)
Pengamat politik Ujang Komarudin menilai langkah cepat Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya dalam meluruskan hoaks dan disinformasi sebagai respons krusial untuk menjaga kepercayaan publik.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
UU ITE 2024 tidak menghapus sanksi pidana bagi penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Regulasi baru justru memperjelas batasan jenis kebohongan digital
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya hoaks cuaca di puncak musim hujan Desember-Februari, termasuk isu Squall Line.
BMKG memastikan kabar ancaman Squall Line dan badai ekstrem 31 Desember 2025–1 Januari 2026 adalah hoaks. Tidak ada peringatan resmi dikeluarkan.
Hasbiallah Ilyas, meminta aparat penegak hukum transparan dalam penanganan kasus Fandi Ramadan, ABK Sea Dragon yang terancam hukuman mati dalam perkara 2 ton sabu.
Jaksa mendasarkan tuntutan mati karena Fandi dianggap bersalah tidak menolak atau memeriksa muatan kapal yang ternyata berisi sabu.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan peradilan militer bukan ruang impunitas dalam sidang uji materi UU Peradilan Militer di Mahkamah Konstitusi.
Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya meminta pemerintah bertindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerjanya.
Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, menyerukan penundaan impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memberikan klarifikasi tegas terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai penutupan gerai Alfamart dan Indomaret.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved