Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jokowi Minta Parpol Koalisi tidak Terlena Hasil Survei

Rudy Polycarpus
17/3/2019 23:10
Jokowi Minta Parpol Koalisi tidak Terlena Hasil Survei
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.)

CALON Presiden nomor urut 01 Joko Widodo meminta partai koalisinya tidak terlena dengan hasil survei yang mayoritas mengunggulinya dengan Ma'ruf Amin. Ia mengingatkan agar hasil survei digunakan untuk evaluasi dan koreksi agar hasilnya semakin baik.

"Angka-angka survei jangan sampai itu membuat kita lengah. Tetap harus itu dipakai sebagai evaluasi,sebagai koreksi-koreksi, sehingga hasilnya menjadi lebih baik," kata Jokowi dalam rapat konsolidasi Tim Kampanye Nasional di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3).

Pertemuan tertutup yang dihadiri ratusan kepala daerah serta pimpinan DPRD yang merupakan kader partai koalisi. Menurut Jokowi, konsolidasi satu bulan menjelang pemungutan suara ini krusial.

Oleh karena itu, ia meminta kader partai pendukungnya aktif memanfaatkan waktu yang tersisa guna menangkal hoaks yang masih banyak beredar di masyarakat.

Tim kampanye tidak boleh mendiamkan kabar bohong yang beredar di masyarakat. Sebab, jika tidak direspons dengan cepat maka akan menggerus perolehan suara Jokowi-Ma'ruf saat hari H.


Baca juga: Jokowi Sempatkan Hadir di Hotel Sultan untuk Semangati Ma'ruf


"Kabar fitnah, bohong, hoaks, itu harus direspons dan dilawan. Jangan didiamkan. Itu penting karena tinggal waktu 30 hari. Kalau enggak direspons setiap proses yang ada di bawah dengan cepat, berbahaya," tandasnya.

Ia menambahkan, hal lain yang harus dibenahi ialah mendorong partisipasi pemilih. Jokowi menginstruksikan para pendukungnya mendorong masyarakat ke bilik suara.

"Partisipasi pemilih harus sebesar-besarnya, dan jangan sampai ada yang golput. Tiga hal besar itu yang saya sampaikan, termasuk door to door menyampaikan program," imbuh calon petahana itu.

Rapat konsolidasi itu turur dihadiri para ketua umum partai koalisi, seperti Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Diaz Hendropriyono, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya