Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Arif Budimanta Tunjukkan Skap Ksatria di Depan Pendukung Prabowo

Dero Iqbal Mahendra
26/2/2019 19:43
Arif Budimanta Tunjukkan Skap Ksatria di Depan Pendukung Prabowo
(MI/PIUS ERLANGGA)

JURU Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arif Budimanta menunjukkan kapasitas dan nyalinya saat menghadiri diskusi yang dihadiri banyak simpatisan dari pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ruangan yang penuh sesak hingga melebihi kapasitas tersebut terkesan menjadi panggung yang tidak nyaman bagi siapapun yang mendukung capres 01.

Terbukti saat Arif menyampaikan pandangannya saat diberikan kesempatan oleh moderator para penonton debat banyak yang berteriak teriak mengganggu jalannya kegiatan diskusi.

Bahkan moderator dan panitia sampai beberapa kali mengingatkan agar penonton tenang dan tertib, meski tidak dihiraukan.

Merespon hal tersebut Arif menyampaikan hal tersebut sebagai suatu hal yang biasa dan lumrah terjadi. Ia pun menyatakan tidak kapok untuk datang lagi ke acara-acara simpatisan 02 jika diundang.

Baca juga : Jalur Pemerintah Tepat, Indonesia Bisa Lepas dari Jerat Middle Income

"Enggak, enggak kapok lah. Masa kapok. Pelan pelan nanti kita pasti makin lama makin dewasa dalam berpolitik," terang Arif saat ditemui usai diskusi di kawasan Cikini Jakarta, Selasa (26/2).

Terlepas dari berbagai sorakan yang melecehkan sepanjang dirinya berbicara mewakili gagasan-gagasan capres 01, Arif menilai forum diskusi tersebut sebagai forum kritis dan setiap pihak mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan.

Ia menilai perlakuan yang diterimanya selama debat tidak menjadi suatu persoalan karena dianggap sebagai dinamika dalam suatu pertemuan.

Menurutnya dalam konteks pemilu jika memang petahana melakukan sesuatu yang baik katakanlah yang baik. Begitu juga jika memang ada yang tidak baik harus diungkapkan agar disempurnakan kedepannya.

Ia pun menilai pemilu seharusnya menjadi suatu media yang mempersatukan bangsa kedepannya.

Jika dalam perjalanannya ada sejumlah gagasan dan pemikiran tentu harus dibahas dan didiskusikan dengan tenang dan jernih sehingga dapat menjadi acuan dalam menentukan pilihan kedepannya.

"Pemilu ini kan berjalan 5 tahun sekali, fungsi dari pada pemilu salah satunya adalah memperkuat kebangsaan kita dan persaudaraan kita, justru dalam konteks ini maka kita jadikan momentum itu untuk memper erat kohesifitas hubungan antar anak bangsa. itu intinya," tutur Arif.

Dalam diskusi Diskusi Publik Membedah Isu-isu Strategis pada Debat Capres/Cawapres Demi Kemajuan Bangsa, Arif menjadi salah satu narasumber yang diundang oleh panitia selain Ichsanuddin Noorsy, Boni Hargens, Syahganda Nainggolan, Sayuti Asyathri, Haris Rusly Moti, dan Din Syamsuddin serta Rizal Ramli.

Namun dari sejumlah narsum tersebut Rizal Ramli dan Boni Hargens tidak hadir dalam acara tersebut. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya