Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Irfan Pulungan, mendorong kepolisian mencari aktor intelektual pembuatan video emak-emak menebar hoaks terhadap pasangan Jokowi-Amin.
"Harusnya tak berhenti di ibu (pelaku di dalam video) itu. Kami menduga ada aktor intelektual di balik itu," katanya saat di Polda Jawa Barat, Bandung, Senin (25/3).
Dia menilai, ketiga emak-emak yang menebar hoaks tersebut bisa saja hanya diperintah untuk menebar fitnah dan hal-hal lainnya yang merugikan Jokowi-Amin.
Sehingga, menurutnya, pelaku sama sekali tidak mengetahui apa yang diucapkan dan akibat hukum yang ditimbulkan. "Saya menduga ketiga orang ibu-ibu ini juga tidak paham tentang kalimat materi yang disampaikan dan dampak hukum buat mereka. Ini sesat dan menyesatkan, ini murni fitnah," katanya.
Baca juga: Polda Tahan Emak-Emak Penebar Hoaks di Karawang
Sehingga, menurut dia tidak menutup kemungkinan aktor intelektualnya berasal dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau pihak lain yang ingin memanfaatkan situasi. "Harus dicari tuntas, siapa di balik ini semua. Apakah ada tim kampanye 02, atau ada kepentingan pihak lain," katanya.
Apalagi, dia menilai beredarnya video itu bertujuan menggerus tingkat keterpilihan pasangan nomor 01. "Tujuannya untuk memengaruhi pemilih dalam menilai kinerja dan karakter Pak Jokowi," katanya.
Dalam video itu, menurutnya terdapat dua fitnah yang sangat merugikan kandidat yang diusungnya. "Ada dua point, suara azan tak berkumandan dan nikah sejenis," katanya.
Kedua hal itu sangat tidak masuk akal dan tentunya merugikan kubu 01. "Hari ini Pak Jokowi ngambil calon wakilnya dari ulama, jadi sangat tidak mungkin tuduhan itu terjadi. Di mana akal sehatnya," kata dia.
Baca juga: Romahurmuziy: Kubu Prabowo-Sandi Biasa Tabrak Aturan
Dengan begitu, dia juga mengimbau para pemilih untuk tidak mudah percaya terhadap kampanye hitam seperti yang dilakukan ini. "Mari gunakan akal sehat dalam memilih," katanya. (A-1)
Presiden Prabowo Subianto mengantar langsung PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Halim dalam satu mobil, menegaskan kedekatan personal dan kuatnya relasi bilateral.
Presiden Prabowo terima Menteri Keamanan Tiongkok Chen Yi Xin di Istana Negara. Bahas penguatan kerja sama keamanan dan intelijen BIN-MSS demi stabilitas kawasan.
Presiden Prabowo bertemu Ray Dalio di Istana Merdeka guna perkuat peran Danantara sebagai motor ekonomi nasional dan bahas percepatan investasi asing di sektor energi.
PRABOWO Prabowo Subianto mengecek permukiman warga di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta, Kamis (26/3). Kunjugan tersebut diunggah di Instagram resmi presiden.
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta, Jumat (27/3) Sore. Kedua pemimpin negara itu akan membahas termasuk geopolitik
Suasana pemukiman padat Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, berubah penuh haru dan antusiasme saat Presiden Prabowo Subianto datang.
STAF Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Tina Talisa mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026).
POLDA Metro Jaya menegaskan bahwa status wajib lapor bagi Rismon Sianipar, tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ijazah Jokowi
Rismon telah mempublikasikan video permintaan maafnya lewat kanal YouTube Balige Academy.
Advokat Jahmada Girsang yang mendampingi Rismon Sianipar menyatakan bahwa pertemuan antara kliennya dengan Presiden ke-7 RI tersebut berlangsung dalam suasana persahabatan.
PAKAR telematika yang juga kasus dugaan ijazah palsu Jokowi atau Presiden RI ke-7, Joko Widodo Roy Suryo merespons permohonan restorative justice yang diajukan Resmon Sianipar
KOMISI Informasi Pusat mengabulkan sebagian permohonan sengketa informasi yang diajukan kelompok Bongkar Ijazah Jokowi terhadap UGM terkait ijazah Jokowi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved