Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo)-Ma’ruf Amin, Erick Thohir menanggapi klaim dari Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso yang menyebut bahwa hasil survei kubu Paslon 02 sudah mampu melewati Paslon 01.
Erick menegaskan tidak perlu memutarbalikan fakta dan mengumbar kebohongan tanpa dasar karena menurutnya hasil jejak pendapat dari tujuh lembaga survei jelas menyatakan elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Amin lebih unggul ketimbang Prabowo-Sandiaga.
"Jika bicara hasil survei elektabilitas, lebih baik diserahkan kepada lembaga survei independen yang memang spesialis melakukan hal tersebut. Berdasarkan info terkini, dan semua bisa cek, dari tujuh lembaga survei independen yang ada di Indonesia, hasilnya jelas-jelas menyatakan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul rata-rata 20% dari kompetitornya, Paslon 02," ujar Erick dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (10/2).
Penegasan Erick tersebut didasari hasil survei elektabilitas untuk Pilpres 2019 yang dilakukan tujuh lembaga, yakni LSI Denny JA, Populi Center, Charta Politika, Indikator Politi, Y-Publika, SMRC dan Celebes Research Center (CRC).
Menurut LSI Denny JA, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin berada di angka 54,8%, sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga hanya mendapat 31,0% suara. Masih ada 14,2% suara yang belum memutuskan atau tidak memberikan jawaban. Data tersebut diperoleh dari 1.200 responden di 34 provinsi pada akhir Januari.
Hasil serupa juga terdapat melalui survei Populi Center yang dilakukan pada 20-27 Januari 2019. Dengan menggunakan metode wawancara tatap muka di 34 provinsi, Populi Center mencatat Jokowi-Ma'ruf unggul 54,1% dibandingkan Prabowo-Sandiaga, di mana pasangan 02 hanya memperoleh angka 31,0%.
Baca juga : Faktor Kinerja Buat Jokowi Unggul di Survei CRC
Sementara itu, Charta Politika dalam survei yang dilakukan pada 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan perolehan 53,2% suara, dan Prabowo-Sandiaga mendapat 34,1% suara. Sebanyak 12,7% responden lainnya memilih belum atau tidak memberikan jawaban.
Survei yang dilakukan Charta Politika menggunakan 2.000 responden yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia, dengan cara wawancara tatap muka langsung dan kuesioner terstruktur. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error kurang lebih 2,19% pada tingkat kepercayaan 95%.
Kemudian survei dari Indikator Politik pada 16-26 Desember 2018 menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,9%, sedangkan Prabowo-Sandiaga 34,8%.
Dari empat lembaga survei tersebut, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf terlihat masih terpaut cukup jauh lantaran berada di atas 50%, sementara Prabowo-Sandiaga hanya berada di bawah 35%.
Sedangkan tiga lembaga survei lainnya juga menyatakan hasil sama, yakni elektabilitas Paslon 01 lebih unggul dari paslon 02. Lembaga Y-Publica menyatakan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan, 53,5% suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat 31,9% suara.
Survei CRC, Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 56,1% suara dan Prabowo-Sandiaga 31,7% suara. Terakhir, Saiful Munjani Research & Consulting (SMRC), Jokowi-Ma'ruf memperoleh, 60,4% dan Prabowo-Sandiaga, 29,8%.
Erick kemudian menuturkan agar klaim dari pihak Prabowo-Sandiaga soal elektabilitas tanpa melibatkan lembaga independen sebaiknya dihentikan.
"Jadi sekali lagi, jika mendengar ada pihak yang mengklaim lebih unggul survei, atau apapun, maka sebaiknya cek ke lembaga independen yang punya metoda dan cara khusus melalukan jejak pendapat elektabilitas sehingga kita tidak mendapat informasi yang salah." tukas Erick. (OL-8)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Fokus utama pemerintah adalah mengubah tumpukan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan menjadi sumber energi alternatif, khususnya listrik.
Mahkamah Agung resmi melantik Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031. Simak daftar lengkap nama pejabat baru OJK
Presiden Prabowo hubungi Mahmoud Abbas dan pemimpin dunia Islam saat Idul Fitri. Langkah ini jadi sinyal kuat diplomasi Indonesia di panggung global.
GAYA komunikasi Prabowo Subianto selama momen Lebaran dinilai mencerminkan pendekatan yang setara atau egaliter.
KEPALA BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berpesan agar seluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), fokus pada peningkatan SPPG
Pengamat menilai pemotongan gaji pejabat dan WFH hanya simbolik. Pemerintah diminta fokus pada efisiensi anggaran besar seperti birokrasi dan proyek non-prioritas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved