Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
GAYA komunikasi Prabowo Subianto selama momen Lebaran dinilai mencerminkan pendekatan yang setara atau egaliter. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menilai pola komunikasi tersebut menunjukkan cara pandang yang tidak membedakan status sosial. Menurutnya, langkah itu mengindikasikan Prabowo memandang semua pihak dalam posisi yang setara.
Ia menyebut, keterbukaan Prabowo dalam berkomunikasi menjadi salah satu ciri utama yang menonjol. "Itu mengindikasikan Prabowo sosok yang memandang manusia dalam kesetaraan. Cara pandang ini membuat Prabowo terbuka berkomunikasi dengan siapa saja tanpa memandang status sosial ekonomi," ujarnya saat dihubungi, Senin (23/3).
Selain itu, sikap menghormati juga tercermin dari interaksinya dengan para pendahulu. Prabowo disebut menunjukkan respek saat menerima langsung mantan presiden di Istana, serta ketika berinteraksi dengan masyarakat setelah salat Idulfitri dan dalam agenda open house.
"Prabowo juga sosok yang menghormati pendahulunya. Hal itu juga ditunjukkannya dengan menerima langsung mantan presiden saat berlebaran ke Istana," kata Jamiluddin.
Pendekatan komunikasi tersebut, lanjutnya, dibangun atas dasar empati dan kejujuran, sehingga terasa lebih hangat. Ia menilai, antusiasme Prabowo saat berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga biasa, memperkuat kesan tersebut.
"Hal itu memberi makna, Prabowo berupaya membangun komunikasi dengan siapa saja berlandaskan empati. Komunikasi semacam ini biasanya didasari dengan kejujuran," kata Jamiluddin.
Lebih jauh, ia menilai pola komunikasi yang ditunjukkan Prabowo mencerminkan karakter yang egaliter dan sesuai dengan prinsip demokrasi. "Jadi, komunikasi yang dibangun Prabowo dengan berbagai lapisan masyarakat jauh dari kepura-puraan. Hal ini membuat komunikasi Prabowo mengesankan adanya ketulusan," terangnya.
Meski demikian, Jamiluddin mengingatkan, gaya komunikasi tersebut perlu didukung oleh lingkungan terdekat presiden. Ia menilai, tim inti di sekitar Prabowo perlu mampu merepresentasikan pendekatan komunikasi yang sama agar pesan yang disampaikan tetap konsisten.
"Hal itu diperlukan agar ring satu Prabowo dapat mengekspresikan Prabowo sebagai sosok yang empatik, demokratis, dan menghormati kesetaraan," pungkasnya. (H-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved