Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN hasil hitung cepat sementara atau quick count Pilkada 2018, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di tiga provinsi di Jawa mengalami kekalahan, yakni Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Meski demikian Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebut percaya diri karena perolehan suara pasangan calon yang mereka usung di Pilkada Jawa Barat yakni Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) menggembirakan.
"Seperti Jawa Barat memang sangat mengejutkan. Kita menghargai sekali kalau teman-teman, seperti Kang Emil sudah mengucapkan pidato kemenangan, monggo. Tetapi kita masih bekerja luar biasa. C1 sedang dikumpulkan untuk perhitungan resmi," ujarnya, Rabu (27/6).
Mardani mengatakan, perolehan suara pasangan Pasangan Asyik terbukti melesat cepat jika dibandingkan dengan perolehan suara prediksi lembaga survei sebelum perhelatan Pilkada 2018. Pasangan Asyik awalnya diprediksi ada di peringkat 3 atau 4 dalam berbagai survei. Namun berdasarkan hitung cepat melesat hingga posisi kedua dan menempel Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang ada di posisi pertama.
"Hampir 11 lembaga survei menyebutkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu paling tinggi 7%. Tapi kini terbukti, mungkin lewat 30%. Ini menunjukan memang strategi di H-7 kami berjalan dengan baik. Insya Allah strategi ini menjadi bukti PKS siap untuk menghadapi Pilpres 2019," tandasnya.
Hal tersebut menyebabkan pihaknya semakin percaya diri menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Meskipun kalah sementara di sejumlah daerah, pihaknya mengklaim kekuatan mesin PKS, Gerindra dan PAN semakin solid.
Dia pun mengatakan pihaknya menghargai hasil perolehan suara sementara yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei tersebut. Namun, pihaknya masih akan menunggu perhitungan resmi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ia juga mengapresiasi jalannya Pilkada 2018 yang berlangsung lancar dan damai. Menurutnya, hal ini menunjukkan masyarakat Indonesia yang semakin dewasa dalam berpolitik. "Jangan anggap rakyat tidak berkembang. PKS gembira karena dari 17 pemilihan gubernur, kami menang di 8 provinsi," pungkasnya. (OL-5)
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Pelaksanaan Pilkada langsung masih diwarnai berbagai praktik curang, termasuk politik uang.
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Profil Immanuel Ebenezer, dari relawan Jokowi hingga Wakil Menteri Ketenagakerjaan, kini tersangka KPK kasus pemerasan sertifikat K3.
(KPU) berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk menentukan rumah sakit milik pemerintah mana yang bakal digunakan untuk tes kesehatan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024.
NAMA Menteri BUMN Erick Thohir terus digadang-gadang menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. Apalagi dengan kepastian Muhaimin Iskandar
MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menanggapi dirinya masuk sebagai usulan calon wakil presiden Prabowo Subianto pada Pemilu 2024
Indikator Politik Indonesia merilis survei terbaru tentang dinamika elektoral tokoh menjelang Pilpres 2024. mayoritas pendukung Jokowi pada Pilpres 2019 lebih mendukung Ganjar Pranowo
Ia menilai merusuhan yang menelan korban tewas hingga 10 orang itu seharusnya tak boleh terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved