Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutidf Indo Barometer Muhammad Qodari menilai pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018, khususnya di Jawa Barat dan Jawa Timur, langkah PDIP terlalu beresiko karena salah pilih figur. Di Pulau Jawa, hanya pada satu daerah calon yang diusung PDIP yang berhasil menjadi pemenang yakni Jawa Tengah.
Dia menyebut pemilihan figur calon kepala daerah yang dipilih PDIP agak mengherankan. Dia mencontohkan di Jawa Barat, saat itu PDIP begitu mendominasi ingin mencalonkan Ridwan Kamil, namun di tengah jalan tiba-tiba PDIP mengusung TB Hasanuddin yang notabene figur yang tidak begitu dikenal oleh masyarakat Jawa Barat.
“Kalau mencalonkan figur yang dikenal seperti Rieke Diah Pitaloka di tahun 2013, mungkin masih ada peluang. Kemudian di Jawa Timur seharusnya kalau saya jadi PDIP, saya akan mengajukan kader PDIP yang populer seperti Tri Risma Maharini. Apa lagi kan waktu itu surveinya tinggi,” ungkap Qodari kepada Media Indonesia saat ditemui di Studio 1 Metro TV di Kedoya, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (27/6).
Begitu pun di Jawa Timur. “Kalau dulu dia mencalonkan Tri Risma Maharini, pasti lebih besar peluanganya. Intinya paling ideal kader PDIP. Di situ juga bisa dilihat mesin politik PDIP akan lebih maksimal,” jelas Qodari.
Untuk di Jawa Tengah, pilihan PDIP sudah tepat karena Ganjar Pranowo yang adalah kader PDIP sejak lama, ialah petahana yang baik popularitasnya. "Jika dilihat dari tiga provinsi itu, PDIP mengambil keputusan yang salah di dua wilayah dan hanya benar di satu wilayah. Dan ternyata yang dua itu salah benar kalah dan satu yang benar itu menang,” ujarnya.
Kesalahan memilih figur, menurutnya, tidak hanya dilakukan PDIP. “Tapi juga Gerindra karena memilih calon yang salah. Apalagi di Jawa Barat dan Jawa Timur memilih figur yang banyak untuk diusung. Tapi untuk Pilpres, PDIP masih punya peluang besar untuk menang,” tandasnya. (OL-5)
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Profil Immanuel Ebenezer, dari relawan Jokowi hingga Wakil Menteri Ketenagakerjaan, kini tersangka KPK kasus pemerasan sertifikat K3.
(KPU) berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk menentukan rumah sakit milik pemerintah mana yang bakal digunakan untuk tes kesehatan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024.
NAMA Menteri BUMN Erick Thohir terus digadang-gadang menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. Apalagi dengan kepastian Muhaimin Iskandar
MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menanggapi dirinya masuk sebagai usulan calon wakil presiden Prabowo Subianto pada Pemilu 2024
Indikator Politik Indonesia merilis survei terbaru tentang dinamika elektoral tokoh menjelang Pilpres 2024. mayoritas pendukung Jokowi pada Pilpres 2019 lebih mendukung Ganjar Pranowo
Ia menilai merusuhan yang menelan korban tewas hingga 10 orang itu seharusnya tak boleh terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved