Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Saranghaeyo, STY

08/1/2025 05:05
Saranghaeyo, STY
Abdul Kohar, Dewan Redaksi Media Group(MI/EBET)

SENIN (6/1), sebagian besar pecinta sepak bola Indonesia memaknainya sebagai 'hari patah hati nasional'. Musababnya, keputusan PSSI yang mengakhiri kontrak pelatih timnas Shin Tae-yong sejak Senin itu membuat mereka yang kadung cinta dengan STY sangat kaget. Itu seperti orang yang jatuh cinta diputus tiba-tiba tanpa aba-aba.

Saking emosionalnya, banyak pecinta timnas meluapkan kemarahan mereka di media sosial PSSI, medsos Shin Tae-yong (STY), bahkan di akun Instagram (IG) jurnalis kondang khusus sepak bola, Fabrizio Romano. Jurnalis bola asal Italia itu 'mengumumkan' nama Patrick Kluivert sebagai pengganti STY. Sontak saja, hanya dalam hitungan puluhan menit, akun IG Fabrizio Romano diserbu sedikitnya 75 ribu komentar warganet Tanah Air.

Saya lalu teringat penggalan puisi karya WS Rendra yang berjudul Telah Satu. Rendra menulis:

'Engkau adalah peniti

yang telah disematkan.

Aku adalah kapal

yang telah berlabuh dan ditambatkan.

Kita berdua adalah lava

yang tak bisa lagi diuraikan'.

Seperti puisi Rendra, antara STY dan pecinta sepak bola Tanah Air 'telah (menjadi) satu'. Bahkan, ada yang menyebutkan STY telah membantu mengantarkan jutaan anak bangsa 'menemukan kembali Indonesia'. Saat timnas menjadi tuan rumah, ketika menjelang kick off, puluhan ribu pasang mata serempak menyanyikan Indonesia Raya.

Seusai pertandingan, mau menang, kalah, atau seri, puluhan ribu orang enggan beranjak dari stadion karena ingin bersama-sama timnas dan STY menyanyikan Tanah Airku. Itulah mengapa, ada yang merasa 'menemukan Indonesia' gara-gara timnas asuhan STY itu.

Karena itu, lumrah jika pemberhentian STY membawa kesedihan luar biasa bagi para pecinta sepak bola Indonesia. Seolah kehilangan sosok pelatih yang begitu dicintai, para penggemar sepak bola Indonesia ramai-ramai membanjiri kolom komentar di akun Instagram STY dengan ucapan kesedihan atas keputusan yang diambil PSSI.

Saya menukil beberapa komentar dan ekspresi kesedihan warganet itu. 'Coach. Aku nangisin kamu. Kamu harus tau itu !!!!!!!! Saya sangat PATAH HATI . kamu harus tau itu juga'.

'Akan banyak yang merindukan mu coach. Terima kasih Coach, tetap patah hati'.

'Coach, terima kasih banyak atas dedikasinya. Kami akan selalu mendukung dan mencintaimu. Sehat2 coach'.

'Coach, Engkau selalu di hati. Ya Allah, sampe bengkak mataku nangis'.

'Maaf coach, kami tidak bisa berbuat banyak. Kami suporter terlalu kecil kekuatan kami. Semoga Coach Shin mendapat balasan yang lebih baik di tempat lain'.

Masih puluhan, bahkan ratusan, ribu kalimat ratapan yang ditulis para pecinta STY dan timnas. Bahkan, sejumlah pemain timnas yang pernah menjadi anak asuh mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu juga mengunggah ucapan terima kasih kepada STY. Ada ucapan Justin Hubner, Jay Idzes, Witan Sulaeman, Egy Maulana Fikri, Rizky Ridho, Asnawi, Jordi Amat, dan masih ada lagi beberapa ucapan perpisahan dari sejumlah pemain.

STY memang masuk ke Indonesia pada 'saat yang tepat'. Ia menjadi pelatih ketika warga Indonesia sedang dilanda demam Korea. Budaya pop Korea Selatan sedang 'menusuk hingga tulang sumsum' banyak orang Indonesia. Hal ihwal yang berasal dari 'Negeri Ginseng' itu pun hampir selalu memantik jatuh cinta: mulai drama Korea, penyanyi dan artis Korea, hingga bahasa gaul Korea menancap dalam di hati sebagian orang Indonesia.

Namun, bukan semata karena budaya Korea STY dicintai. Ia dianggap mampu menghidupkan harapan orang Indonesia terhadap kiprah sepak bola di kancah dunia. Di tangan STY, performa timnas Indonesia meningkat. Di bawah arahannya, Indonesia tampil lebih kompetitif di berbagai turnamen, masuk 16 besar Piala Asia, semifinalis Piala Asia U-23, hingga masuk babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

STY juga dikenal suka meregenerasi pemain. Ia sering memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tampil di level internasional. Beberapa pemain muda, seperti Marselino Ferdinan dan Pratama Arhan, mendapatkan sorotan berkat performa mereka yang cemerlang di bawah bimbingan STY.

STY juga dinilai mampu membawa budaya kerja keras dan disiplin tinggi dalam timnas. Metode latihannya yang intensif dan standar profesionalismenya dianggap sebagai angin segar bagi sepak bola Indonesia. Sebagai pelatih dengan pengalaman internasional, termasuk membawa Korea Selatan ke Piala Dunia, STY dinilai memiliki karisma yang kuat. Ia menunjukkan komitmen tinggi terhadap sepak bola Indonesia, bahkan mengungkapkan kebanggaannya melatih tim 'Garuda'.

Namun, STY juga punya kekurangan. Ia 'kepala batu'. Ia suka bereksperimen dan membongkar pasang pemain pada saat-saat pertandingan penting yang membutuhkan kehadiran pemain paling inti sejak pertandingan dimulai. Ia juga beberapa kali berkomentar kritis soal PSSI kepada media di Korea Selatan.

Namun, semua sudah berlalu. Komite Eksekutif PSSI sudah mengetuk palu. STY tak bisa lagi maju. Tepat atau tidak keputusan PSSI itu, waktu yang akan menjawab. Maret menjadi taruhan bagi pelatih baru dari Belanda. Apakah saranghaeyo bisa berganti ik houd van jou?

 



Berita Lainnya
  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.