Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan sedang menghitung hari. “Alhamdulillah enam bulan lagi saya pensiun dari gubernur, tapi tidak ada perpanjangan jabatan,” kata Anies saat mengisi ceramah di Masjid UGM pada 7 April 2022.
Anies dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017. Dengan demikian, ia akan resmi meletakkan jabatan gubernur pada 16 Oktober 2022. Ia akan digantikan oleh penjabat gubernur.
Menjelang berakhir masa jabatannya, setidaknya ada kabar baik dan kurang baik untuk Anies. Kabar baiknya ialah nama Anies selalu bertengger di tiga besar calon presiden hasil semua lembaga survei bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menhan Prabowo Subianto.
Survei Indikator Politik yang dirilis Selasa (26/4) menyebut elektabilitas Ganjar dan Anies terus mengalami kenaikan dari Februari ke April 2022. Ganjar Pranowo naik dari 22,4% ke 26,7%, Prabowo Subianto naik dari 21,6% ke 23,9%, dan Anies Baswedan naik dari 17,1% ke 19,4%.
Dari tiga nama itu, Anies Baswedan yang lebih dahulu meninggalkan gelanggang pemerintahan. Sementara itu, Ganjar Pranowo berakhir masa jabatannya pada 5 September 2023 dan Prabowo Subianto berakhir pada 20 Oktober 2024.
Lebih dahulu meninggalkan gelanggang pemerintahan bukan berarti akhir dari segalanya bagi Anies. Ia sudah terbiasa dilantik, dicopot, dan dilantik.
Tiga tahun sebelum dilantik menjadi gubernur, tepatnya pada 27 Oktober 2014, Anies dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
Belum genap dua tahun menjadi menteri, Anies dicopot dari menteri pada 27 Juli 2016. Hanya selang setahun kemudian, Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno mencoba peruntungan di pilkada DKI Jakarta. Mereka menang.
Pencopotan Anies dari jabatan menteri ditafsirkan banyak orang bahwa Anies berseberangan dengan Presiden Joko Widodo. Akan tetapi, Anies dan Jokowi memperlihatkan hubungan yang akrab saat keduanya berjumpa pada Senin (25/4). Keduanya bertemu di Sirkuit Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Tiba sekitar pukul 15.10 WIB, Jokowi disambut Anies, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. Setelahnya, Presiden langsung berkeliling meninjau proyek pembangunan sirkuit dengan menggunakan mobil golf yang dikendarai Anies Baswedan.
Seusai meninjau, Presiden menyampaikan harapan agar proyek pembangunan sirkuit tersebut dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. ”Kita lihat, track balapannya sudah siap kemudian yang sedang dikejar paddock dan grand stand-nya,” kata Presiden kepada wartawan.
Kedatangan Jokowi ke Sirkuit Formula E ditafsir banyak orang sebagai dukungan terhadap Anies yang saat ini hendak diinterpelasi oleh DPRD DKI Jakarta terkait dengan Formula E.
Interpelasi adalah hak DPRD untuk meminta keterangan gubernur mengenai kebijakan pemerintah daerah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Pasal 120 ayat (2) Peraturan DPRD DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib menyebut interpelasi diusulkan paling sedikit oleh 15 anggota dan lebih dari satu fraksi.
Mereka berasal dari Fraksi PDIP 25 orang dan PSI 8 orang. Totalnya 33 orang dari 106 anggota DPRD DKI Jakarta. Akan tetapi, 73 orang dari 7 fraksi justru menolak interpelasi.
Sejauh ini DPRD gagal menggelar rapat paripurna untuk mengagendakan pengusuan interpelasi. Padahal, rapat paripurna itulah yang berhak menerima atau menolak interpelasi.
Di atas kertas, interpelasi pasti ditolak. Akan tetapi, fakta itu tidak menyurutkan langkah PDIP dan PSI. Ada yang menuding bahwa interpelasi akan dijadikan alat politik untuk menggerus elektabilitas Anies Baswedan.
Sebaliknya, menurut sebagian orang, jika Formula E jadi digelar pada 4 Juni 2022, elektabilitas Anies Baswedan akan terus melaju tanpa bisa direm. Apalagi penyelenggaraan kegiatan internasional itu didukung sepenuhnya oleh Presiden Jokowi.
Anies dan Jokowi kompak mengunggah potret kebersamaan mereka di akun Instagram masing-masing pada 25 April. Di dua akun itu terlihat Anies dan Jokowi hanya berjalan kaki berdua.
Anies pun menulis status, ‘Terima kasih Bapak Presiden Joko Widodo sudah menyempatkan hadir ke Sirkuit Formula-E di Ancol siang tadi. Insya Allah sirkuit ini bisa selesai sempurna, siap jadi tuan rumah acara internasional, membawa nama baik untuk negara Indonesia dan kota Jakarta’.
Momen kebersamaan di antara keduanya mengundang komentar netizen. “Foto mereka menunjukkan bahwa pemimpin kita akur banget, bahkan tidak ada terjadi apa-apa pada mereka ya, jadi hentikan perpecahan, mungkin ada yang mendapatkan keuntungan dari propaganda seolah-olah pemimpin kita tidak akur tersebut…”
SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.
INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.
Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.
PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).
PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah
VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai
APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.
INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.
ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.
SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.
ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik
SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.
SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.
SUARANYA bergetar nyaris hilang ditelan hujan deras pada senja pekan silam. Nadanya getir mewakili dilema anak muda Indonesia yang menjadi penyokong bonus demografi.
IBARAT nila setitik rusak susu sebelanga. Benarkah nila setitik bernama surat perintah penghentian penyidikan (SP3) mampu menggadaikan sebelanga prestasi KPK?
Ia sekaligus penanda rapuhnya kesadaran demokrasi dalam praktik bernegara kita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved