Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Pahit-Asin Impor Garam

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
17/3/2021 05:00
Pahit-Asin Impor Garam
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI.Ebet)

INDONESIA memang memiliki garis pantai 99.093 kilometer, terpanjang kedua di dunia. Namun, itu tak kunjung cukup untuk menyediakan kebutuhan garam di dalam negeri sehingga bisa menyetop impor garam guna menambal kekurangan produksi.

Hingga detik ini, impor garam masih berlangsung. Bahkan awal pekan ini, pemerintah telah memutuskan untuk kembali mengimpor garam pada tahun ini. Keputusan tersebut telah disepakati dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Soal berapa jumlahnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan ia masih menunggu data kebutuhan garam di Indonesia. Saat kekurangan pasokan, pemerintah memastikan akan menutup kekurangan tersebut dengan impor.

Jika merunut pada data yang sudah-sudah, kemampuan kita memproduksi garam mentok di 1,6 juta ton. Padahal, rata-rata kebutuhan garam kita, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk industri, mencapai 4,1 juta ton. Kekurangan pasokan garam yang berkisar 2,5 juta ton hingga 2,6 juta ton itulah angka yang harus diimpor selama setahun.

Berulang-ulang banyak yang heran dan bertanya: menga­pa dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, tapi produksi garamnya tak bisa maksimal? Faktanya, berdasarkan penelitian para ahli, hanya segelintir di antara puluhan ribu kilometer pantai itu yang bisa dijadikan lokasi tambak garam.

Lahan yang cocok dijadikan lokasi tambak garam hanya 26.024 hektare. “Jadi, Indonesia adalah salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia sehingga produksi garamnya berlimpah, itu mitos,” kata Sekjen Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia Cucu Sutara dalam beberapa kesempatan.

Faktor cuaca, misalnya, hujan terus-menerus, ikut memicu minimnya produksi garam. Belum lagi proses pembuatan garam yang masih secara tradisional. Petambak garam kita masih mengandalkan matahari dan masih memakai alat sederhana, yaitu pengeruk kayu dan kincir angin.

Jangankan bicara kualitas, bicara peningkatan kapasitas juga sulit. Data Asosiasi Pengguna Garam Indonesia menunjukkan bahwa satu hektare tambak hanya bisa menghasilkan 70 ton garam. Itu pun dengan catatan cuaca sedang bagus.

Fakta tersebut mestinya membuat pemerintah segera mencari solusi cespleng melalui pemihakan yang lebih jelas. Kepada siapa? Prioritas utama kepada petambak garam. Upaya merintis peta jalan menuju swasembada garam pada 2015 jangan cuma teronggok di laci jadi kertas kerja. Ia harus dijalankan dengan tenaga ekstra. Impor memang cara cepat dan mudah mengatasi kekurangan pasokan. Namun, itu tidak bisa terus dijadikan jalan pintas tanpa solusi jangka panjang.

Pemerintah memang memiliki Pugar, alias Program untuk Garam Rakyat. Sayangnya, dari jumlah peningkatan produksi, Pugar hanya mencapai target 50%. Realisasi bantuan kepada petambak garam juga tidak pernah mencapai 100%. Lalu, belum ada bantuan teknologi yang memadai.

Pada 2015, pemerintah merumuskan peta jalan swasembada garam nasional dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi. Peta ini disusun Kementerian KKP, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Perindustrian.

Salah satu target bombastis yang dicanangkan ialah Indonesia bisa terbebas dari impor garam pada 2015. Namun, Indonesia justru masih dibanjiri impor garam, terutama untuk kebutuhan industri.

Dua tahun berselang, Presiden Jokowi kembali memerin­tahkan jajarannya untuk mencari cara agar Indonesia menjadi negara swasembada garam. Lagi-lagi permintaan tersebut hingga saat ini belum terealisasi.

Saya ingin mengunci tulisan ini dengan kegeraman Jokowi terhadap tak putus-putusnya rantai impor garam ini. Jokowi lalu berseru, “Saya kira langkah perbaikan harus kita kerjakan mulai pembenahan besar-besaran pada supply chain, mulai hulu sampai hilir.”



Berita Lainnya
  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.