Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Jalan Politik Masuk Surga

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
20/10/2020 05:00
Jalan Politik Masuk Surga
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

NENO Warisman Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Umum Presiden 2019. Dalam suatu pengajian di Jakarta akhir 2018, Ustazah Neno mengajak jemaah mendermakan harta untuk berjihad memenangkan Prabowo-Sandi. Penyanyi 1980-an itu mengajak umat mewakafkan harta mereka melalui aplikasi RGP BayarBayar.  RGP kependekan relawan ganti presiden. Presiden yang akan diganti siapa lagi kalau bukan Jokowi sang petahana. 

Sejumlah media memberitakan Neno mengajak orang berjihad harta untuk memenangkan Prabowo-Sandi supaya otomatis masuk surga.  Satu media daring menulis judul ‘Neno: Jihad Harta untuk Prabowo-Sandi Auto Masuk Surga’. Dalam Islam, jihad balasannya surga. Bila mereka yang tak berjihad masuk surga mesti melewati hisab atau perhitungan, yang berjihad otomatis masuk surga tanpa harus melewatinya.

Mendermakan harta untuk kemenangan Prabowo-Sandi otomatis masuk surga mungkin karena Prabowo-Sandi calon presiden dan wakil presiden pilihan ulama. Sebagai pilihan ulama, pastilah Prabowo-Sandi bakal memuliakan ulama dan umat Islam bila terpilih. Ternyata Prabowo kalah, malah bergabung dengan Presiden Jokowi sebagai menteri. 

Serupa Neno, Marissa Haque artis 1980-an. Marissa juga politikus. Sebelumnya politikus PDIP, ia kini politikus PAN.  Tapi, Marissa kiranya belum menjadi ustazah. Marissa juga menyandang doktor, gelar akademik tertinggi. Gelar masternya sampai dua, satu di bidang humaniora, satu lagi di bidang manajemen bisnis.

Marissa mengkritik omnibus law UU Cipta Kerja. Katanya antara lain, Undang-Undang Cipta Kerja bikin 87% umat Islam murtad, berpaling dari agama mereka. Marissa mengatakan kritiknya terhadap omnibus law ialah ijtihad dan jihad sebagai tiket ke surga. 

Memakai jalan pikiran Marissa, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat insya Allah masuk surga juga. Menurut para pendukungnya, keduanya kritis terhadap omnibus law dan pemerintah.  Kini masuk penjara, kelak masuk surga. 

Akan tetapi, kita tak tahu apakah Neno, Marissa, Syahganda, atau Jumhur masuk surga kelak. Neno dan Marissa bahkan tidak bisa membuktikan atau menjamin mereka betul-betul masuk surga kelak. Mereka hanya berdoa, berharap, berimajinasi, berucap insya Allah, bila Tuhan menghendaki. 

Tidak salah bila Rocky Gerung mengatakan kitab suci itu fiksi yang mengaktifkan imajinasi manusia.  Pernyataan berjihad otomatis masuk surga ada dalam kitab suci. Kitab suci mengaktifkan imajinasi manusia bahwa mengkritik omnibus law atau menyumbang Prabowo-Sandi bakal masuk surga. 

Surga, dalam konteks pernyataan Neno dan Marissa, memang sering dijadikan iming-iming, imajinasi, dalam politik. Menempuh jalan politik tertentu, misalnya menyumbang calon presiden dan wakil presiden atau mengkritik undang-undang, berarti merintis jalan menuju surga. Mengimajinasikan surga dalam konteks politik juga dilakukan teroris. Ada doktrin dalam terorisme mereka yang melakukan misi bunuh diri pasti masuk surga disambut dan dilayani 72 bidadari perawan. 

Sebagian kita menyebut apa yang dikatakan Neno dan Marissa serta yang diindoktrinasikan teroris sebagai omong kosong, bualan belaka. Namun, sebagian lain menganggapnya kebenaran, bahkan menjadikannya sebagai ideologi untuk meraih kekuasaan dan benar-benar mempraktikkannya. 

Itu artinya, fiksi bukan cuma mengaktifkan imajinasi, melainkan juga bisa mengaktifkan perbuatan.  Fiksi Neno bisa mengaktifkan orang berderma untuk Prabowo-Sandi. Fiksi Marissa mungkin menggerakkan orang mengkritik Undang-Undang Cipta Kerja. Indoktrinasi terorisme mendorong banyak orang melakukan misi bunuh diri demi membunuh banyak orang lain. Sebagian kita mengatakan mereka yang berderma, mengkritik undang-undang, atau melakoni terorisme demi masuk surga ialah orang-orang yang gampang dibohongi, mudah dibodohi. 

Terakhir, saya ingin mengutip pernyataan satire sejarawan Yuval Noah Harari. Di artikelnya di New York Times edisi 24 Mei 2019, Harari mengatakan, ”Sifat ganda akan kekuasaan dan kebenaran menghasilkan  kenyataan ganjil bahwa manusia mengetahui lebih banyak kebenaran jika dibandingkan dengan binatang, tetapi kita juga percaya kepada lebih banyak omong kosong. Kita makhluk di muka Bumi yang paling pintar sekaligus paling gampang dibodohi. Kelinci tidak tahu E=MC2, tidak tahu usia Bumi kira-kira 13,8 miliar tahun, tidak tahu DNA terdiri dari cytocine, guanine, adenine, dan thymine. Di sisi lain, kelinci tidak percaya pada fantasi mitologis dan absurditas ideologi. Kelinci tidak menabrakkan pesawat ke World Trade Center dengan harapan masuk surga dilayani 72 kelinci bidadari perawan.”



Berita Lainnya
  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita