Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Preman Dambaan Rakyat

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
08/7/2020 05:00
Preman Dambaan Rakyat
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

DUA peristiwa premanisme baru-baru ini menggegerkan Tanah Air. Pertama, pembunuhan yang dilakukan tokoh preman John Kei terhadap anak buah tokoh preman saingannya, Nus Kei. Kedua, aksi anggota DPR yang mengusir direktur satu holding BUMN lalu meminta jatah corporate social responsibility atau CSR untuk daerah pemilihannya yang oleh sejumlah media digambarkan sebagai premanisme politik.

Istilah preman pertama kali lahir di dunia perkebunan di Deli, Sumatra Timur, kini Medan, Sumatra Utara. Preman berasal dari bahasa Belanda vrijeman. Vrije berarti bebas dan man laki-laki. Vrijeman kira-kira artinya laki-laki  bebas. Dalam bahasa Inggris disebut free man. Dari sisi etimologis atau asal muasal bahasa tidak ada preman perempuan.

Ceritanya, perkebunan di Deli tempo dulu mempekerjakan kuli Jawa, Tionghoa, juga Tamil. Namun, ada orang-orang yang menolak bekerja di perkebunan. Mereka inilah yang disebut vrijeman. Vrijeman dalam makna harfiahnya ialah mereka yang bebas atau tidak terikat dengan perkebunan.

Vrijeman ketika itu berhati mulia. Mereka sering kali tampil membela para kuli dari kekejaman tuan kebun. Rakyat menyukai mereka. Rakyat menyediakan mereka makan-minum gratis. Mereka bebas makan-minum. Bebas yang dalam bahasa Belanda disebut vrije, dilafalkan prei oleh lidah Melayu. Preman karena itu bisa pula singkatan dari prei makan-minum.

Para penguasa dan pengusaha perkebunan menganggap preman pembuat onar. Namun, ada pula tuan kebun yang memanfaatkan para preman untuk menangkap dan menghukum para kuli yang berulah. Kekuasaan memanfaatkan preman. Kekuasaan berselingkuh dengan preman.

Dalam perkembangannya, preman lebih banyak menyusahkan rakyat ketimbang melindungi rakyat. Pertarungan dua organisasi pemuda yang sering dikaitkan dengan premanisme di Medan menghadirkan ketakutan pada warga. Perkelahian kelompok John Kei dan Nus Kei di Jakarta pasti membuat rakyat takut.

Para preman sering memeras. Mereka menakut-nakuti seraya berjanji melindungi rakyat dengan imbalan. Satu penelitian mengungkap, pada kerusuhan Mei 1998 di Medan, para preman mengancam menjarah warga Tionghoa, tetapi berjanji melindungi mereka dengan imbalan. Kelompok yang sering disebut preman berjubah mendatangi pemilik majalah Playboy Indonesia di Bali dan berjanji tidak akan mengajukan banding atas kasus majalah yang dituduh porno itu asalkan sang pemilik mentraktir dan mengongkosi mereka naik haji. Ini serupa anggota DPR tadi yang mengancam mengusir direktur satu BUMN seraya meminta imbalan CSR.

Kekuasaan rupanya meniru tuan kebun memanfaatkan dan melindungi para preman. Sebagai imbalan, penguasa memberi mereka kewenangan mengelola lahan parkir atau menjadi penjaga keamanan. “Tercipta perbedaan kabur antara preman dan kekuasaan,” kata Jemma Purdey dalam buku Anti-Chinese Violence in Indonesia 1996-1999.

Banyak contoh perselingkuhan kekuasaan dan preman. Pada 1965, negara menganggap penjarahan, kekerasan, bahkan pembunuhan terhadap kalangan Tionghoa oleh satu kelompok pemuda seusai peristiwa G-30 S sebagai kriminal biasa, bukan tindakan rasial. Satu organisasi yang dikaitkan dengan premanisme berunjuk rasa menandingi unjuk rasa mahasiswa menjelang Sidang MPR 1978. Polisi yang menembaki rumah tokoh preman di Medan setelah anak buah sang preman membunuh seorang polisi ‘ditegur’ pihak militer di penghujung Orde Baru. Kandidat kepala daerah di Sumatra Utara memanfaatkan jasa preman supaya menang di Pilkada Sumut 2008. Bahkan, kekuasaan pula yang melahirkan kelompok yang kelak disebut preman berjubah menjelang reformasi.

Dunia terbalik. Kini preman yang coba ‘memanfaatkan’ kekuasaan. Tim kuasa hukum John Kei diberitakan mengirim surat kepada Presiden Jokowi. Mereka minta bertemu Jokowi supaya mendapat perlindungan presiden dari intervensi kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan dalam proses hukum terhadap John Kei.

Kita mendambakan preman beraksi serupa awal kelahirannya, yakni membela dan melindungi rakyat. Rakyat menginginkan preman beraksi serupa Robin Hood atau si Pitung. Akan tetapi, dambaan semacam ini kiranya utopis belaka, mustahil terjadi. Tiada jalan lain untuk menghilangkan premanisme, kecuali kekuasaan tak menyelingkuhinya dan tegas menindaknya secara hukum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)