Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Selamatkan Pertanian

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
12/6/2020 05:00
Selamatkan Pertanian
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PEMERINTAH telah memutuskan memberi kesempatan kepada sembilan sektor untuk memulai kembali kegiatan mereka. Kesembilan sektor tersebut dipilih karena risiko penyebaran covid-19 rendah, tetapi memberi dampak yang besar kepada pembukaan lapangan pekerjaan dan signifikan kepada perekonomian.

Sembilan sektor itu ialah pertanian dan peternakan, perkebunan, perikanan, industri manufaktur, konstruksi, logistik, transportasi barang, pertambangan, dan perminyakan.

Pilihan pemerintah secara bertahap membuka kegiatan masyarakat produktif dan aman covid-19 merupakan langkah yang tepat. Kita memang harus menemukan model yang tepat sebelum semua kegiatan diperbolehkan untuk bergerak lagi. Dengan langkah bertahap ada kesempatan untuk melakukan penyesuaian, perbaikan dengan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi.

Dashboard yang dimiliki Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memang bisa memantau penyebaran virus di seluruh Indonesia setiap hari. Dari pengolahan data yang dilakukan setiap minggu, maka bisa diketahui perubahan status di setiap kabupaten/kota. Pekan ini misalnya, sistem ‘Bersatu Lawan Covid-19’ mencatat perubahan 10 status kabupaten/kota dari zona hijau menjadi zona kuning.

Apabila perubahannya menuju oranye atau merah, kabupaten/kota akan kembali ditutup dan dilarang melakukan kegiatan masyarakatnya. Ini tentunya menjadi pemacu kepada Ketua Gugus Tugas di kabupaten/kota agar selalu mengingatkan warganya untuk disiplin menerapkan protokol keamanan. Kalau semua komponen yang ada di kabupaten/kota tidak mengindahkan protokol kesehatan, mereka semua akan kembali ke kehidupan yang penuh dengan pembatasan.

Pemberian kesempatan kepada sembilan sektor untuk memulai kembali kegiatan mereka sangat baik untuk membangun harapan masyarakat dan sekaligus menyelamatkan negara ini, terutama pembukaan sektor pertanian baik itu pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan sangat berkaitan dengan ketersediaan pangan nasional.

Hasil kajian Institut Pertanian Bogor pantas membukakan kesadaran kita semua. Pandemi covid-19 sekarang ini sangat memukul sektor pertanian. Kalau sektor ini tidak diselamatkan, yang dipertaruhkan adalah eksistensi negara ini.

Mengapa? Hasil produk pertanian bisa turun sampai minus 10,4% karena pembatasan orang untuk melakukan kegiatan di sektor pertanian. Kalau sekarang kegiatan pertanian diperbolehkan untuk dilakukan kembali, dibutuhkan stimulus kepada para petani. Dengan stimulus itu pun, produksi pertanian tidak bisa terhindarkan akan tetap turun minus 2,86%.

Bagaimana dengan jumlah lapangan pekerjaan? Jumlah orang yang bisa diserap di sektor pertanian kalau tidak dilakukan pemberian stimulus akan berkurang sampai 17,78%. Kalau pemerintah memberikan stimulus, pengurangan daya serap tenaga kerja bisa sedikit diperbaiki, tetapi tetap terjadi penurunan sebesar 7,75%.

Yang paling dikhawatirkan ialah menurunnya daya beli petani sebab 60% penduduk Indonesia masih hidup dari sektor pertanian. Kalau daya beli mereka menurun tajam, kemampuan konsumsi akan ikut menurun dan ini akan berdampak kepada industri lain.

Untuk itulah pemerintah harus memberikan stimulus kepada keluarga petani. Hal itu harus dilakukan dua cara sekaligus, yaitu pertama, memberikan bantuan langsung tunai kepada keluarga petani agar mereka masih memiliki daya beli. Kedua, memberi stimulus berupaya modal untuk input produksi pertanian mereka.

Hasil analisis yang dilakukan peneliti IPB, apabila stimulus tidak diberikan, daya beli petani akan menurun sampai 10,55%. Kalau pemerintah bisa secara tepat memberi stimulus, bukan hanya penurunan daya beli bisa ditekan sampai 3,9%, tetapi bahkan pada akhir tahun ini daya beli petani masih bisa tumbuh sebesar 0,63%.

Kita tidak pernah bosan mengingatkan pemerintah untuk fokus kepada sektor pertanian karena ini merupakan kekuatan sekaligus kelemahan kita. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang kalau bisa kita optimalkan  bisa memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat. Sayang, sektor pertanian setelah swasembada pangan 1984 sedikit dilupakan dan akibatnya kita terlalu tergantung pada impor.

Sekarang jangan lupa, dunia dihadapkan kepada kemungkinan penurunan produksi pangan akibat pandemi covid-19. Semua negara fokus kepada pemenuhan kebutuhan negaranya sendiri. Kalau tidak mampu memenuhi kebutuhan sendiri, kita akan dihadapkan kekurang an pangan dan itu akan memberatkan rakyat untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

Kelemahan yang kita miliki, krisis pangan bisa berimbas kepada krisis politik. Sejak zaman Orde Lama, pemerintahan bisa dipaksa diturunkan ketika tidak mampu memenuhi kebutuhan rakyat. Pemerintah Orde Baru bahkan berani membayar at all cost demi memenuhi kebutuhan pangan rakyat.

Sekarang ini seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk membangun kembali sektor pertanian. Kalau kita konsentrasi penuh kepada pembenahan sektor pertanian, ini bisa menjadi pendorong kebangkitan ekonomi pascapandemi covid-19. Kita memiliki pasar yang besar untuk dijadikan pijakan membangun pertanian. Bahkan dengan itulah kita bisa ikut memberi ‘makan’ kepada dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)