Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

4 Sehat, 5 Sempurna

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
26/5/2020 11:10
4 Sehat, 5 Sempurna
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PENGALAMAN 2,5 bulan percepatan penanganan virus korona atau covid-19 memberikan pelajaran berharga tentang praktik-praktik yang harus dilakukan semua komponen bangsa dalam menghadapi wabah covid-19. Kolaborasi pentahelix berbasis komunitas menjadi kunci kekuatan karena tidak mungkin wabah covid-19 hanya ditangani oleh pemerintah sendirian.

Setiap lapisan masyarakat mulai akademisi, dunia usaha, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta media massa harus dilibatkan dalam upaya bersama menghadapi wabah covid-19. Pengalaman DKI Jakarta, Bodetabek, dan Jawa Barat menunjukkan ketika kebersamaan bisa dibangun dan ada sikap seia-sekata dari semua komponen bangsa, kita bisa melakukan pengendalian penyebaran virus. Memang proses ini tidak sekali jadi, tetapi dari perjalanan waktu akhirnya bisa dicapai sebuah pemahaman bersama.

Provinsi Bali bisa menjadi contoh lain dalam pengendalian wabah covid-19. Tanpa harus menerapkan pembatasan sosial berskala besar, Bali bisa melakukan pengendalian lebih baik. Kuncinya adalah satu pandangan antarpimpinan daerah dalam mengambil langkah tindakan serta peran serta masyarakat yang diawasi langsung oleh lembaga adat.

Dua minggu ke depan sebelum diambil langkah pengurangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) perlu dilakukan penguatan. Terutama pada daerah-daerah yang menjadi episentrum baru dan grafik penularan sedang meningkat.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 perlu hadir langsung untuk menguatkan pimpinan daerah sekaligus membagikan pengalaman dua setengah bulan menangani covid-19. Terutama cara membangun kebersamaan di antara komponen di daerah serta edukasi dan sosialisasi yang tidak boleh bosan untuk dilakukan.

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang perlu diberikan penguatan. Ketidakmampuan untuk mengendalikan penyebaran covid-19 akan membuat anggota masyarakat bisa jatuh sakit dan kalau terlalu banyak korban yang jatuh akan menurunkan moral seluruh bangsa.

Dua setengah bulan yang sudah kita lewati jangan dibiarkan berlalu begitu saja. Prinsip untuk 'menjaga yang sehat tetap sehat, yang kurang sehat dibuat menjadi sehat, dan yang sakit kita obati sampai sembuh' harus menjadi prinsip yang dipegang oleh semua pimpinan Gugus Tugas Daerah. Kolaborasi pentahelix berbasis komunitas harus juga dilakukan Gugus Tugas Daerah agar pemerintah daerah tidak merasa bekerja sendirian.

Langkah penguatan daerah perlu lebih gencar dilakukan karena kita harus mampu mengendalikan penyebaran covid-19. Kondisi itu merupakan prasyarat sebelum kita menjalankan new normal atau kehidupan normal yang baru.

New normal yang berbasis protokol kesehatan hanya akan bisa dilaksanakan apabila ada peran serta dari semua komponen masyarakat. Disiplin diri dan disiplin kolektif harus selalu saling diingatkan agar kita semua selamat dari ancaman covid-19.

Ke depan masyarakat harus menjadi pengawas dari anggota masyarakat lainnya. Mereka yang tidak menjalankan protokol kesehatan harus “dihukum” oleh masyarakat sendiri.

Gerakan '4 Sehat, 5 Sempurna' yakni pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan tidak panik, serta makan makanan bergizi, harus digulirkan. Kita bisa belajar dari masyarakat Tiongkok yang mengubah kultur meludah di sembarang tempat, menjadi tidak meludah. Mereka menggunakan anak-anak sekolah untuk menjadi pengingat orang tua yang meludah sembarangan.

Pesan '4 Sehat, 5 Sempurna' di era covid-19 akan lebih mudah menancap di benak seluruh anggota masyarakat apabila yang mengingatkan “anak-anak” kita. Orang pasti akan malu kalau anaknya mengingatkan dia untuk peduli kepada protokol kesehatan.

Kita sedih melihat perilaku banyak masyarakat yang menganggap enteng masalah covid-19. Mereka sama sekali tidak memedulikan keselamatan dirinya. Padahal keharusan menggunakan masker ketika keluar rumah pertama-tama adalah untuk keselamatan dirinya. Demikian pula dengan menjaga jarak maupun selalu mencuci dengan sabun dan air mengalir.

Wali Kota New York Michael Cuomo mengatakan, penggunaan masker ketika di luar rumah juga merupakan penghormatan kepada orang lain. Dengan menggunakan masker, kita mengurangi kemungkinan orang lain tertular oleh kita. Sebaliknya ketika orang lain juga menggunakan masker artinya dia mengurangi kemungkinan menular kepada kita.

Rasa tanggung jawab terhadap keselamatan orang lain harus melekat pada diri semua kita. Tidak bisa lagi kita bersikap masa bodoh, karena satu saja orang bersikap sembarangan, maka jutaan orang yang akan ikut menderita.

 

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)