Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

4 Sehat, 5 Sempurna

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
26/5/2020 11:10
4 Sehat, 5 Sempurna
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PENGALAMAN 2,5 bulan percepatan penanganan virus korona atau covid-19 memberikan pelajaran berharga tentang praktik-praktik yang harus dilakukan semua komponen bangsa dalam menghadapi wabah covid-19. Kolaborasi pentahelix berbasis komunitas menjadi kunci kekuatan karena tidak mungkin wabah covid-19 hanya ditangani oleh pemerintah sendirian.

Setiap lapisan masyarakat mulai akademisi, dunia usaha, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta media massa harus dilibatkan dalam upaya bersama menghadapi wabah covid-19. Pengalaman DKI Jakarta, Bodetabek, dan Jawa Barat menunjukkan ketika kebersamaan bisa dibangun dan ada sikap seia-sekata dari semua komponen bangsa, kita bisa melakukan pengendalian penyebaran virus. Memang proses ini tidak sekali jadi, tetapi dari perjalanan waktu akhirnya bisa dicapai sebuah pemahaman bersama.

Provinsi Bali bisa menjadi contoh lain dalam pengendalian wabah covid-19. Tanpa harus menerapkan pembatasan sosial berskala besar, Bali bisa melakukan pengendalian lebih baik. Kuncinya adalah satu pandangan antarpimpinan daerah dalam mengambil langkah tindakan serta peran serta masyarakat yang diawasi langsung oleh lembaga adat.

Dua minggu ke depan sebelum diambil langkah pengurangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) perlu dilakukan penguatan. Terutama pada daerah-daerah yang menjadi episentrum baru dan grafik penularan sedang meningkat.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 perlu hadir langsung untuk menguatkan pimpinan daerah sekaligus membagikan pengalaman dua setengah bulan menangani covid-19. Terutama cara membangun kebersamaan di antara komponen di daerah serta edukasi dan sosialisasi yang tidak boleh bosan untuk dilakukan.

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang perlu diberikan penguatan. Ketidakmampuan untuk mengendalikan penyebaran covid-19 akan membuat anggota masyarakat bisa jatuh sakit dan kalau terlalu banyak korban yang jatuh akan menurunkan moral seluruh bangsa.

Dua setengah bulan yang sudah kita lewati jangan dibiarkan berlalu begitu saja. Prinsip untuk 'menjaga yang sehat tetap sehat, yang kurang sehat dibuat menjadi sehat, dan yang sakit kita obati sampai sembuh' harus menjadi prinsip yang dipegang oleh semua pimpinan Gugus Tugas Daerah. Kolaborasi pentahelix berbasis komunitas harus juga dilakukan Gugus Tugas Daerah agar pemerintah daerah tidak merasa bekerja sendirian.

Langkah penguatan daerah perlu lebih gencar dilakukan karena kita harus mampu mengendalikan penyebaran covid-19. Kondisi itu merupakan prasyarat sebelum kita menjalankan new normal atau kehidupan normal yang baru.

New normal yang berbasis protokol kesehatan hanya akan bisa dilaksanakan apabila ada peran serta dari semua komponen masyarakat. Disiplin diri dan disiplin kolektif harus selalu saling diingatkan agar kita semua selamat dari ancaman covid-19.

Ke depan masyarakat harus menjadi pengawas dari anggota masyarakat lainnya. Mereka yang tidak menjalankan protokol kesehatan harus “dihukum” oleh masyarakat sendiri.

Gerakan '4 Sehat, 5 Sempurna' yakni pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan tidak panik, serta makan makanan bergizi, harus digulirkan. Kita bisa belajar dari masyarakat Tiongkok yang mengubah kultur meludah di sembarang tempat, menjadi tidak meludah. Mereka menggunakan anak-anak sekolah untuk menjadi pengingat orang tua yang meludah sembarangan.

Pesan '4 Sehat, 5 Sempurna' di era covid-19 akan lebih mudah menancap di benak seluruh anggota masyarakat apabila yang mengingatkan “anak-anak” kita. Orang pasti akan malu kalau anaknya mengingatkan dia untuk peduli kepada protokol kesehatan.

Kita sedih melihat perilaku banyak masyarakat yang menganggap enteng masalah covid-19. Mereka sama sekali tidak memedulikan keselamatan dirinya. Padahal keharusan menggunakan masker ketika keluar rumah pertama-tama adalah untuk keselamatan dirinya. Demikian pula dengan menjaga jarak maupun selalu mencuci dengan sabun dan air mengalir.

Wali Kota New York Michael Cuomo mengatakan, penggunaan masker ketika di luar rumah juga merupakan penghormatan kepada orang lain. Dengan menggunakan masker, kita mengurangi kemungkinan orang lain tertular oleh kita. Sebaliknya ketika orang lain juga menggunakan masker artinya dia mengurangi kemungkinan menular kepada kita.

Rasa tanggung jawab terhadap keselamatan orang lain harus melekat pada diri semua kita. Tidak bisa lagi kita bersikap masa bodoh, karena satu saja orang bersikap sembarangan, maka jutaan orang yang akan ikut menderita.

 

 



Berita Lainnya
  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita