Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Merdeka Belajar Belajar Merdeka

Usman Kansong, Dewan Redaksi Media Group
09/5/2020 05:30
Merdeka Belajar Belajar Merdeka
Usman Kansong, Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

MERDEKA Belajar maksudnya merdeka dalam belajar atau belajar secara merdeka. Belajar merdeka ialah orang yang sedikit banyak alam pikirannya masih terjajah, belum merdeka sepenuhnya, baru belajar untuk merdeka.

Konsep Merdeka Belajar sebagaimana dicanangkan Mas Menteri Nadiem Makarim sesungguhnya punya pijakan teoretis lumayan kuat. Itu artinya konsep Merdeka Belajar bukan barang baru, sekurang-kurangnya dalam tataran teoretis. Penerapannya di negara ini yang mungkin baru. Ia baru diterapkan ketika Mas Nadiem menjabat Mendikbud.

Ivan Illich pada 1970-an menelurkan konsep deschooling society. Konsep ini hendak mengatakan bersekolah tidak otomatis belajar, belajar tidak harus di sekolah. Belajar bebas di mana saja. Pandemi covid-19 membuktikan itu. Kita semua belajar di rumah, bukan di sekolah.

Paolo Freire pada 1960-an menggagas ide pendidikan sebagai praktik pembebasan. Pendidikan semestinya membebaskan. Pendidikan bisa membebaskan bila kita belajar secara bebas, belajar secara merdeka, merdeka belajar.

John Dewey pada 1916 menyebut pendidikan merupakan wahana menuju masyarakat demokratis. Pendidikan bisa melahirkan manusia demokratis jika ia ditempuh secara demokratis pula. Pendidikan demokratis melahirkan manusia demokratis.

Pandemi covid-19 ini makin mengukuhkan konsep Merdeka Belajar. Pandemi covid-19 membawa kita pada kondisi ketidakpastian. Idealnya, kata psikolog Sonia Bishop, kita mengambil pendekatan model free learning, bukan model-based learning, untuk menilai risiko dalam menghadapi ketidakpastian.

Model-free learning ialah merdeka berpikir. Model berpikir seperti ini memerdekakan kita untuk coba-coba (trial and error). Kita terus memperbarui apa yang kita coba itu. Negara-negara pada dasarnya menggunakan model ini ketika mencoba menghadapi pandemi covid-19. Negara mengambil kebijakan yang sifatnya trial and error dan terus memperbaruinya sampai ditemukan kebijakan yang betul-betul pas. Itulah sebabnya negara-negara menerapkan kebijakan berbeda-beda bahkan berubah-ubah dalam mengatasi pandemi covid-19.

Dalam konteks belajar, berpikir merdeka membuat kita kreatif mencoba berbagai hal tanpa takut salah atau dipersalahkan. Thomas Alfa Edison konon mencoba dan gagal 9.000 kali sebelum sukses menemukan bola lampu yang kelak mengubah hidup kita.

Model-based learning ialah menyimulasikan pengalaman masa lalu ke masa depan. Model berpikir seperti ini membuat kita panik. Kita menyimulasikan lockdown di negara lain kepada negara kita. Kita panik ketika negara lain menerapkan lockdown, sementara negara kita tidak.

Dalam konteks belajar, pengalaman orang lain yang tak lulus ujian nasional membuat kita panik; kita lalu berbuat curang karena panik takut tak lulus ujian nasional itu.

Konsep dan kebijakan Merdeka Belajar ini mendapat tantangan dari mereka yang belajar merdeka. Sekali lagi, mereka disebut belajar merdeka karena pikiran mereka belum merdeka, terjajah kemapanan selama ini, baru belajar untuk merdeka.

Merdeka Belajar mentransformasikan pendidikan dari pengajaran ke pembelajaran. Beban pengajaran berpusat pada guru. Pembelajaran mendistribusikan beban belajar pada guru, siswa, bahkan orangtua. Belajar secara tatap muka di kelas biasanya berbentuk pengajaran. Belajar secara daring ialah pembelajaran.

Mereka yang terjajah proses pengajaran protes atau mengeluh dengan belajar daring. Kata mereka, belajar daring tidak humanis, tidak efektif. Mereka yang terjajah alam pikirannya oleh metode pengajaran mengatakan pelatihan daring dalam program kartu prakerja tidak efektif, tidak bermanfaat. Padahal, pembelajaran secara daring bila dilakukan dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan hasil hebat karena peserta aktif belajar, bukan pasif diajar.

Meski begitu, kata Mas Menteri Nadiem, tidak akan ada regulasi soal belajar daring. “Kalau pakai regulasi, bukan Merdeka Belajar. Saya diberi tugas oleh Presiden untuk melakukan deregulasi dan debirokratisasi,” kata Mas Menteri. Mas Menteri Nadiem mamaparkan konsep dan praktik Merdeka Belajar dalam kuliah umum Reformasi Pendidikan Nasional yang diselenggarakan Media Indonesia secara daring pada 5 Mei 2020.

Dalam konsep Merdeka Belajar, kurikulum serupa restoran yang menyediakan beragam menu untuk dipilih. Kurikulum bukan menyediakan mata pelajaran seragam sehingga siswa tak punya pilihan. Siswa merdeka memilih menu mata pelajaran yang disukai, yang menjadi passion-nya. Itu artinya Merdeka Belajar mentransformasikan pendidikan keseragaman menuju pendidikan keberagaman.

Karena siswa bebas memilih mata pelajaran, tidak ada yang namanya ujian, apalagi ujian nasional. Yang ada asesmen. Ujian nasional mengkhayalkan siswa di mana pun berada di seluruh Indonesia punya minat, bakat, isi kepala seragam. Namun, mereka yang belajar merdeka, yang cara berpikirnya terjajah kemapanan ujian nasional, menentang dihapuskannya ujian nasional tersebut.

Semoga mereka yang baru belajar merdeka kembali ke jalan yang benar, ke jalan Merdeka Belajar.

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita