Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Jangan Pingpong

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
21/4/2020 05:30
Jangan Pingpong
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KASUS baru covid-19 kembali ditemukan di Tiongkok. Sebanyak 12 warga negeri itu kembali terpapar virus korona. Padahal, Tiongkok baru saja merayakan lepasnya mereka dari penderitaan virus yang berbahaya itu. Wuhan baru saja membuka kembali aktivitas keseharian mereka.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo benar ketika mengatakan, dunia ini belum pernah akan bisa aman sepanjang ada negara yang masih dilanda wabah covid-19. Ibarat main pingpong, virus ini akan selalu berpindah dari satu negara ke negara lain.

Mantan PM Inggris Gordon Brown mendesak adanya upaya bersama yang dilakukan seluruh negara di dunia dalam menghadapi covid-19. Tidak bisa seperti sekarang, semua negara hanya fokus kepada dirinya sendiri. Tanpa ada langkah yang terorkestrasi, virus korona ini akan terus menjadi ancaman bagi umat manusia.

Brown menyesalkan negara G-7 pun kehilangan kebersamaannya. AS yang selama ini tampil menjadi pemimpin dunia cenderung menjadi inward looking. Padahal, ketika dunia terpuruk akibat Perang Dunia II, AS tampil membantu negara-negara Eropa membangun kembali negara mereka yang hancur akibat perang.

Kritikan keras ditujukan kepada Presiden Donald Trump yang memutuskan menghentikan kontribusi negaranya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump menuduh lembaga lebih memedulikan Tiongkok dalam menghadapi wabah ini, padahal kontributor terbesar WHO ialah AS.

Langkah Trump ini dinilai banyak pihak lebih untuk menutup ketidakmampuan dirinya dalam mengendalikan penyebaran virus korona. AS sekarang menjadi negara paling banyak terpapar covid-19, demikian pula jumlah warganya yang meninggal. Padahal dalam situasi seperti sekarang semua negara harus mendukung WHO karena lembaga itulah yang bisa dijadikan acuan dalam menangani covid-19.

Sekarang ini kita sangat mengandalkan para ilmuwan. Nasib umat manusia berada di tangan mereka. Kita berharap, para ilmuwan bisa segera menemukan vaksin covid-19 sehingga kita semua bisa memiliki kekebalan terhadap virus korona.

Waktu empat bulan 2020 yang kita lewati terasa begitu lama. Perintah untuk menjaga jarak, bekerja dari rumah guna memutuskan rantai penyebaran telah membuat banyak orang merasa lelah. Apalagi, kegiatan ekonomi nyaris terhenti sehingga mulai meminta korban pemutusan hubungan kerja.

Di AS sudah sekitar 22 juta orang kehilangan pekerjaan. Di Indonesia sudah hampir 2 juta orang terkena PHK. Semakin lama pandemi ini berlangsung akan semakin banyak orang menganggur. Bahkan, tidak sedikit perusahaan akan gulung tikar.

Tiongkok yang sejak Januari menerapkan lockdown dan terhenti kegiatan ekonominya, kuartal I tahun ini perekonomiannya anjlok sampai minus 6,85%. Ini merupakan kejadian pertama sejak 28 tahun terakhir. Selama ini Tiongkok selalu tumbuh luar biasa, bahkan sampai 2008 selalu tumbuh dua digit.

Kita sendiri baru awal Maret mengumumkan secara resmi adanya kasus covid-19. Dampak ekonomi belum terlalu dirasakan kuartal I ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi kita pada tiga bulan pertama ini berada di kisaran 4,5% sampai 4,9%. Namun, dengan perlambatan yang dirasakan mulai April ini, kuartal II bisa anjlok lebih dalam lagi.

Kondisi yang lebih buruk itulah yang harus kita antisipasi. Terutama mereka yang harus menerima PHK, dan bahkan anjlok menjadi kelompok keluarga miskin. Bahkan, usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama ini tahan terhadap guncangan ekonomi, kali ini sangat terpukul.

Tantangan kita ke depan ialah bagaimana tetap menjaga harapan. Di tengah kesulitan yang dihadapi, masyarakat tidak boleh sampai kehilangan harapan. Paling tidak harapan untuk bisa hidup dan menghidupi keluarganya.

Kementerian Sosial harus bekerja cepat dan tepat untuk mendistribusikan bantuan hidup bagi keluarga yang terdampak covid-19. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang pernah berpengalaman membagikan bantuan langsung tunai, tidak ada salahnya diminta bantuannya. Bantuan senilai Rp600 ribu untuk setiap keluarga sebaiknya jatuh ke tangan ibu rumah tangga agar bisa dipakai sepenuhnya untuk keperluan keluarga.

 Kita tahu bahwa belum pernah kita menghadapi kondisi seperti ini. Keseimbangan antara menjaga keselamatan warga dari ancaman covid-19 dan kesulitan ekonomi di sisi yang lain membutuhkan totalitas dalam bekerja dan empati untuk bisa merasakan suasana batin yang sedang dialami seluruh warga bangsa.

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)