Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Paskah Maya

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media group
13/4/2020 05:30
Paskah Maya
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media group(MI/Tiyok)

MENONTON siaran langsung ritual keagamaan seperti misa di internet sudah biasa. Ditonton sama seperti program penyiaran lainnya sekilas pandang. Selama ini tidak pernah fokus melihat, hanya curi-curi pandang di sela-sela rutinitas harian.

Ada yang berbeda saat menonton misa di internet selama masa darurat kesehatan masyarakat akibat pandemi covid-19. Menonton misa kali ini sebagai kebutuhan rohani, setidaknya bagi saya pribadi. Internet memungkinkan berpartisipasi dalam Paskah maya.

Misa ditonton karena pintu gereja ditutup rapat-rapat. Pemerintah mengambil kebijakan beribadah di rumah, selain bekerja dari rumah dan belajar dari rumah.

Beribadah di rumah selama Tri Hari Suci Paskah pengalaman pertama. Sepanjang hidup, dua hari besar keagamaan tidak pernah absen ke gereja, yaitu Natal dan Paskah. Karena itu, disebut agama napas alis Natal dan Paskah. Hari Minggu lainnya memilih di rumah atau sesekali mengantar istri dan anak ke gereja.

Meski mencoba mengikuti misa Paskah dengan fokus, kegelisahan terus saja mampir. Ada pergolakan batin. Apakah mengikuti misa di rumah bisa menggantikan misa di gereja? Apakah perayaan ekaristi online sebuah sakramen?

Kegelisahan itu dibuang ke laut agar tidak menggerus imunitas tubuh. Hati dibawa riang sambil mendendangkan lagu Hatiku Gembira, “Hatiku gembira, alleluya, karena Tuhan mendatangi umat-Nya.”

Agak lega membaca dokumen Gereja dan Internet yang diterbitkan Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia, 2019. Gereja mengakui internet. Disebutkan, media komunikasi sosial, sebagaimana ditegaskan Konsili Vatikan II, merupakan ‘penemuan-penemuan teknologi yang mengagumkan’.

Lebih dari temuan yang mengagumkan, Paus Fransiskus pada 2014 menyebut internet seperti hadiah dari Tuhan. Internet sangat membantu manusia dalam menjalin hubungan sosial tanpa terikat ruang dan waktu.

Tambah lagi fungsi internet selama masa covid-19. Internet membantu untuk tetap mendekatkan orang dengan Tuhannya, setidaknya lewat misa online. Yesus yang mengalahkan maut itu yang datang ke rumah.

Sebagai hadiah dari Tuhan, internet eloknya dipakai untuk memuliakan kemanusiaan, bukan merendahkan harkat dan martabat manusia dengan menyebarkan hoaks. Karena itulah, mengawali masa pra-Paskah kali ini, Paus Fransiskus meminta umat Katolik berhenti mencerca orang di media sosial.

Pandangan Paus Fransiskus soal internet sejalan dengan Ensiklik Miranda Prorsus dari Paus Pius XII tahun 1957. Internet dipandang sebagai anugerah Allah, dimaksudkan untuk menyatukan manusia dalam ikatan persaudaraan, agar menjadi teman sekerja dalam rencana-rencana penyelamatan-Nya.

Terus terang, internet telah menyatukan seisi rumah untuk bersama-sama khusyuk mengikuti Paskah online kali ini. Ibadah di rumah ternyata asyik-asyik saja sekalipun dunia maya tidak bisa menggantikan realitas sakramental.

Pengalaman misa melalui internet setidaknya mendorong orang untuk menghayati iman secara lebih penuh dan memperkaya kehidupan religius para penggunanya.

Menghayati iman secara lebih penuh semakin terbantu karena di rumah bebas mengikuti misa sesuai selera yang disiarkan melalui live streaming. Hampir semua mimbar bertalian dengan covid-19.

Covid-19, sebagaimana diutarakan Paus Fransiskus, ialah respons alami terhadap sikap manusia yang tidak memedulikan krisis ekologi saat ini. Segala sesuatu di muka bumi ini diciptakan untuk kepentingan manusia. Namun, apakah manusia sudah memanfaatkan ciptaan itu untuk membangun kesejahteraan umat?

Jujur dikatakan bahwa kerakusan manusia mengakibatkan hutan rusak. Organisasi Jaringan Pemantau Hutan Independen, Forest Watch Indonesia (FWI) menyatakan angka laju deforestasi selama 2013 hingga 2017 mencapai 1,47 juta hektare per tahunnya.

Kerakusan manusia itulah yang ditentang masyarakat Luwuk dan Lolok di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT. Masyarakat menolak kehadiran pabrik semen dan tambang batu kapur di daerah mereka. Para petani gigih mempertahankan hak mereka atas lahan pertanian dari caplokan pertambangan atas restu otoritas lokal.

Covid-19 semakin menyadarkan manusia untuk segera kembali ke alam melalui pemurnian hati. Memurnikan hati dengan cinta kasih dan solidaritas sambil berselancar mencari Mahaada di internet.

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)