Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Selamat Menjalankan Ibadah Korona

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
11/4/2020 05:30
Selamat Menjalankan Ibadah Korona
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Tiyok)

YANG baik-baik biasanya dianjurkan dilakukan. Yang baik-baik malah sering diwajibkan dijalankan. Akan tetapi, saat ini, yang baik-baik disarankan tidak dilakukan bahkan dilarang dan diharamkan dijalankan. Mudik itu baik. Di dalamnya terkandung silaturahim.

Silaturahim itu mendatangkan rezeki dan memanjangkan usia. Oleh karena itu, mudik dianjurkan dilakukan. Silaturahim itu ibadah sosial. Karena ibadah, ada yang mengatakan dia kewajiban. Mudik diwajibkan dilaksanakan. Akan tetapi, saat ini, mudik yang baik itu tidak dianjurkan.

Pemerintah pusat dan pemerintah darah mengimbau masyarakat tidak mudik. Padahal, sebelumnya pemerintah memfasilitasi mudik.  Mengelola mudik dengan baik menjadi salah satu ukuran keberhasilan pemerintahan. Mudik bahkan dilarang. Pemerintah melarang aparatur sipil negara, juga anggota TNI dan Polri mudik.

Pemerintah dituntut melarang rakyat mudik. Pemerintah tidak mungkin melarang rakyat mudik karena pemerintah memutuskan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), bukan lockdown. Bila memutuskan lockdown, pemerintah tidak perlu melarang mudik karena mudik itu otomatis terlarang. Bukan tidak mungkin mudik kelak diharamkan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Majelis Ulama Indonesia mempertimbangkan menerbitkan fatwa mudik haram. Penyebab mudik dianjurkan tidak dilakukan, dilarang, atau kelak diharamkan, apa lagi kalau bukan pandemi virus korona.

Ritual mudik yang pasti menciptakan kerumunan menjadi medium paling efektif bagi penyebaran virus korona. Setiap kegiatan yang menimbulkan kerumunan disarankan tidak dilakukan bahkan dilarang. Sebentar lagi Ramadan. Bakal banyak ibadah berkerumun atau berjemaah di masjid, seperti salat Tarawih.

Salat sangat dianjurkan dilakukan berjemaah di masjid karena ganjarannya berlipat. Bakal banyak pula kegiatan berkerumun seperti buka puasa bersama, termasuk mudik.

Akan tetapi, kita diminta menahan diri dulu untuk tidak melaksanakan ibadah atau kegiatan berkerumun. Otoritas keagamaan melakukan berbagai upaya mencegah orang beribadah secara berkerumun. Masjid Istiqlal meniadakan salat Tarawih.

Tausiah Ramadan dilakukan secara daring. Tidak ada pula buka puasa bersama yang biasanya dihadiri 3.000 sampai 7.000 orang. Sebagai gantinya masjid terbesar di Asia Tenggara ini membagikan buka puasa di sejumlah titik.

Salat Tarawih di rumah saja, berjemaah bersama keluarga. Buka puasa di rumah saja bersama keluarga. Dengarkan tausiah di rumah saja bersama keluarga. Bukan ibadahnya yang sebetulnya dilarang, melainkan kerumunannya. Kepatuhan menjaga jarak fisik dan sosial bahkan dalam beribadah bisa dikatakan kewajiban.

Bukankah mencegah yang mendatangkan mudarat lebih utama daripada yang mendatangkan manfaat? Lebih utama tidak salat Tarawih berjemaah di masjid untuk mencegah mudarat penyebaran virus korona daripada salat Tarawih berjemaah di masjid yang mendatangkan manfaat pahala berlipat.

Lebih baik tidak mudik supaya orangtua dan sanak keluarga di kampung halaman terhindar dari mudarat terjangkit virus korona daripada mudik untuk bersilaturahim yang mendatangkan manfaat rezeki dan umur panjang. Selamat menjalankan ibadah korona. Selamat menjalankan ibadah yang lebih mengutamakan pencegahan mudarat terjangkit virus korona daripada menjalankan ibadah yang mendatangkan manfaat ganjaran berlipat.

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)