Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Set Ulang Ekonomi

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
07/4/2020 05:10
Set Ulang Ekonomi
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

DISKUSI Fareed Zakaria di Program GPS CNN Minggu malam membahas dampak pandemik virus korona terhadap perekonomian dunia. Menjadi pertanyaan besar, apakah kejadian sekarang ini akan menciptakan great depression seperti dirasakan dunia pada 1930.

Bayangan suram akibat krisis kesehatan ini memang begitu nyata. Peraih Nobel Ekonomi, Paul Krugman, menyebutkan sekarang ini saja sudah sekitar 10 juta orang Amerika kehilangan pekerjaan. Keharusan untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak membuat perekonomian nyaris terhenti.

Tidak ada satu pun yang bisa memperkirakan sampai kapan kondisi ini terus berlangsung. Dan yang paling dikhawatirkan, sejauh mana kekuatan ekonomi perusahaan, negara, dan dunia mampu menopang beban krisis ini.

Sekarang ini boleh dikatakan, tidak ada satu pun negara terbebas dari ancaman virus korona. Semua berkonsentrasi untuk menyelamatkan jiwa warganya. Segala daya dilakukan untuk membatasi penyebaran dan mengurangi mortalitas yang terjadi.

Namun, harus disadari, untuk menopang upaya penyelamatan warga ini dibutuhkan anggaran. Dana itu hanya bisa didapatkan apabila ada kegiatan ekonomi yang bisa dilakukan. Sekarang ketika semua bisnis nyaris terhenti, tidak ada pemasukan baik yang diterima pengusaha maupun negara yang berasal dari pajak.

Kita diingatkan oleh sebuah pepatah Inggris yang mengatakan, “frugality is the mother of prosperity, sikap hemat itu kunci dari kemakmuran.” Siapa yang bisa selamat dari situasi seperti sekarang adalah mereka yang mampu mengelola uang dengan baik.

Ketika great depression melanda dunia, perekonomian terpukul sangat dalam. Pengangguran di AS melonjak sampai 23%, bahkan ada banyak negara yang sampai meningkat 33%. Perdagangan dunia pun anjlok lebih dari 50%.

Di tengah kemiskinan yang dialami banyak warga, Presiden AS Franklin Delano Roosevelt mengambil kebijakan yang disebut New Deal. Intinya, bagaimana negara mendorong program pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, bendungan, pelabuhan, secara besar-besaran agar masyarakat mempunyai pekerjaan.

Jalan yang sama sepertinya harus kita lakukan ke depan. Sekarang ini kita mulai melihat bagaimana banyak orang mulai kehilangan pekerjaan. Mulai dari mereka yang bekerja harian sampai pekerja tetap seperti yang bekerja di industri perhotelan. Bahkan dampak lebih lanjut sudah dirasakan di mana usaha mikro, kecil, dan menengah kehilangan bisnis. Peternak ayam pun kini terjepit oleh tingginya harga pakan dan tidak ada pihak mau membeli ayam mereka.

Semua negara sekarang harus mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Kita tidak mungkin menggantungkan nasib kepada negara lain, karena semua negara juga menghadapi persoalan yang sama.

Dalam situasi krisis seperti ini kita harus bergerak cepat.  Kondisi ekonomi ke depan harus bisa dipetakan secara cermat dan diantisipasi langkah yang harus dilakukan. Keterlambatan dalam bertindak akan membuat krisis kesehatan yang sedang kita hadapi sekarang berubah menjadi krisis ekonomi dan salah-salah menjadi krisis sosial.

Tentu kita tidak mengharapkan itu terjadi. Tetapi kondisi terburuk harus berani kita petakan agar ada kemauan untuk segera bertindak. Berulangkali kita sampaikan, kita tidak mempunyai banyak pilihan. Kondisi sekarang ini, kita bukan sedang menghadapi pilihan antara baik dan buruk, tetapi antara buruk dan kurang buruk.

Kita harus berani menerima kalau pun pilihan yang harus diambil itu adalah langkah paling pahit. Seperti Amerika saat menghadapi great depression, mereka harus mulai dari titik nol. Namun, dengan pengalaman yang dimiliki, percepatan pemulihan bisa dilakukan.

Sekarang ada yang memperkirakan, paling tidak dibutuhkan waktu minimal tiga tahun untuk bisa kembali ke kondisi normal, saat wabah virus korona ini berakhir kelak. Sepanjang ini bisa dikomunikasikan dengan baik dan ada kemampuan untuk menjaga harapan rakyat, tidak ada yang salah dengan beban yang harus kita tanggung bersama. Yang penting komandan harus jelas untuk memimpin bangsa ini menghadapi tantangan.

Semua negara bahkan harus bersiap mengeset ulang perekonomian negaranya akibat pandemik virus korona. Kita gunakan sumber daya alam yang masih kita miliki dan angkatan kerja produktif yang ada untuk membangun kembali negara tercinta ini.



Berita Lainnya
  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita