Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Bantuan Langsung Tunai

Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group
03/4/2020 05:30
Bantuan Langsung Tunai
(MI/EBET)

WABAH virus korona tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat. Yang lebih mengkhawatirkan masyarakat dunia, krisis kesehatan ini kemudian mengimbas ke krisis ekonomi dan juga sosial. Terhentinya kegiatan bisnis dan ekonomi akan menimbulkan malapetaka baru.

Dana Moneter Internasional sudah memastikan, pandemi virus korona menyebabkan resesi global. Perekonomian dunia akan tertekan sangat dalam, sehingga perlu mulai dipikirkan cara pemulihannya.

Negara-negara maju sudah menyiapkan stimulus ekonomi berskala raksasa. Presiden AS Donald Trump sudah menggelontorkan dana US$2,2 triliun, di mana sebagian besar di dalamnya diperuntukkan agar membuat perekonomian masih bisa berputar.

Mesin ekonomi tidak boleh dibiarkan sampai terhenti. Satu bagian saja tidak bergerak akan merontokkan seluruh kerja mesin. Sebab, setiap bagian sangat membutuhkan dukungan bagian lain untuk bisa bergerak.

Tidak salah apabila Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan, kondisi terburuk ekonomi yang juga akan kita bisa hadapi. Apabila wabah virus korona ini tidak berakhir sampai kuartal terakhir, kita bisa menghadapi pertumbuhan negatif sampai minus 0,4%.

Bagaimana lalu mencegah jangan sampai kondisi yang buruk itu terjadi? Pemerintah harus memberikan stimulus. Terutama stimulus kepada kelompok masyarakat yang terdampak akibat covid-19. Terutama kelompok masyarakat yang sampai harus kehilangan pekerjaan.

Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan Menkeu untuk merombak anggaran pendapatan dan belanja negara. Dana-dana yang tidak terpakai seperti biaya rapat dan perjalanan dinas dialihkan untuk bantuan sosial. Kelompok masyarakat bawah harus segera menerima dana jaring pengaman sosial agar tetap bisa mempunyai daya beli dan itu yang akan menggerakkan ekonomi yang lebih besar.

Pemberian jaring pengaman sosial harus dilakukan cepat. Kita tidak boleh membiarkan ada kelompok masyarakat yang sampai merasa frustrasi. Tidak tahu apa yang harus dilakukan karena tidak punya uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Teringat pengalaman gejolak harga minyak dunia pada 2005, sehingga pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono harus memberikan dana langsung tunai. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ketika itu diminta membuat program pemberian BLT agar masyarakat tidak tertekan kehidupannya oleh kenaikan harga bahan bakar minyak.

Jusuf Kalla sempat meminta tolong Bank Dunia untuk menyusun cara penyaluran yang tepat. Namun, Bank Dunia membutuhkan waktu dua tahun untuk membuatnya. Waktu dua tahun sudah membuat negara ini ambruk karena rakyat telanjur menderita dan marah.

Akhirnya, Jusuf Kalla membuat sendiri boleh penyaluran BLT. Bantuan diserahkan langsung melalui RT-RT. “Kalau pun 10% salah sasaran, ada 90% yang sampai kepada yang memang berhak. Yang terpenting masyarakat bisa dibantu dan tidak harus menghadapi kesulitan,” ujar Wapres Jusuf Kalla yang ikut menyerahkan langsung BLT di kawasan kumuh Jakarta Utara.

Caveat yang bisa dipetik, dalam kondisi krisis jangan berharap bisa membuat kebijakan sempurna. Sebab pilihan yang dihadapi saat krisis bukanlah antara baik dan buruk, tetapi antara yang buruk dan kurang buruk, antara evil and less evil.

Untuk itulah kita mengingatkan Menteri Sosial tidak berlama-lama mengambil langkah menjalankan perintah Presiden. Salurkan segera anggaran Rp110 triliun yang sudah dialokasikan untuk jaring pengaman sosial. Sekarang sudah banyak warga tidak mempunyai pendapatan karena pembatasan untuk bisa keluar rumah.

Satu lagi yang harus dipikirkan pemerintah, industri yang masih berjalan jangan dibiarkan sampai terganggu. Industri makanan dan minuman, industri farmasi, dan industri lain yang memengaruhi kehidupan masyarakat, harus diupayakan bisa berjalan. Termasuk industri karton yang dibutuhkan untuk membungkus makanan dan minuman yang akan didistribusikan.

Sekarang banyak industri yang mulai berteriak kekurangan bahan baku. Persediaan mereka hanya tinggal sampai Mei. Pasokan terhambat bukan hanya karena protokol covid-19, tetapi banyak kementerian tidak mengambil keputusan. Padahal Presiden sudah mengingatkan, di samping persoalan penanganan virus korona, jangan sampai kegiatan lain yang membangunkan harapan masyarakat ikut terganggu.



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)