Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Untuk Indonesia

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
18/2/2020 05:10
Untuk Indonesia
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

 

KEINGINAN Presiden Joko Widodo membuat terobosan besar dengan menyederhanakan peraturan berkaitan dengan investasi bukan baru dilontarkan. Dalam pidato setelah memenangi Pemilihan Presiden April 2019, ia menyampaikan visi Indonesia Maju. Salah satunya ialah rencana untuk mengajukan rancangan undang-undang omnibus guna menggantikan 74 undang-undang yang selama ini menghambat investasi.
       
Jokowi ketika itu menyampaikan harapan agar rencananya tersebut mendapat dukungan dari DPR dan juga masyarakat. Hal itu karena langkah yang akan dilakukan lebih ditujukan menciptakan lapangan pekerjaan agar bisa menurunkan angka pengangguran dan dengan itu memperbaiki kehidupan rakyat.
       
Kita sering mengatakan manusia itu merupakan homo faber. Manusia baru merasa menjadi manusia yang berguna apabila ia memiliki pekerjaan. Tugas negara sesuai dengan konstitusi memberikan pekerjaan dan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat.
       
Ketika kita berbicara soal lapangan pekerjaan dan kehidupan yang layak, maka mau tidak mau kita harus melihat kondisi negara lain. Salah satu yang pantas dijadikan perbandingan ialah Thailand dan Vietnam, bagaimana mereka bisa menarik investasi dan menekan tingkat pengangguran.
         
Bayangkan, tingkat pengangguran di Thailand hanya sekitar 1%. Vietnam yang baru akhir 1980-an membangun negaranya bisa cepat mengatasi ketertinggalan. Dalam waktu 30 tahun mereka bisa naik dari negara berpendapatan rendah menjadi negara berpendapatan menengah. Tingkat pengangguran di negara itu tercatat 3,5%.
          
Persis seperti yang kita lakukan di zaman Orde Baru dulu, Vietnam membuka seluas-luasnya investasi sepanjang mempekerjakan warga mereka. Vietnam benar-benar memberikan karpet merah kepada investasi asing, termasuk dari 'musuh lama' mereka, AS. Apple, misalnya, sedang merelokasi pabrik Airpod dari Tiongkok ke Vietnam.
          
Tidak usah heran apabila investasi asing langsung ke Vietnam naik terus dalam 5 tahun terakhir. Tahun lalu investasi asing langsung yang masuk ke Vietnam mencapai US$31,8 miliar, sedangkan Indonesia hanya memperoleh investasi sekitar US$28,1 miliar.
          
Dengan basis industri yang kuat, bukan hanya keterampilan bangsa yang meningkat, basis ekonomi juga menjadi lebih kukuh. Baik Thailand maupun Vietnam tidak lagi mengenal defisit perdagangan. Bahkan neraca transaksi berjalan kedua negara itu selalu positif angkanya.
          
Kita tidak boleh seperti katak dalam tempurung. Kita harus bisa keluar dari perangkap ekonomi yang menyulitkan kita sebagai bangsa. Masih tingginya angka pengangguran dan angka kemiskinan harus menjadi pemikiran kita bersama. Presiden Jokowi bahkan menyebut kita perlu melakukan transformasi ekonomi.
          
It’s take two to tango. Bahkan kita membutuhkan bukan hanya dua, menlainkan juga tiga pihak untuk menari tango. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat madani harus duduk bersama-sama memikirkan cara untuk membuat lebih banyak warga bangsa ini menjadi manusia produktif.
          
Tidak mungkin kita bisa bersaing dengan Thailand dan Vietnam kalau semangatnya saling penuh curiga seperti sekarang. Kita tahu RUU omnibus yang sudah diajukan ke DPR bukanlah rancangan yang sempurna. Tugas kita bersama untuk mengkaji dan memberikan masukan agar tercapai kesempurnaan seperti yang kita harapkan. Kita tidak mungkin menyusun sebuah undang-undang yang baik kalau sekadar dicari kekurangannya, tanpa mau memberikan alternatif lebih baik.
       
Kita harus kembali ke akar persoalan yang kita hadapi sekarang ini. Begitu banyaknya dana yang ada di dunia, tetapi sedikit yang masuk ke Indonesia. Penyebabnya ialah banyaknya aturan yang membelit dan akhirnya membuat frustrasi investor.
     
RUU omnibus mencoba menyederhanakan semua itu. Kewenangan yang ada di daerah akan ditarik ke pusat apabila dalam periode tertentu tidak kunjung selesai. Kita tidak ingin kalah dengan negara lain untuk memberikan karpet merah sepanjang bisa membuka kesempatan kerja bagi rakyat.
           
Bukan hanya dari sisi perizinan yang akan disederhanakan dalam upaya membuka lapangan pekerjaan. Pemerintah juga bersedia menurunkan tarif pajak demi masuknya investasi yang bisa membuka lapangan kerja.
           
Kita tentu tidak menutup mata terhadap kekhawatiran masuknya penumpang gelap dalam penyusunan RUU omnibus ini. Pembahasan yang akan dilakukan DPR merupakan kesempatan untuk mengoreksi agar dihasilkan sebuah peraturan yang benar-benar bisa membuat Indonesia melakukan transformasi ekonomi.

 

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)