Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Manuver Gerindra

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
23/1/2020 05:10
Manuver Gerindra
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menerima dua nama baru calon wakil gubernur DKI Jakarta, Nurmansjah Lubis dari Partai Keadilan Sejahtera dan Riza Patria dari Partai Gerindra, pada Selasa (21/1).

Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria sebenarnya bukanlah nama baru dalam politik. Nurmansjah pernah dua periode menjabat di DPRD DKI, sedangkan Riza Patria saat ini merupakan anggota DPR RI.

Dua nama itu selanjutnya diserahkan Anies kepada DPRD DKI Jakarta untuk dipilih. Pemilihan tidak bisa segera dilaksanakan, sebab DPRD Jakarta periode 2019-2024 belum memiliki tata tertib. Pengesahan tata tertib sudah diagendakan pada 28 Januari.

Tata tertib DPRD yang mengatur pemilihan pengganti Sandiaga Uno itu harus memenuhi ketentuan Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Pemilihan dilakukan dalam rapat paripurna DPRD.

DPRD terlebih dulu membentuk panitia pemilihan. Dua calon itu akan menyampaikan visi dan misi dalam rapat paripurna. Meski demikian, visi dan misi yang disampaikan tentu tidak boleh berseberangan dengan visi dan misi Anies-Sandi saat kampanye 2017. Visi mereka ialah Jakarta kota maju, lestari, dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan semua.

Rapat itu memenuhi kuorum jika dihadiri setengah plus satu anggota DPR DKI sebanyak 106 orang. Jadi, rapat dianggap kuorum jika dihadiri minimal 54 anggota.

Bagaimana menentukan suara sah? Penentuan suara sah itu bersifat politis. Sejauh ini ada dua opsi yang berkembang di kalangan anggota dewan. Pertama, calon terpilih berdasarkan suara terbanyak dari rapat pemilihan saat itu.

Opsi kedua, wagub terpilih harus mendapat suara setengah plus satu dari jumlah anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna pemilihan. Jika anggota Dewan yang hadir sebanyak 54 orang, calon harus mendapatkan minimal 28 suara untuk dapat terpilih.

Kalau tidak ada calon yang mendapatkan suara setengah plus satu, tentu saja dua-duanya tidak terpilih. Partai pengusung harus mengajukan calon baru lagi.

Bagaimana peluang Nurmansjah Lubis dan Riza Patria? Anggota DPRD mestinya memilih berdasarkan visi dan misi yang disampaikan kedua calon. Akan tetapi, itu hanya teori yang ada dalam literatur ilmu politik.

Politik praktis di Indonesia berjalan jauh sekali dari literatur. Kekuasaan itu sepenuhnya ada di tangan partai, anggota DPRD hanyalah pion dalam permainan catur politik. Tidak tunduk pada putusan partai, siap-siap angkat kaki dari DPRD.

Dengan demikian, menebak wagub terpilih tidak susah-susah amat. Cukup melihat konstalasi kekuatan politik di pusat. Ada partai politik yang tergabung dalam pemerintahan dan ada partai politik yang berada di luar pemerintahan.

Ada 10 partai politik penghuni Kebon Sirih, markas DPRD DKI. Mereka ialah PDIP dengan 25 kursi, Gerindra (19), PKS (16), Partai Demokrat (10), PAN (9), PSI (8), NasDem (7), Golkar (6), PKB (5), dan PPP memiliki satu kursi.

Dari 10 partai itu, tiga partai yang saat ini berada di luar pemerintahan, yaitu PKS, Demokrat, dan PAN. Ketiga partai itu, jika bersatu, hanya mengantongi 33% jumlah kursi di DPRD DKI Jakarta, atau sebanyak 35 kursi dari 106 kursi yang ada. Adapun partai yang berada dalam pemerintahan sebanyak 71 kursi.

Konstalasi politik di tingkat pusat itulah yang antara lain menyebabkan berhentinya pemilihan wagub DKI sejak Agustus 2019. Saat itu, semua nama calon berasal dari PKS, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Hubungan antara Gerindra dan PKS masih mesra, tapi keduanya minoritas di DPRD sehingga tak kunjung terlaksana rapat pimpinan gabungan DPRD DKI.

Manuver Gerindra memunculkan nama baru calon wagub tentu saja kurang menguntungkan PKS. Sebab, sejak awal, jatah kursi Wakil Gubernur DKI digadang-gadang sebagai milik PKS.

Posisi calon wagub yang diusung Gerindra, Riza Patria, saat ini di atas angin karena partai besutan Prabowo Subianto itu sudah bergabung dalam pemerintahan.

PKS yang mengusung Nurmansjah Lubis sangat memahami peta kekuatan politik di DPRD DKI. Karena itulah Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Mohammad Arifin meminta kepada aparat penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi, agar ikut mengawasi pemilihan wagub di DPRD DKI.

Siapa pun Wagub DKI Jakarta yang terpilih, tentulah dia yang terbaik buat warga Jakarta dan bisa bekerja sama dengan gubernur.



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)