Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Wahyu dan PDIP

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
13/1/2020 05:10
Wahyu dan PDIP
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PADA mulanya Wahyu Setiawan ialah anak nakal yang baik. Rekam jejaknya tidak perlu diragukan lagi. Dua kali ia menjabat ketua KPU kabupaten, satu periode menjadi anggota KPU provinsi.

Dengan berbekal 15 tahun pengalaman sebagai penyelenggara pemilu dan pemilu kada, Wahyu Setiawan mendaftarkan diri sebagai calon komisioner KPU periode 2017-2022.

Kenakalan Wahyu Setiawan mulai tampak pada saat ia mengikuti uji kelayakan dan kepatutan pada 3 April 2017 di Komisi II DPR. Ia tampil sebagai bintang dalam uji tersebut.

Ruang rapat mendadak gemuruh, tepuk tangan membahana. Para anggota dewan terkesima dengan jawaban lantang Wahyu Setiawan. Ia menjawab secara lugas isu yang sedang hangat saat itu, yaitu menyangkut hubungan KPU dan DPR.

Hubungan KPU periode 2012-2017 dengan Komisi II DPR sempat memanas gara-gara KPU mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi atas Pasal 9 UU 10/2016 tentang Pilkada.

Pasal itu menyebutkan tugas dan wewenang KPU dalam penyelenggaraan pemilihan meliputi menyusun dan menetapkan peraturan KPU dan pedoman teknis untuk setiap tahapan pemilihan setelah berkonsultasi dengan DPR, dan pemerintah dalam forum rapat dengar pendapat yang keputusannya bersifat mengikat.

Forum rapat dengar pendapat yang keputusannya bersifat mengikat itu dinilai memasung kemandirian KPU sehingga diuji konstitusionalitasnya. Sebagian besar calon mendukung sikap KPU yang mempertahakan kemandirian.

Akan tetapi, Wahyu Setiawan berpendapat sebaliknya. Menurut dia, rapat konsultasi ialah ajang yang baik untuk bertarung dan bertempur gagasan dalam rangka pembentukan peraturan KPU di bawah undang-undang. Karena itu, ia tidak setuju atas sikap KPU yang mengajukan judicial review. Bahkan, ia berani mengundurkan diri dari KPU jika tetap melakukan judicial review.

"Untuk menguji ketegasan Saudara, saya mau tanya. Kalau besok KPU baru nanti melakukan judicial review lagi, akan melakukan sikap keluar dari KPU?" tanya Komarudin Watubun, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP.

Tanpa dendeng aling-aling, Wahyu Setiawan menjawab lugas, "Berani!" Tepuk tanganlah seisi ruangan.

Jawaban lugas Wahyu itulah yang mengantarkan dirinya meraih suara terbanyak saat Komisi II melakukan voting. Dia terpilih sebagai komisioner KPU periode 2017-2022. Meski meraih suara terbanyak, ia melepas begitu saja jabatan Ketua KPU.

Selama tiga tahun menjadi komisioner KPU, Wahyu Setiawan tercatat sebagai sosok yang amat vokal menolak koruptor mengisi jabatan publik. Sikap itulah yang mengantarkan dirinya selalu tampil di ruang publik mewakili institusi.

Dua tahun menjelang purnatugas sebagai komisioner, timbul kegusaran dalam diri Wahyu Setiawan terkait dengan masa depan kariernya. Sepertinya dia ingin mengikuti jejak komisioner sebelumnya yang menjadi politikus lewat partai penguasa.

Dalam konteks itulah dapat dipahami Wahyu Setiawan membangun relasi dengan PDIP. Ia sedang menginvestasi jasa baiknya di partai politik pemenang pemilu dua kali.

Jasa baik saja tidak cukup, politik membutuhkan modal tidak sedikit. Pada titik inilah Wahyu Setiawan memasang tarif atas jasanya untuk meloloskan calon yang diusung DPP PDIP lewat mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatra Selatan I.

PAW tidak berjalan mulus tanpa intervensi KPU. Bukankah Fahri Hamzah yang sudah dipecat dari partainya tidak bisa dicopot dari DPR karena KPU tidak mau setelah ada putusan pegadilan?

Putusan pengadilan pula yang mengantarkan Mulan Jameela dilantik sebagai anggota DPR. PN Jakarta Selatan menetapkan partai berhak menentukan calon anggota legislatif jika suara partai lebih besar daripada suara individu.

KPU patuh pada putusan pengadilan, tapi tidak dalam kasus PDIP. Wahyu Setiawan membaca ada peluang memenangkan Harun Masiku yang diusung DPP PDIP untuk menggantikan Riezky Aprilia yang ditetapkan KPU sebagai anggota DPR dari dapil Sumsel I. Peluang terbuka lebar karena Mahkamah Agung memenangkan gugatan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada 19 Juli 2019.

Ketika anak nakal yang baik pada mulanya itu memanfaatkan peluang untuk memperkaya diri sendiri, di situlah ia nakal sesungguhnya, berpotensi menjadi penjahat alias koruptor.



Berita Lainnya
  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita