Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Defisit Membengkak

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
10/1/2020 05:10
Defisit Membengkak
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan defisit anggaran 2019 tercatat sebesar Rp353 triliun atau 2,2% dari produk domestik bruto. Angka defisit itu membengkak jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai rekor defisit terendah, yakni 1,82% dari PDB.

Sri Mulyani mengakui, membengkaknya defisit anggaran 2019 disebabkan tidak tercapainya penerimaan negara. Total penerimaan negara dari pajak hingga bea dan cukai hanya mencapai 90% dari target.

Akibatnya, penerimaan negara hanya tumbuh 0,7% jika dibandingkan dengan penerimaan tahun lalu. Adapun belanja negara tumbuh 4,4% bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Kondisi itu sepantasnya membuat kita lebih saksama mengatur keuangan negara. Tahun ini bukan jaminan bahwa keadaan akan lebih baik. Bahkan dengan tekanan yang harus dihadapi, baik karena perang dagang maupun ketegangan yang terutama terjadi di Timur Tengah, sisi penerimaan tahun ini bisa lebih buruk daripada sekarang ini.

Untuk itulah tidak bosan kita mengingatkan agar sisi belanja negara dipergunakan lebih cermat. Belanja-belanja yang tidak perlu harus dikurangi. Fokuskan belanja negara pada hal yang bisa memutar perekonomian yang lebih besar.

Pekerjaan rumah para menteri untuk menyisir rencana belanja yang hendak dilakukan. Pemborosan yang tidak perlu harus dipangkas. Kita tidak mungkin lebih besar pasak daripada tiang.

Para pejabat negara harus memahami bahwa anggaran belanja negara harus bisa menjadi stimulus ekonomi yang lebih besar. Meski kontribusinya hanya 15% kepada pertumbuhan ekonomi, belanja negara yang tepat sasaran akan membuat dunia usaha terdorong untuk memainkan peran lebih sentral dalam pembangunan.

Apalagi jika para pejabat negara itu mau menyadari pentingnya peran kebijakan publik yang mereka punyai. Peraturan-peraturan yang dikeluarkan, apabila pro kepada dunia usaha, akan membuat para pengusaha lebih berani untuk menanamkan modal mereka.

Satu yang harus ditanamkan kepada kita sebagai bangsa, perekonomian kita tetap terus bertumbuh. Pada 2018 PDB kita berada di angka sekitar Rp15.000 triliun, dan akhir tahun lalu meningkat menjadi sekitar Rp16.000 triliun.

Pertumbuhan 5% yang bisa kita raih tidak boleh bosan-bosan harus dijelaskan kepada masyarakat agar kita lebih percaya diri. Namun, itu saja memang tidak cukup. Harus ada sinyal seperti yang kita mintakan di atas, yakni semua kementerian dan pemerintah daerah membelanjakan anggaran secara lebih bertanggung jawab dan mengeluarkan kebijakan yang lebih ramah kepada dunia usaha.

Kalau pemerintah ingin pertumbuhan di atas 5%, kuncinya berada di tangan para pengusaha. Pemerintah harus pandai-pandai untuk membujuk mereka agar mau menanamkan modal.

Dunia usaha hanya membutuhkan situasi aman dan aturan pasti untuk mengembangkan usaha mereka. Satu lagi yang mereka harapkan ialah level playing field. Bisnis itu harus berpihak kepada mereka yang bekerja sungguh-sungguh, bukan yang hanya mengejar privilese.

Tahun lalu para pengusaha dihadapkan pada ketidakpastian karena pemilihan presiden yang memancing kebencian di antara sesama bangsa. Ketika pemilu selesai, ternyata banyak kebijakan pemerintah yang mengamputasi kaki kita sendiri.

Kalau kita mau selamat tahun ini, pertama-tama pemerintah yang harus mau berubah. Janganlah pemerintah menjadi pihak yang merasa tahu dan benar sendiri. Sekali lagi perlu dibangun komunikasi dengan masyarakat agar kebijakan publik yang dikeluarkan benar-benar pro kepada pembangunan yang menyejahterakan rakyat.

Kemajuan sebuah negara ditentukan oleh sinergi yang bisa dibangun trisektor, yaitu pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat madani. Ketiga pilar itu harus saling menopang, bukan bersaing dan bahkan saling menjatuhkan.

Kita pasti akan bisa maju apabila mampu membangun kebersamaan dan kekompakan. Sebaliknya, kita pasti akan terpuruk di tahun yang penuh tekanan ini kalau kita berjalan sendiri-sendiri dan tidak mau peduli terhadap keadaan yang dihadapi pihak lain.

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)