Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Reynhard

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
08/1/2020 05:10
Reynhard
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PUBLIK di Indonesia dalam beberapa hari terakhir heboh dengan pemberitaan Reynhard Sinaga. Reynhard warga negara Indonesia yang sedang menempuh pendidikan doktoral di Inggris dan tinggal di Manchester. Reynhard divonis bersalah oleh pengadilan karena memerkosa 190 laki-laki.

Kita mendadak heboh dengan kasus Reynhard karena bisa dikatakan kita sebelumnya tak pernah mendengarnya. Kelihatannya, otoritas di Inggris baru memublikasikan kasus ini secara luas setelah pengadilan menjatuhkan vonis.

Kita tak pernah mengetahui penangkapan Reynhard. Media baru mengungkap kronologi penangkapan Reynhard setelah pengadilan memvonisnya.

Pun kita sebelumnya sepertinya tak pernah mengetahui proses persidangan kasus itu. Sistem hukum di Inggris memang membatasi peliputan di ruang persidangan dan pemberitaannya karena khawatir memengaruhi keputusan juri.

BBC salah satu media Ingris yang memberitakan perkara Reynhard. Saya menyaksikan beritanya dalam bentuk video versi Indonesia yang viral di media sosial.

BBC memberitakan kasus Reynhard lempeng saja, tanpa bumbu stereotip. Stereotip adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok atau identitas tempat orang tersebut dapat dikategorikan.

Tentu saja berita menyebut Reynhard alumnus Universitas Indonesia sebagai latar belakang, tetapi tak ada kesan stereotip dalam penyebutan itu. Pemerkosaan bisa dilakukan alumni UI, ITB, USU, UIN, Leeds, Harvard, atau universitas abal-abal sekalipun. UI semestinya tidak perlu reaktif sampai menerbitkan rilis segala. Tidak ada kok yang sampai menggeneralisasi bahwa alumni UI serupa Reynhard.

Berita juga menyebut bahwa Reynhard tinggal di Kota Depok, Jawa Barat. Namun, penyebutan itu tak lantas membuat saya yang orang Depok baper, bawa-bawa perasaan, merasa malu menjadi orang Depok lalu berencana pindah ke Manchester. Untungnya, setahu saya, Wali Kota Depok tidak sampai membuat rilis berisi imbauan agar jangan mengaitkan Reynhard dengan Depok. Pemerkosaan bisa dilakukan orang Depok, Bandung, Jakarta Manchester, New York, Jerusalem, Vatikan, atau Mekah sekalipun.

Pun berita menyebut nama Reynhard Sinaga. Itu pun tak perlu membuat orang bermarga Sinaga sedunia merasa bersalah dan malu lalu mencopot nama Sinaga itu dari nama lengkapnya untuk sementara. Tak perlu juga menyingkat Sinaga menjadi S sehingga Sabar Sinaga menjadi Sabar S, misalnya. Pemerkosaan bisa saja dilakukan orang bermarga Batak, Flores, atau orang tak bermarga sekalipun.

Berita BBC juga tak menyebut secara verbal orientasi seksual Reynhard. Ini yang paling sensitif. Jika disebutkan secara berlebihan, bisa menimbulkan stigma bahwa lelaki yang punya orientasi seksual serupa Reynhard cenderung pemerkosa.

Kemarin, mediaindonesia.com menurunkan berita terjemahan dari media Inggris yang menyebutkan kira-kira, 'Di antara korbannya ialah laki-laki lurus dan homoseksual, mahasiswa, profesional, hingga satu anggota militer Inggris (RAF)'. Saya mengoreksi terjemahan frasa 'laki-laki lurus' karena ini bisa memunculkan kesan dan stereotip negatif bahwa laki-laki yang orientasi seksualnya serupa Reynhard mencong alias menyimpang. Saya meminta frasa itu diubah dengan frasa netral, misalnya 'laki-laki heteroseksual'.

Pemerkosaan bisa dilakukan orang bergender apa pun terhadap sesama gender atau gender berbeda. Umumnya lelaki memerkosa perempuan. Akan tetapi, ada beberapa kasus perempuan memerkosa laki-laki. Dalam kasus Reynhard, lelaki memerkosa laki-laki. Ada, meski mungkin jarang, kasus perempuan memerkosa perempuan.

Bahkan, pemerkosaan bisa terjadi dalam perkawinan. Itu yang namanya pemerkosaan dalam rumah tangga, yang terjadi ketika istri menolak 'nganu' dengan suami, tetapi sang suami memaksanya.

Pengadilan Inggris memvonis Reynhard bukan karena identitas-identitas yang ada pada dirinya, melainkan karena perbuatannya. BBC memberitakan perbuatan Reynhard, bukan memberitakan identitas-identitas yang melekat dalam dirinya. Kita pun, bila ingin mengecam Reynhard, kecamlah dia karena perbuatannya, bukan karena identitas-identitas yang dipunyainya.



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)