Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Setelah Rekonsiliasi

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
31/12/2019 05:30
 Setelah Rekonsiliasi
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet )

HARI ini kita sama-sama akan meninggalkan 2019 untuk menjelang 2020. Kita pantas bersyukur mampu melewati tahun penuh tantangan. Sepuluh bulan kita dihadapkan kepada situasi yang nyaris membelah kita. Pemilihan Presiden yang digelar membuat kita khawatir akan masa depan bangsa ini.

Dalam situasi penuh ketidakpastian, wajar apabila banyak orang menahan diri. Penurunan penjualan durable goods menggambarkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Bersyukur dalam kondisi seperti itu, pertumbuhan ekonomi kita masih berada di kisaran 5%. Padahal kondisi global pun tidak kalah menekan.

Kita semakin bersyukur dua bulan terakhir terjadi rekonsiliasi. Sikap Presiden Joko Widodo memasukkan calon presiden Prabowo Subianto ke dalam kabinet merupakan langkah politik yang menenangkan. Apalagi Prabowo pun dengan besar hati mau menerima tawaran duduk di dalam Kabinet Indonesia Maju.

Angin pesimisme berubah menjadi optimisme. Konsolidasi politik membuat kalangan dunia usaha melihat masa depan Indonesia menjadi cerah kembali. Setidaknya lima tahun ke depan ada stabilitas politik yang memungkinkan para pengusaha mengembangkan bisnis mereka.

Modal politik ini tentunya sangat bermanfaat bagi kita untuk menapaki 2020. Apalagi kalau kita bisa menyelesaikan perbedaan di tengah masyarakat. Kita harus mencari jalan bagaimana mengakhiri sikap syakwasangka di antara masyarakat agar kekuatan dari bangsa ini bisa menjadi modal sosial yang bermanfaat untuk kemajuan.

Perbaikan hubungan di antara masyarakat harus dimulai dari para pemimpin. Para anggota kabinet sekarang ini harus fokus bekerja sesuai dengan tantangan yang dihadapi di depan. Jangan energi ini dibuang-buang hanya untuk melihat ke belakang, mencari kelemahan pemimpin yang lama.

Kita pantas belajar kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Selama dua bulan ini yang dilakukan ialah konsolidasi ke dalam. Ia juga aktif untuk membangun komunikasi dengan menteri-menteri pertahanan negara sahabat seperti Filipina, Tiongkok, dan Turki.

Semua itu dilakukan tanpa publikasi berlebihan. Prabowo memanfaatkan kedutaan besar Indonesia sebagai pihak yang menyampaikan informasi ke publik. Tidak ada sama sekali pernyataan yang menyinggung kebijakan menteri sebelumnya.

Dengan rendahnya kontroversi yang dimunculkan, justru ia bisa bekerja lebih maksimal. Itulah yang seharusnya dilakukan menteri-menteri yang lain. Ketenangan pada tingkat pemerintahan akan beresonansi kepada masyarakat karena tidak ada hal yang harus menjadi kontroversi baru.

Kita berharap tahun baru ini menjadi momentum untuk terus membangun. Seluruh energi yang kita miliki dipakai untuk hal-hal produktif. Para menteri tidak hanya bekerja dengan giat, tetapi memberi masukan yang benar kepada Presiden.

Jangan biarkan Presiden mendapatkan informasi tidak utuh. Akibatnya, pernyataan yang disampaikan menjadi tidak akurat. Seperti angka penghematan yang bisa kita dapatkan dari penggunaan diesel B-30 atau manfaat pembangunan kilang.

Kita tentu mendukung kebijakan B-30 dan pembangunan kilang karena kita membutuhkan itu. Tetapi, angka penghematan tidak sespektakuler yang disampaikan, karena kita masih harus mengimpor metanol untuk pembuatan B-30 dan minyak mentah untuk diolah menjadi bahan bakar minyak. Janganlah Presiden dibiarkan menjadi tidak kredibel di mata masyarakat.

Di tahun baru yang penuh tantangan, Presiden perlu memiliki think-tank yang kuat. Apalagi kita harus memadukan optimisme di dalam negeri dengan pesimisme yang terjadi di tingkat global. Presiden harus mendapat masukan dari orang-orang yang bukan sekadar punya pengetahuan, tetapi punya pemahaman Indonesia yang dalam.

Tidak mungkin Presiden bisa membuat kebijakan yang tepat apabila didampingi orang-orang yang masih bau kencur. Kita memang hidup di era milenial, tetapi kebijakan yang kita butuhkan tetap harus mempunyai kedalaman.

Apalagi jebakan besar yang dihadapi seperti kasus asuransi Jiwasraya membutuhkan penanganan tepat. Kejahatan yang direkayasa begitu canggih itu tidak mungkin diselesaikan dengan cara yang simple. Belum lagi dibutuhkan kecepatan untuk mengambil keputusan, sebab salah-salah kasus ini bisa seperti kasus Bank Century atau Bank Summa yang membawa kita ke dalam krisis besar. Selamat Tahun Baru 2020!

 



Berita Lainnya
  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita