Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Surga Kecil yang Tercabik

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
30/12/2019 05:30
Surga Kecil yang Tercabik
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ADAKAH harapan baru bagi Papua pada 2020 setelah lebih dari 100 nyawa melayang akibat rentetan kekerasan sepanjang tahun ini? Masihkah Presiden Joko Widodo menggunakan pendekatan kesejahteraan?

Pendekatan kesejahteraan melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2017 resmi berakhir pada 11 Desember 2019. Instruksi tentang percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat hanya berdurasi dua tahun.

Instruksi Presiden itu mengamanatkan percepatan pembangunan wilayah Papua yang difokuskan pada peningkatan akses dan kualitas pelayanan dasar serta pengembangan ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan.

Selain itu, Instruksi Presiden tersebut juga menekankan pembangunan infrastruktur konektivitas untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi unggulan rakyat dari hulu ke hilir dan peningkatan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan.

Harus jujur diakui ada kemajuan signifikan atas percepatan pembangunan itu. Pun, pemerintah tetap mengucurkan dana besar. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2019 tentang APBN 2020 mengalokasikan Dana Otonomi Khusus sebesar Rp8,4 triliun yang dibagi dua, yaitu Provinsi Papua Rp5,8 triliun dan Papua Barat Rp2,5 triliun.

Selain itu, juga ditambahkan dana tambahan infrastruktur Rp4,6 triliun yang dibagi dua, Papua Rp2,8 triliun dan Papua Barat Rp1,8 triliun.

Jokowi memberikan perhatian besar terhadap Papua. Hanya selang enam hari sesudah dilantik sebagai Presiden untuk periode kedua, ia mendatangi Papua pada 26 Oktober. Jokowi menyebut Papua adalah surga kecil yang jatuh ke bumi.

Surga kecil itu belum berhasil menghadirkan rasa aman dan nyaman. Sebanyak 50 orang unsur anggota Majelis Rakyat Papua menemui Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 28 November. Mereka meminta pengurangan jumlah aparat keamanan di Papua, juga mendesak dihentikannya pendekatan kekerasan selama ini.

Pendekatan kekerasan itulah yang diprotes Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge. Ia mengundurkan diri dari jabatannya sejak 24 Desember. Ia protes atas insiden penembakan yang menimpa seorang warga sipil bernama Hendrik Lokbere.

Sepanjang 2019, Papua seperti medan konflik bersenjata. Bermula dari penembakan 16 pekerja konstruksi oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada awal Desember 2018. Gabungan TNI-Polri melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok pimpinan Egianus Kogoya tersebut di sejumlah distrik di Kabupaten Nduga sampai sekarang.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan diperlukan pendekatan keamanan di Papua. Pendekatan keamanan tentu saja bukan menjadikan Papua sebagai daerah operasi militer.

Indonesia sudah menyusun indikator keamanan manusia dalam empat bidang, yaitu keamanan dari bencana, keamanan dari kekerasan fisik, perlindungan dan pemanfaatan atas kebinekaan, dan pemenuhan kesejahteraan.

Andai empat indikator keamanan manusia itu konsisten diterapkan di Papua, niscaya daerah itu dijauhkan dari konflik. Persoalan utama di Papua ialah membangun berdasarkan persepsi Jakarta. Padahal, pernyataan tentang hak-hak penduduk asli yang ditetapkan oleh PBB pada 8 Agustus 2006, memberikan ruang bagi penduduk asli guna menentukan kemajuan mereka secara bebas berdasarkan nilai-nilai dan sistem budaya mereka.

Ruang berekspresi bagi penduduk asli yang selama ini ditutup rapat dengan statistik untuk mengukur tingkat keberadaban masyarakat lokal di dalam pembangunan. Koteka diganti baju dan celana, ubi dan sagu diganti beras. Menghormati kearifan lokal sangatlah dibutuhkan untuk membangun Papua yang beradab.

Komitmen politik membangun Papua berdasarkan kearifan lokal sudah tertuang jelas dalam perundangan otonomi khusus Papua. Di sana ada penghormatan hak asasi manusia, nilai keagamaan, demokrasi, nilai hukum dan budaya di masyarakat adat. Komitmen itu belum menjadi tindakan nyata, masih apik di atas kertas.

Kita yakin, sangat yakin, Presiden Jokowi mampu merebut hati rakyat Papua sebab yang ada dalam benak dan hati Jokowi sesungguhnya hanya kemuliaan rakyat Papua, dan dia tidak membiarkan surga kecil itu tercabik-cabik.
Benarlah pernyataan Martin Luther King Jr bahwa apa yang dihancurkan oleh orang-orang yang hanya memikirkan diri sendiri dapat dibangun kembali oleh orang-orang yang memikirkan orang lain.

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)