Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Bicara Data

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
13/12/2019 05:10
Bicara Data
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ADA dua berita ekonomi yang pantas untuk menjadi perhatian kita. Pertama, angka pertumbuhan konsumsi listrik untuk industri yang selama 10 bulan pertama 2019 hanya naik 0,96%. Kedua, volume impor yang tumbuh negatif selama tiga kuartal berturut-turut.

Mengapa kita harus memberikan perhatian? Karena dua informasi itu menunjukkan adanya perlambatan kegiatan industri di dalam negeri. Penurunan pertumbuhan konsumsi listrik untuk industri dari 6,86% tahun lalu menjadi hanya 0,96% menggambarkan banyaknya industri yang menurunkan kegiatan dan bahkan jangan-jangan sudah banyak yang menghentikannya.

Kenyataan itu ditopang menurunnya angka impor, dan itu terutama terjadi pada impor bahan baku. Artinya, memang kegiatan industri sepanjang 2019 ini melesu. Konsekuensinya, angka ekspor pada awal tahun depan pasti akan turun.

Ini tentu tidak sejalan dengan apa yang diharapkan Presiden Joko Widodo. Padahal, berulang kali Presiden menekankan pentingnya meningkatkan ekspor. Pasar-pasar baru harus digarap karena kita menghendaki ekspor meningkat untuk menutupi besarnya defisit neraca transaksi berjalan.

Pertanyaannya, mengapa orang enggan melakukan investasi dan kegiatan bisnis di bidang industri? Jawabannya, pengusaha tidak mau mengambil risiko. Berbisnis di Indonesia bukanlah perkara gampang. Tak hanya sulit untuk bisa memulai, tetapi sulit juga untuk keluar.

Bahkan, sekarang ini pengusaha semakin direpotkan aksi lembaga swadaya masyarakat. Secara satire pengusaha sering menyebut Indonesia sebagai 'negara LSM'. Setiap kegiatan apa pun di Indonesia pasti dihadapkan pada gangguan LSM.

Kalau LSM berperan sebagai watchdogs yang memberikan kritik konstruktif, para pengusaha akan senang hati menerimanya. Akan tetapi, kalau LSM hanya sebagai 'kaki tangan' para donor dana, itu hanya membuat pusing kepala. Apa pun yang dilakukan pengusaha pasti tidak ada benarnya.

Lebih pusing lagi kalau LSM itu hanya organisasi para preman. Semua aksi yang dilakukan ujung-ujungnya duit. Kalau tidak direspons setiap hari, mereka berdemo di depan lokasi pabrik sehingga kegiatan usaha otomatis terganggu.

Apakah pemerintah peduli dengan kesulitan para pengusaha di lapangan? Sama sekali tidak. Bahkan, tidak jarang pemerintah justru membuat makin pusing pengusaha dengan berbagai kebijakan yang disebut seorang pengurus Kadin ibarat 'menembak kaki kita sendiri'.

Dalam kondisi seperti ini tidak salah apabila pengusaha lebih memilih menjadi pedagang daripada menjadi industriawan. Sebagai pedagang, mereka tidak pernah dipusingkan juga dengan urusan upah minimum. Hanya di Indonesia yang biaya pegawai selalu naik, sementara produktivitas dan penjualan belum tentu naik.

Sejak reformasi, pemerintah seperti tidak peduli terhadap pembangunan industri. Memang, pernyataan yang keluar selalu bicara soal industrialisasi. Industri pertambangan, misalnya, dipaksa untuk membuat smelter semuanya agar bisa memberikan nilai tambah.

Namun, sekali lagi kita tidak pernah melihat kenyataan di lapangan dan pembangunan industri yang dimaksud hanya digambarkan secara parsial. Akibatnya, hanya persoalan yang bertambah, tetapi nilai tambah yang dihasilkan tidak pernah optimal.

Terus menurunnya kontribusi industri terhadap pertumbuhan sebenarnya merupakan fakta yang nyata. Namun, kita tidak pernah berani melihat kenyataan itu dan benar-benar menyelesaikannya.

Kalau mau bersungguh-sungguh membangun industri dan mendorong ekspor, kita harus serius memikirkan jalan keluarnya. Pemerintah harus mau mendengarkan suara pengusaha untuk mengetahui apa hal yang harus sama-sama diselesaikan. Bahkan, pemerintah harus berani mengendalikan LSM yang tidak sesuai dengan tugasnya.

Kita menyambut baik langkah pemerintah menunjuk Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani sebagai ketua tim penyusunan omnibus law. Memang harus ada keberanian untuk menunjukkan keberpihakan kalau ingin membangun industri yang kuat. Semua itu butuh waktu dan kita harus peduli pada risiko yang dihadapi pengusaha.

 

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)