Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDIKBUD Nadiem Makarim mendapat sorotan tajam. Disorot karena gaya berpakaiannya ala anak milenial. Ia sendiri memang milenial. Menteri termuda, baru berusia 35 tahun.
Ada saat ia dipuji setinggi langit. Lain waktu malah ia dicerca habis-habisan. Dipuji dan dicerca karena pakaian yang ia kenakan. Warganet pun terbelah. Generasi milenial berpihak kepada Nadiem, kaum kolonial nyinyir abis.
Ternyata banyak di antara kita yang doyan menilai orang lain melulu dari penampilan luar. Padahal, penampilan luar itu bisa ibarat kuburan yang dipoles indah di luar, tapi di dalamnya hanya tersisa tulang belulang busuk.
Sejujurnya saya mengagumi Nadiem yang membawa budaya baru. Saat menjalani kunjungan kerja ke Jawa Timur, Nadiem tampak memakai pakaian yang lebih santai.
Diunggah akun Instagram, m.bahrunnajach, saat tiba di Bandara Juanda, Surabaya, Nadiem mengenakan setelan kemeja, jins, dan tas ransel. "Simpel, enggak kayak pejabat," kata pengunggah video itu.
Video itu segera mendapat respons positif dari warganet. Beberapa di antaranya memuji gaya dan sikap Nadiem. "Ia tetap santun dalam bersikap," kata seorang warganet.
Nadiem sepertinya sedang mendobrak tradisi buruk pejabat. Biasanya, para pejabat jalan lenggang kangkung, badan dibalut jas, ajudan membawa tas. Telepon genggam saja dipegang ajudan.
Pejabat atau mantan pejabat pemuja protokoler bisa saja risih melihat penampilan Nadiem. Salah satunya ialah mantan Ketua DPR Marzuki Alie. Lewat cuitannya di Twitter, ia menyoroti busana Nadiem yang menurutnya terlalu santai untuk sebuah acara resmi seperti pelantikan Rektor UI.
"Mas Menteri @NadiemMakarim sebagai pejabat VVIP pada acara resmi protokoler, pelantikan rektor UI, pakai baju santai, sepatu tanpa kaus, di saat yang lain pakaian lengkap. Perlu mencontoh pres @jokowi yang bisa menyesuaikan dress code-nya. Anda sekarang pejabat publik," tulis Marzuki.
Komentar pro dan kontra muncul. Generasi kolonial pada umumnya sependapat dengan Marzuki. Kalangan milenial membela Nadiem. “Karena selama ini kita terlalu dikekang dan menjalankan tradisi yang protokoler. Itulah yang membedakan Mas @Nadiem_Makarim dengan para perintis sebelumnya,” tulis akun @BerutuRm.
Marzuki menyahut, “Coba baca undangannya, tertera dress code. Lalu mentang2 anak buah, pelantikannya boleh seenaknya saja. Presiden saja menghargai pelantikan dia sbg menteri.”
Dress code yang tertera di undangan ialah menggunakan batik. Karena itulah pihak UI tidak mempersoalkan gaya pakaian Mas Menteri, begitu Nadiem disapa kaum milenial. Nadiem ketika itu memang mengenakan kemeja batik yang lengannya digulung, dipadu celana jins dan sepatu loafers berbahan suede.
Nadiem mewakili milenial, generasi yang penuh percaya diri dan selalu menginginkan otentisitas dan ekspresi diri. Tipikal baju kerja generasi ini ialah kemeja santai.
Sebuah situs lifestyle, dream.co.id, memuat hasil penelitian terkait gaya busana milenial. Hasil penelitian itu mengungkapkan 79% dari generasi milenial mereka yang lahir antara 1982-2000 berharap sekali-kali diberikan kebebasan mengenakan jins saat bekerja. Sementara hanya 60% dari generasi baby boomer mereka yang lahir setelah Perang Dunia II hingga 1964 mau memiliki pakaian tersebut.
Kiranya tak elok mempersoalkan pakaian milenial. Kata orang bijak, jangan melihat buku dari sampulnya, jangan menilai orang dari penampilannya. Sampul bagus belum tentu mencerminkan isi buku berkualitas. Sebaliknya, buku berkualitas sering dibalut sampul seadanya.
Begitu juga dengan penampilan orang, jangan salah menilai. Boleh-boleh saja baju diseterika licin sampai lalat tergelincir. Belum tentu orang yang sehari hari membalut badannya dengan jas dan dasi yang mengikat leher sampai mencekik lebih mulia daripada orang yang sahaja berpenampilan.
Bukankah koruptor yang diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi itu ialah mereka yang sering berpenampilan necis di depan kamera televisi? Karena itulah koruptor disebut juga sebagai tikus berdasi yang merampok uang negara. Mereka perampok perlente.
Mas Menteri Nadiem mendobrak tradisi pejabat yang berjas ria sekalipun berada di bawah panas terik matahari. Meski demikian, Nadiem juga perlu diingatkan bahwa sebagai pejabat negara, ia terikat dengan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2018 tentang tata cara berpakaian pada acara kenegaraan dan acara resmi. Sejauh ini ia belum perlu diberi kartu kuning.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved