Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

BUMNM

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
07/12/2019 05:10
BUMNM
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KALAU BUMN singkatan dari badan usaha milik negara, BUMNM kependekan dari badan usaha milik nenek moyang.

Terungkapnya penyelundupan motor gede melalui pesawat Garuda mengungkap Garuda Indonesia bukan badan usaha milik negara, melainkan serupa badan usaha milik nenek moyang mantan dirutnya. Padahal, nenek moyang I Gusti Ngurah Ashkara, sang mantan dirut, serupa nenek moyangku, orang pelaut, bukan penerbang.

Garuda bukan memenuhi dada lelaki yang biasa dipanggil Ari Ashkara itu, melainkan memenuhi kantongnya. Ari bukannya serius mengurus Garuda untuk memenuhi kepentingan rakyat dan bangsa, melainkan untuk memenuhi syahwat hedonisnya.

Bayangkan, Ari memanfaatkan pesawat Garuda untuk menyelundupkan motor gede alias mogenya. Ari melakukan itu tiada lain demi memenuhi hobi dan kesenangannya mengoleksi dan menunggang moge. Ia seperti menganggap pesawat Garuda itu milik nenek moyangnya sehingga seenaknya menggunakan untuk memfasilitasi kesenangannya.

Beredar viral video yang menggambarkan Ari yang turun dari pesawat di hanggar langsung mengemudikan moge bersama teman-temannya secara konvoi. Bila video itu benar, Ari menjadikan hanggar dan bandara serupa milik nenek moyangnya.

Ketika memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Ari berseragam serupa Soekarno menaiki mobil kuno berpelat nomor GA 1 dengan karyawan Garuda yang berpakaian pejuang mengelu-elukannya seraya mengibarkan bendera merah putih mini. Videonya juga beredar viral. Jika benar video itu, Ari menganggap Garuda milik nenek moyangnya dan karyawan harus mengelu-elukan cucu pemiliknya itu.

Awalnya, karyawan Garuda berinisial SAW mengaku sebagai pemilik motor gede selundupan itu. Ini juga bisa dikatakan Ari bertingkah seolah Garuda milik nenek moyangnya. Karyawan harus rela pasang badan melindungi ahli waris sang nenek moyang.

Sebaliknya, Ari menghemat atau mengurangi kesenangan yang dinikmati penumpang. Harga tiket Garuda membubung, tetapi kesenangan dan kenyamanan penumpang terkungkung. Kualitas dan kuantitas makanan di dalam pesawat maupun di lounge dikurangi sampai titik yang tidak sebanding dengan harga tiket dan citra Garuda sebagai airline bintang lima.

Penumpang tak bisa lagi meminta minuman bersoda favorit sejuta umat. Penumpang pun tak bisa lagi membaca koran di pesawat. Yang terakhir ini curahan hati penumpang sekaligus wartawan koran karena gara-gara penghematan yang dilakukan Ari, Garuda mengurangi langganan koran sehingga oplah berkurang.

Kru Garuda sering menjadi sasaran protes dan keluhan penumpang. Namun, kru mungkin tak berani meneruskannya ke manajemen. Lagi pula siapa berani kepada cucu atau cicit nenek moyang pemilik perusahaan?

Akan tetapi, negara membongkar penyelundupan moge yang dilakukan Ari. Negara kemudian memberhentikannya. Negara memaksa Ari 'mengembalikan' Garuda kepada negara. Negara menyadarkan Ari bahwa Garuda bukan milik nenek moyangnya.

Kasus Ari semestinya menjadikan pejabat BUMN lain yang mungkin bertingkah seperti Ari untuk bertobat kembali ke jalan yang benar bahwa perusahaan yang mereka urus milik negara, bukan milik nenek moyang mereka. Kata Presiden Jokowi, tidak boleh ada lagi petinggi BUMN menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan dan kesenangan pribadi.

BUMN mesti dikelola untuk kepentingan rakyat. BUMN tentu boleh mencari keuntungan sebesar-besarnya. Toh, bila untung, dividen yang diserahkan kepada negara akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)