Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
JALAN tengah ialah sebuah titik keseimbangan. Jalan yang tak berpendulum di titik ekstrem. Dalam batas-batas tertentu, ia kerap disebut pilihan bijak dan khas Indonesia.
Pancasila disebut juga ideologi ketiga, ideologi jalan tengah. Muhammadiyah mempromosikan Islam wasatiyah, Islam jalan tengah. Tentara Angkatan Darat juga menggagas konsep Jalan Tengah, yang oleh orde Baru dikembangkan menjadi Dwifungsi ABRI.
Pancasila di tengah antara yang kapitalis dan yang sosialis/komunis. Islam wasatiyah berada di tengah antara yang liberal dan konservatif. Dwifungsi ABRI dalam perkembangannya menjadi jalan tengah yang meminggirkan sipil.
Jenderal AH Nasution sebagai penggagas konsep Jalan Tengah TNI, juga merasa prihatin dengan Dwifungsi ABRI yang merusak tentara. Inilah jalan tengah yang pendulumnya tak lagi di tengah. Dwifungsi ABRI pun menjadi jalan tengah yang menjadi trauma. Tentara menahbiskan diri jadi warga kelas utama dan sipil jadi warga kelas dua.
“Tentara untuk menghadapi hal-hal yang luar biasa. Adapun sipil untuk menghadapi hal biasa.” Begitu penguasa orde Baru, Soeharto, pernah berpesan kepada para lulusan Akademi Militer pada 1980-an. Reformasi memaksa Dwifungsi ABRI dibubarkan dan tentara kembali ke barak.
Tak ada lagi serdadu menempati posisi-posisi sipil termasuk di parlemen. Tak ada lagi institusi tentara berbisnis. Profesionalitas itulah yang ditegakkan TNI.
Dwifungsi ABRI hari-hari ini tengah dibincangkan kembali. Adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang berkehendak perwira tinggi TNI aktif bisa mengisi jabatan eselon I dan II di sejumlah lembaga dan kementerian.
Pasalnya, banyak jenderal aktif yang zonder jabatan di militer, sedangkan di kalangan sipil dinilai kekurangan tenaga cakap.
Pertanyaannya, kenapa pengangkatan jenderal tak disesuaikan dengan kebutuhan jabatan di TNI?
Banyak pihak berkeberatan dengan rencana gelagat Dwifungsi ABRI.
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil bahkan sudah membuat petisi penolakan.
Mereka menyoroti masalah penataan militer yang sebaiknya didasarkan pada pertimbangan lingkungan strategis organisasi. Selain itu, koalisi mengingatkan fungsi dasar TNI dan reformasi TNI yang diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Namun, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menganggap penempatan tentara untuk jabatan sipil tak masalah. Kebijakan ini tengah digodok pemerintah untuk direalisasikan. Luhut bahkan minta yang berkeberatan mengemukakan alasannya.
Saya kira luka Dwifungsi ABRI belum sepenuhnya sembuh. Menempatkan pejabat tentara untuk jabatan sipil bisa jadi masih jauh dari praktik Dwifungsi ABRI di masa orde Baru. Namun, bukankah kebijakan ini yang jika dipaksakan akan menjadi persoalan?
Dalam politik hari-hari ini, cap orde Baru justru kerap dilekatkan kepada calon presiden Prabowo Subianto. Jika penempatan jabatan militer di ranah sipil terwujud, lalu siapa yang ingin menghidupkan orde Baru? Presiden Jokowi harus berani segera membatalkan rencana kebijakan yang justru bisa menjadi bumerang itu.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved