Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEPATAH mengajari kita menempa besi ketika masih panas membara. Itulah momentum paling tepat untuk membentuk besi seperti yang kita inginkan. Pesan moralnya, janganlah kita menunda-nunda pekerjaan.
Tidak lama setelah Lebaran, Presiden Joko Widodo mengundang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso untuk melakukan pertemuan koordinasi. Salah satu keputusan yang diambil ialah upaya mendorong ekspor untuk menahan tekanan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.
Keputusan Komite Pasar Terbuka Federal Reserve AS untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan dan mandeknya perundingan perdagangan AS dan Tiongkok membuat nilai tukar mata uang dunia kembali bergejolak. Tidak terkecuali rupiah yang ikut tertekan. Sebelum Rapat Dewan Gubernur BI kemarin mengambil keputusan, nilai tukar rupiah mengarah ke angka 14.500 per dolar AS.
Seperti langkah kebijakan ahead the curve yang dilakukan akhir Mei lalu, BI harus melakukan respons untuk mengendalikan pergerakan nilai tukar rupiah. Seperti berulang kali disampaikan Gubernur BI, bank sentral akan menstabilkan pergerakan nilai tukar rupiah karena dampaknya langsung terasa terhadap perekonomian.
Ketika nilai tukar berfluktuasi tinggi, pedagang kesulitan menetapkan harga. Biasanya muncul spekulasi untuk menetapkan secara sepihak dengan nilai tukar tertinggi. Akibatnya, masyarakat harus menanggung kenaikan harga karena banyak kebutuhan sehari-hari yang memang harus kita impor.
Namun, kebijakan moneter bukanlah obat manjur yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Penaikan kembali 7 days repo rate hanya obat sementara lebih untuk mengendalikan psike masyarakat. Persoalan yang lebih mendasar harus kita perbaiki ialah mengendalikan neraca transaksi berjalan.
Seperti hasil pertemuan koordinasi setelah Lebaran, kita harus mendorong kegiatan di sektor riil. Kita harus mendorong dunia usaha untuk lebih aktif melakukan kegiatan bisnis dan mendorong ekspor. Bahkan, yang tidak kalah penting ialah melakukan substitusi impor, khususnya kepada produk yang kita bisa hasilkan sendiri.
Pemerintah sudah mulai melakukan dengan menurunkan tarif pajak untuk usaha mikro, kecil, dan menengah. Tarif pajak yang sebelumnya ditetapkan 1% dari omzet, diturunkan menjadi 0,5%. Harapannya, dengan penurunan itu, masyarakat menjadi lebih bergairah berbisnis dan penerimaan negara pun meningkat karena kenaikan kegiatan bisnis akan mengompensasikan penurunan tarif.
Cara berpikir seperti itu seharusnya bisa diterapkan untuk jenis pajak yang lain. Misalnya, pajak pertambahan nilai (PPN) diturunkan dari 10% menjadi 7,5% atau 5%. Kebijakan ini tidak melanggar undang-undang karena penetapan PPN dalam undang-undang dikatakan maksimum 10%. Artinya, nilai di bawah 10% diperbolehkan.
Apakah penurunan PPN akan mengurangi penerimaan negara? Belum tentu. Bahkan, berdasarkan pengalaman di Rusia dan juga AS sekarang ini, penurunan tingkat pajak justru meningkatkan penerimaan negara. Sebabnya, dengan tarif pajak lebih rendah, justru kegiatan bisnis meningkat tajam dan itu akan mengompensasi penurunan tarif pajak.
Sekali lagi, yang kita perlukan dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global sekarang ini ialah mendorong sebanyak mungkin kegiatan ekonomi masyarakat. Kita harus membuat warga bangsa ini mempunyai kegiatan produktif sehingga terus terbangun akan adanya harapan.
Apabila masyarakat bergairah berinvestasi dan melakukan kegiatan bisnis, tugas pemerintah tinggal mengarahkan cara investasi dan kegiatan bisnis ditujukan untuk mengurangi impor di satu sisi serta menambah devisa negara melalui peningkatan ekspor di sisi yang lain.
Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat arah ekonomi ini menjadi lebih positif. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Anwar Nasution memberikan contoh soal banyaknya warga yang pergi haji dan umrah setiap tahun. Agar devisa tidak hanya keluar, pemerintah bisa mewajibkan semua perjalanan haji dan umrah menggunakan semua perlengkapan haji mulai kopiah hingga sandal buatan Indonesia. Bukan seperti sekarang. Mulai kopiah, sajadah, dan tasbih, semuanya buatan Tiongkok.
Satu lagi yang pemerintah bisa lakukan segera untuk mengendalikan neraca transaksi berjalan ialah penggunaan biofuel atau gas untuk transportasi. Daripada devisa habis untuk mengimpor 800 ribu barel minyak setiap hari, lebih baik sebagian dialihkan untuk menyerap biofuel dari dalam negeri. Bahkan, negara mendapatkan manfaat lain, yakni berputarnya bisnis minyak kelapa sawit dan biofuel di dalam negeri.
Perbaikan neraca transaksi berjalan memang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Namun, itu bisa dimulai dari yang segera bisa kita lakukan. Dalam jangka menengah dan panjang, baru kita mengarahkan pembangunan industri, pariwisata, dan jasa yang menjadi keunggulan kita.
Kita membutuhkan cara berpikir out of the box. Tidak mungkin kita menyelesaikan persoalan dengan cara-cara yang biasa. Bukan saatnya lagi kita business as usual. Kadang kita harus bergaya seperti Presiden AS Donald Trump yang penuh kejutan dalam memperbaiki perekonomian mereka.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved