Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Arsene Who?

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
03/5/2018 05:30
Arsene Who?
()

TULISAN ini terbit menjelang pertandingan tandang Arsenal melawan Atletico Madrid, Jumat dini hari nanti. Itu pertandingan menentukan di ujung sejarah perjalanan kepemimpinan Arsene Wenger, apakah ia mampu membawa 'Gudang Peluru' ke final Liga Eropa.

Ujung sejarah dramatis, menang atau kalah, karena Arsene Wenger-lah yang membuat sepak bola Inggris berketerampilan seniman (artistry). Predikat itu disematkan banyak pengamat, di antaranya Alex Clark, dalam kolomnya di koran The Guardian (21/4), setelah Arsene Wenger menyatakan mengundurkan diri di akhir musim ini.

Sepak bola indah yang diracik Arsene Wenger itulah pula kiranya yang membuat Gooners, sebutan penggemar Arsenal, secara global meningkat pesat. Pada 2005 jumlahnya 27 juta, pada 2011 mencapai 113 juta, peringkat ketiga di dunia.

Karena itu, sebagai salah seorang fan, trenyuh juga hati menyaksikan pertandingan melalui televisi, di kandang sendiri fan Arsenal berkali-kali membawa poster bertuliskan 'Arsene Out'.

Arsene Wenger akhirnya menyatakan mengundurkan diri. Terus terang, saya sendiri sulit melukiskan apakah itu kabar baik, atau kabar buruk. Kabar buruk memang terjadi, Minggu (29/4), yaitu Arsenal dikalahkan MU 1-2.

Kemenangan melawan rival berat itu di kandang Old Trafford mestinya dapat menjadi persembahan perpisahan yang manis dari pemain untuk pelatih. Namun, harapan tinggal harapan.

Perpisahan indah justru dipersembahkan tuan rumah. Sebelum pertandingan, manajer bersejarah cemerlang Alex Ferguson dan Jose Mourinho, Manajer MU sekarang, memberikan kenang-kenangan yang menunjukkan respek mereka.

Kenangan itu bertuliskan 'Presented to Arsene Wenger, by Sir Alex Ferguson CBE and Jose Mourinho on behalf of Manchester United Football Club in recognition of his service to and achievements at Arsenal Football Club 1996-2018'.

Selama 17 tahun Arsene Wenger meracik Arsenal menjadi lawan yang tangguh bagi MU yang ditukangi Ferguson. Yang juga perlu dicatat, gagasan memberi kenangan itu berasal dari Jose Mourinho, seteru Arsene Wenger yang pernah bilang, di luar lapangan dia ingin meremukkan muka Arsene Wenger.

Jose memang suka melepaskan pernyataan yang mengandung gertakan, tepatnya teror-teror kecil, sebelum bertanding melawan musuh yang berat dikalahkan. Akan tetapi, dalam perpisahan itu Jose bilang kepada media bahwa dia ingin kembali berhadapan dengan Arsene Wenger di lapangan hijau.

Sejauh ini publik tidak tahu ke lapangan hijau mana Arsene Wenger bakal melatih. Sebaliknya, fan Arsenal pun sejauh ini tidak tahu siapa yang bakal menggantikan Arsene Wenger untuk melatih Arsenal. Tidak kepalang tanggung ada 14 nama yang masuk daftar.

Untuk mempertahankan permainan indah dan merebut trofi, bukan perkara mudah bagi Stan Kroenke, pemilik Arsenal, menentukan pilihan. Terlebih setelah klub itu mengeluarkan 50 juta pound sterling untuk membeli Pierre-Emirick Aubameyang dan Alexandre Lacazette musim ini.

Alasan keuangan ini disebut-sebut yang membuat Arsenal urung mendatangkan Luis Enrique, mantan Manajer Barcelona, yang meminta gaji bersih setelah pajak sebesar 15 juta pound sterling per tahun dan dana untuk memperbarui skuat 200 juta pound sterling.

Kepergian Arsene Wenger membuat orang membuka kembali bagaimana sosoknya dulu, saat kedatangannya, 22 tahun lalu di London Selatan. Nama itu tidak bunyi di 'dunia persilatan' sepak bola Inggris. Tabloid menurunkan kepala berita 'Arsene Who?'.

Publik bertambah kaget karena pelatih misterius berkebangsaan Prancis, yang datang dari Jepang itu (ia setahun melatih Nagoya Grampus Eight), berkacamata sangat tebal.

Dia bukan sosok manajer sepak bola, melainkan seperti profesor yang hidupnya membaca buku-buku tebal. Satu perkara yang tidak dapat dilupakan ialah kemampuan Arsene Wenger mengembangkan pemain-pemain muda menjadi sangat andal dan dijual sangat mahal.

Pada pertandingan melawan MU (29/4) yang bersejarah itu, yang mempertaruhkan reputasinya, dia dengan berani menurunkan dua pemain belia Ainstey Matland-Niles dan Konstantinos Mavropanos.

Keduanya berumur 20 tahun. Hasilnya? Memesona! Legenda Arsenal Ian Wright memuji Mavropanos. Legenda lainnya, Thierry Henry, memuji Maitland-Niles. Bahkan, Wright menganjurkan agar Arsene Wenger memainkan Mavropanos melawan Atletico Madrid dalam pertandingan hidup-mati, Jumat dini hari ini.

Arsene Wenger bilang, tanpa menyebut nama, calon penggantinya menonton pertandingan melawan MU itu. Sebuah titipan luar biasa, di akhir masa tugasnya di Arsenal, ia mewariskan pemain-pemain muda yang cemerlang. Hemat saya, itulah jawaban paling sublimatif atas pertanyaan 'Arsene Who?'.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.