Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKAL Calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung akan menerapkan sistem tiga hari kerja. Jika, ia terpilih dalam Pilkada Jakarta 2024.
"Saya akan terapkan tiga hari kerja atau bahkan dua hari kerja," tutur Pramono, di Jakarta Barat, Jumat 4 Oktober 2024.
Mas Pram mengatakan, ia melihat kerisauan gen-z. Program ini juga disebut mendapatkan dukungan dari Gen Z dan para milenial.
Baca juga : Adu Kuat Slogan Paslon Pilkada Jakarta, Charta Politika: 'Jakarta Menyala' Lebih Melekat ke Warga
Menurutnya, tidak perlu setiap hari untuk masuk ke kantor. Karena baginya WFH saja sudah cukup.
Sebelumnya, Pramono pernah menyebut akan menerapkan sistem WFH. Hal ini diterapkan untuk mengurangi padatnya penggunaan kendaraan pribadi.
Langkah ini dilakukan Pramono untuk membebaskan Jakarta dari macet. Sehingga, penggunaan kendaraan pribadi mengurang. (M-4)
Gubernur DKI Pramono Anung melarang ASN Jakarta bekerja dari kafe saat WFH Jumat. Simak alasan pemilihan hari Jumat untuk WFH dan sanksi tegas bagi yang melanggar.
Ia tidak menampik bahwa penanganan sampah masih membutuhkan waktu. Di Kramat Jati, ia menambahkan 20 truk baru untuk membantu mengurangi sampah.
WFH ASN DKI diawasi ketat. Pramono larang kerja dari kafe dan penggunaan kendaraan pribadi. Pelanggar terancam sanksi tegas dari Pemprov.
Kebijakan ini bukan bertujuan untuk membatasi ruang ekspresi atau kreativitas warga Jakarta.
Salah satu poin krusial dalam aturan tersebut adalah larangan penggunaan kendaraan pribadi bagi ASN selama masa WFH berlangsung.
Namun demikian, Pramono menegaskan bahwa pembangunan zebra cross tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Studi terbaru mengungkap tren unik Gen Z yang melibatkan orangtua dalam proses rekrutmen. Pakar peringatkan risiko "red flag" bagi karier dan kesehatan mental.
Faktor seperti desain yang instagrammable, konektivitas smartphone yang mulus, efisiensi bahan bakar, hingga harga yang kompetitif menjadi penentu utama.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved