Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Pramono Anung Minta Zebra Cross Pac-Man di Tebet Dikembalikan Sesuai Standar

Mohamad Farhan Zhuhri
01/4/2026 10:26
Pramono Anung Minta Zebra Cross Pac-Man di Tebet Dikembalikan Sesuai Standar
Pengguna jalan melintasi zebra cross buatan warga di Jalan Soepomo, Pancoran, Jakarta, Minggu (29/3/2026) .(Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa marka penyeberangan jalan (zebra cross) dengan desain kreatif menyerupai karakter gim 'Pac-Man' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, akan dikembalikan ke bentuk semula. Langkah ini diambil untuk menjaga standarisasi keselamatan jalan raya.

Meski mengapresiasi inisiatif dan kreativitas warga dalam mempercantik ruang publik, Pramono menekankan bahwa pengaturan fasilitas jalan tetap wajib mengacu pada ketentuan resmi yang berlaku.

“Jadi zebra cross itu, sekali lagi saya memberikan apresiasi kreativitas yang dilakukan oleh siapa pun itu. Tetapi memang untuk zebra cross itu kan enggak boleh sembarangan, ada aturan main,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Rabu (1/4).

Standar Keselamatan Lalu Lintas
Pramono menjelaskan bahwa marka jalan merupakan bagian krusial dari sistem keselamatan lalu lintas yang memiliki standar teknis tersendiri. Menurutnya, desain yang tidak seragam berpotensi memicu kebingungan bagi pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor.

Guna menghindari risiko kecelakaan, Pramono mengaku telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan penertiban. Dinas Bina Marga DKI Jakarta diminta untuk mengembalikan marka yang telah dimodifikasi tersebut ke bentuk konvensional sesuai regulasi nasional.

“Dan untuk itu, saya kemarin sudah memerintahkan Dinas Bina Marga untuk zebra cross yang penuh kreativitas itu dikembalikan, diperbaiki, dan sekaligus saya minta jangan ini kemudian terulang kembali,” tegasnya.

Prioritas Ruang Publik
Mantan Sekretaris Kabinet itu menambahkan bahwa kebijakan ini bukan bertujuan untuk membatasi ruang ekspresi atau kreativitas warga Jakarta. Namun, ia menggarisbawahi bahwa aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan teknis harus menjadi prioritas utama, terutama menyangkut infrastruktur vital di ruang publik.

Hingga saat ini, Dinas Bina Marga dilaporkan tengah melakukan koordinasi untuk proses pengecatan ulang agar marka tersebut kembali berfungsi optimal sebagai penanda penyeberangan jalan yang standar. (Far/P-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya