Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Pramono Minta Maaf atas Zebra Cross Tebet yang Mangkrak

 Gana Buana
31/3/2026 15:38
Pramono Minta Maaf atas Zebra Cross Tebet yang Mangkrak
Pramono Anung minta maaf atas lambatnya perbaikan zebra cross Tebet setelah kritik publik menguat.(Antara)

GUBERNUR Jakarta Pramono Anung Wibowo akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah Pemerintah Provinsi DKI dikritik karena lambat menangani perbaikan zebra cross di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Sorotan publik menguat setelah warga lebih dulu turun tangan menggambar ulang penyeberangan yang dinilai tak kunjung dipulihkan.

“Kami minta maaf untuk itu,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (31/3).

Permintaan maaf itu muncul di tengah kritik bahwa fasilitas dasar bagi pejalan kaki semestinya tidak perlu menunggu tekanan warga untuk kembali diperhatikan. Di sisi lain, Pramono mengakui inisiatif masyarakat patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

Namun, ia menegaskan bahwa pembuatan zebra cross tidak bisa dilakukan sembarangan. Menurutnya, marka penyeberangan memiliki aturan teknis yang harus dipatuhi, termasuk standar yang berlaku secara umum.

“Untuk zebra cross kreativitas warga, saya mengucapkan terima kasih. Hanya memang zebra cross itu juga ada aturan mainnya. Sehingga yang sekarang terjadi di lapangan, kami sempurnakan lagi, kami kembalikan kepada aturan yang memang sudah diatur,” ujar Pramono.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga menyampaikan apresiasi atas aksi warga yang mengecat jalan yang difungsikan sebagai zebra cross di Jalan Soepomo, Tebet. Meski begitu, dinas menekankan bahwa setiap marka jalan, termasuk zebra cross, wajib mengacu pada ketentuan perundang-undangan dan standar teknis yang berlaku.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan aturan itu penting demi menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara, sekaligus mencegah gangguan visual yang berpotensi memecah konsentrasi saat berkendara.

Ia menjelaskan, hilangnya zebra cross di lokasi tersebut bermula dari pekerjaan pemeliharaan berkala jalan dan pembangunan serta peningkatan trotoar pada akhir 2025. Proyek itu membuat marka lama tertutup lapisan aspal baru.

Menurut Siti, pemasangan ulang marka tidak bisa dilakukan seketika setelah pengaspalan. Material marka berbahan thermoplastic memerlukan kondisi permukaan jalan yang sudah cukup kering agar dapat melekat sempurna dan memiliki daya tahan optimal.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Bina Marga DKI telah menetapkan titik tersebut sebagai prioritas dalam rencana pemeliharaan marka jalan 2026. Pemerintah provinsi juga memastikan pembangunan kembali fasilitas zebra cross di lokasi itu akan dilakukan dalam waktu dekat. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya