Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Subsidi Transportasi Umum Dipangkas di Tengah Antusiasme Warga Jakarta

Mohamad Farhan Zhuhri
21/1/2026 16:19
Subsidi Transportasi Umum Dipangkas di Tengah Antusiasme Warga Jakarta
MRT Jakarta.(MI/Susanto)

BADAN Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa layanan transportasi massal mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025. Kepala BP BUMD DKI Jakarta Syaefulloh Hidayat mengatakan jumlah penumpang layanan Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta, sepanjang 2025 mencapai 461 juta orang. Jumlah itu dinilai mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlah ini meningkat signifikan sebesar 16,65% jika dibandingkan dengan penumpang di tahun 2024 sebesar atau sebanyak 402 juta penumpang," kata dia saat konferensi pers Realisasi APBD Jakarta 2025 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1).

Ia menambahkan, ada enam rute baru Transjakarta dengan penambahan 327 unit bus pada 2025. Selain itu, Pemprov Jakarta juga memberika layanan gratis untuk 15 golongan. "Jumlah yang dilayani secara gratis untuk 15 golongan tersebut pada tahun 2025 itu mencapai 25.581.000 penumpang," kata dia.

Namun, berbagai capaian itu belum diiringi dengan besaran subsidi untuk sektor transportasi pada 2026. Alih-alih ditambah, besaran subsidi yang dialokasikan dalam APBD Jakarta 2026 justru mengalami penurunan.

Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jakarta Nomor 44 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026, anggaran subsidi untuk Transjakarta ditetapkan Rp3,75 triliun. Padahal, pada tahun lalu besaran subsidi untuk Transjakarta adalah Rp 4,1 triliun.

Kepal Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Atika Nur Rahmania, menyatakan berkurangnya subsidi untuk transportasi salah satunya adalah karena adanya pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Namun, ia menyatakan, pihaknya akan menambah kekurangannya dalam pembahasan APBD-P. "Kemudian yang kedua memang karena terjadi faktor pengurangan tersebut, maka ada strategi dalam pengalokasian yang tentunya nanti akan dipenuhi pada saat perubahan APBD 2026," kata dia. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya