Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah sudah mulai menerima logistik tahap pertama. Hal yang sama juga terjadi di KPU Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Ada tiga jenis logistik yang diterima KPU Kabupaten Brebes, yakni tinta, kabel ties, dan bilik suara, yang akan digunakan untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Brebes.
Komisioner KPU Brebes Divisi Hukum dan Pengawasan, Muchamad Muarofah, menyatakan bahwa KPU Brebes telah menerima tiga jenis logistik Pemilu 2024 yang dibutuhkan, dan ketiga logistik tersebut telah terpenuhi.
“Logistisk yang kami terima meliputi tinta, kabel ties, dan bilik suara, yang akan digunakan untuk Pilgub Jateng dan Pilbup Brebes,” ujar Muarofah, Jumat (4/10).
Baca juga : KPU Brebes Tetapkan DPT, Jumlahnya 1.511.717
Muarofah menyebut logistik Pilkada 2024 disimpan di dua tempat yang dinilai aman, yaitu di Gudang Bawang di depan Perpustakaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes dan Gedung Korpri setempat.
“Untuk logistik lainnya, seperti surat suara dan lainnya, KPU Brebes masih menunggu kiriman selanjutnya,” ucap Muarofah.
Muarofah menerangkan berdasarkan hasil rapat pleno KPU Kabupaten Brebes, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada Brebes dan Pilgub Jateng 2024 sebanyak 1.519.562 jiwa dengan total jumlah TPS sebanyak 2.979 dari 297 kelurahan/Desa di Kabupaten Brebes.
"Jumlah DPT untuk pilkada 2024 di Kabupaten Brebes sebanyak 1.519.562 jiwa sedangkan pada pilpres dan pileg terdapat 1.511.717 jiwa. Ada kenaikan sekitar 7.845 jiwa pada tahun yang sama," terangnya.
Menurutnya, ketiga logistik yang diterima telah memenuhi kebutuhan untuk penyelenggaraan Pilkada 2024. “Rinciannya, tinta 5.958 botol, kabel ties 35.748 pieces, dan bilik suara sebanyak 11.916 lembar,” pungkas Muarofah. (JI/J-3)
Pemkab Brebes bergerak cepat menangani banjir bandang di Bumiayu dengan mengerahkan dua alat berat untuk sodetan sungai akibat cuaca ekstrem.
BANJIR bandang kembali menerjang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sungai Keruh meluap dan mengakibatkan sedikitnya 11 rumah warga hilang terbawa banjir bandang.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Sebuah truk kontainer pengangkut peti kemas, terguling di Jalan Pantura Utama ruas Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/01/26).
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Harga bawang merah di Brebes yang sebelumnya Rp25 ribu/kg, turun menjadi Rp20 ribu/kg. Sedangkan harga cabai yang semula Rp15 ribu turun menjadi Rp10 ribu.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Pati Sudewo selama 40 hari terkait kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
Data Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan timbulan sampah mencapai 670,38 ton per hari. Namun, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 5,3 persen.
BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 2,5 meter disertai hujan badai dan angin kencang di perairan Jawa Tengah, Minggu (1/2).
Citiasia Inc. meresmikan Citiasia Nexus Hub Central Java di Kota Semarang sebagai bagian dari strategi memperkuat orkestrasi pengembangan smart city di Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved