Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI dari Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Edbert Gani mengingatkan bahwa skenario pengusungan calon tunggal yang melawan kotak kosong di pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak hanya merugikan masyarakat dan masa depan demokrasi, tetapi juga partai politik.
"Memajukan calon itu tidak serta merta hanya memenangkan kontestasi jangka pendek, tetapi itu investasi jangka panjang. Ketika parpol berkonsolidasi hanya mengusung satu calon, berarti mereka merasa kompromi itu bisa menyenangkan semua pihak," ujarnya, Jumat (9/8)
Gani menambahkan bahwa partai politik yang paling dirugikan adalah partai-partai menengah dan kecil. Partai-partai ini bisa kehilangan arah atau mengikis ideologi yang mereka bentuk jika terus mengikuti ajakan koalisi dari partai-partai besar.
Baca juga : Calon Tunggal Bunuh Demokrasi
"Mereka akan kehilangan daya tarik politik karena kehilangan sosok di kontestasi. Terutama dalam pilkada tingkat provinsi, yang sebenarnya merupakan langkah awal untuk pencalonan tokoh nasional," kata Gani.
Sebaliknya, skenario melawan kotak kosong dalam koalisi menguntungkan partai besar. Partai-partai besar ini akan tetap relevan dan menjadi jangkar dalam setiap dinamika politik.
"Jika partai-partai menengah memiliki kesempatan untuk berkonsolidasi dan mencalonkan kandidat mereka sendiri namun memilih untuk terbawa arus oleh partai-partai besar, maka partai tersebut justru merugikan diri mereka sendiri."
Gani pun mengajak partai politik untuk berpikir panjang mengenai keberlanjutan kekuatan mereka. "Kekuatan partai akan lambat laun menurun jika mereka tidak tampil dalam kontestasi politik dengan warna partai mereka sendiri. Konsolidasi kekuatan akan terjadi di partai-partai besar, seperti Golkar, misalnya," pungkasnya. (P-5)
Ia mengatakan DPP PDIP berharap kekalahan dua pasangan calon kepala daerah dari kotak kosong pada Pilkada 2024 lalu tidak terulang kembali di pilkada ulang nanti.
DUA daerah di Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ulang pada 27 Agustus 2025 mendatang.
TINGKAT partisipasi pemilih dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang berlangsung pada Sabtu (19/4) hanya 56%.
Masyarakat Peduli Banjarbaru (MPB) mendeklarasikan melawan kotak kosong dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang akan digelar Sabtu (19/4).
TULISAN ini merupakan hasil riset Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
EFISIENSI anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat mengancam penyelenggaraan Pilkada ulang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
Dia memastikan Adies tidak lagi terikat dengan Golkar, bahkan sebelum ia dipilih menjadi Hakim MK. "Sebelum ditetapkan. Ya beberapa hari lalu lah, suratnya nanti saya cek.
Kamaruddin menilai, rekam jejak Jokowi yang tidak pernah kalah dalam lima kali pertarungan elektoral demokrasi Indonesia menjadi daya tarik utama bagi para tokoh.
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024-2025, Immanuel Ebenezer Gerungan, mengeklaim memiliki petunjuk mengenai keterlibatan sebuah partai politik.
Struktur kekuatan partai politik di Indonesia saat ini belum merata di seluruh wilayah.
partai politik yang terbukti melanggar prinsip-prinsip konstitusional, pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung, berpotensi dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved