Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS operasi amandel yang berujung menjadi Mati Batang Otak (MBO) dan akhirnya menyebabkan kematian seorang anak mendadak seakan-akan menyadarkan semua orang bahwa setiap tindakan, termasuk operasi dan pembiusan, memiliki manfaat dan risiko masing-masing.
Kejadian ini langsung menjadi santapan media sosial seakan-akan langsung memisahkan dokter dan RS menjadi pihak yang 100% salah tanpa mempertimbangkan kemungkinan adanya faktor-faktor medis lain yang bisa menyebabkan hal itu terjadi.
Tanpa bermaksud menghakimi, berdasarkan informasi dari berbagai berita maka setidaknya ada beberapa hal yang sebaiknya menjadi perhatian bersama, mulai dari tenaga medis, RS maupun pasien dan keluarganya, supaya menghilangkan “semua dusta di antara kita” sehingga semua pihak dapat menjadi lebih baik.
Pertama, komunikasi. Umumnya hampir semua kasus perselisihan antara dokter dengan pasien disebabkan komunikasi yang kurang, baik dalam memberikan informed consent ataupun penjelasan perjalanan penyakit pasien. Bila saya perhatikan, banyak di antara pasien-pasien yang memilih berobat keluar negeri beralasan bahwa dokter di sana sangat memperhatikan pasien, selalu menyapa pasien, selalu menyediakan waktunya untuk menjelaskan perkembangan penyakit kepada pasien.
Saya sebagai Konsultan ICU di salah satu RS di Bandung juga membiasakan diri saya berdialog dengan keluarga pasien hampir setiap hari, terlebih lagi pasien ICU merupakan pasien khusus dan membutuhkan pemantauan 24/7. Apapun perkembangan pasien membaik atau sebaliknya diinfokan kepada keluarga pasien sehingga keluarga pasien dapat memahami bagaimana kondisi pasien yang dirawat di ICU.
Demikian pula dengan pasien-pasien yang akan menjalani operasi, sebaiknya jadwal operasi ditetapkan dan ditepati, bila ada perubahan jadwal diinfokan, serta keluarga pasien diberikan penjelasan secara berulang, sehingga menghilangkan kesenjangan komunikasi yang mungkin terjadi, baik pada saat H-1 sebelum operasi, sebelum operasi, sesaat operasi & setelah operasi. Kenapa harus berulang? Karena kondisi pasien dan keluarga dalam posisi khawatir, tentunya membutuhkan penjelasan berulang untuk mengurangi kecemasan mereka.
Kedua, kesiapan sarana dan prasarana. Kita tidak bisa langsung memberikan vonis bahwa kalau pasien masuk ruang operasi dalam kondisi sehat pasti keluar juga dalam kondisi serupa. Hal yang bisa diberikan oleh operator (dokter yang melakukan tindakan bedah) dan dokter anestesi adalah memberikan penjelasan kemungkinan untuk sembuh jauh lebih besar dibandingkan sebaliknya. Dalam hal ini operasi amandel merupakan operasi yang tampaknya sederhana dan secara umum tidak berisiko tinggi. Padahal semua operasi dengan pembiusan umum apalagi yang menyangkut daerah leher pasti berhubungan dengan jalan napas, daerah penting yang menjadi tanggung jawab setiap dokter anestesi yang melakukan pembiusan saat itu. Tugas dokter anestesi selain mempertahankan fungsi vital pasien saat operasi juga mempertahankan jalan napas. Karena dalam 3 menit otak tidak mendapatkan oksigen yang memadai maka proses kematian sel otak akan terjadi. Tindakan pertolongan pertama harus segera dilakukan, baik intubasi dan perawatan ICU, bila terjadi kegawatdaruratan seperti kasus di atas.
Ketiga, bedakan antara malpraktik atau kejadian yang tidak diharapkan, dalam hal ini efek samping yang jarang tapi bisa terjadi. Sebagai contoh kasus emboli yang merupakan momok utama bagi dokter anestesi, jarang terjadi tapi cukup fatal. Misalnya emboli air ketuban yang bisa terjadi saat wanita melahirkan dan dapat menyebabkan kematian. Apakah itu kesalahan dokter? Tentu saja tidak. Apakah kesalahan pasien? Tidak juga. Tidak ada yang tahu hal itu akan terjadi. Tidak ada satu orang dokter juga yang menginginkan hal itu terjadi.
Lalu bagaimana dengan MBO? Diagnosis MBO tidak serta merta bisa disebutkan seperti memesan makanan. Dari banyak penyakit atau kondisi patologis, MBO merupakan kondisi yang hanya bisa ditegakkan oleh Tim Dokter beranggotakan 4 orang termasuk Dokter Spesialis Saraf dan Dokter Penanggung Jawab (DPJP) pasien, serta 8 tes yang harus dilakukan untuk memastikan MBO. Baru setelah semua rangkaian proses tersebut dilalui, diagnosis MBO dapat ditegakkan.
Jadi dari kasus ini kita dapat belajar bahwa komunikasi memegang peran utama dalam hubungan dokter dan pasien. Komunikasi yang baik akan meningkatkan rasa percaya pasien kepada dokternya. Bahkan sampai ada yang menyatakan kalau pasien sudah percaya dengan dokter maka sekitar 50% penyakitnya sudah sembuh. Komunikasi yang intensif dan tersampaikan dengan baik akan mencegah terjadinya kesenjangan komunikasi yang mungkin terjadi pada kasus amandel dan kasus-kasus lain yang serupa.
Akhir kata, semoga kasus amandel ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa komunikasi yang baik dan transparan, sarana dan prasarana yang memadai serta tindakan yang sesuai jadwal kesiapan fasilitas Kesehatan menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diharapkan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Penelitian University of Leeds terhadap 1.832 pasien menunjukkan bahwa kenyamanan selama perawatan memiliki korelasi positif terhadap proses pemulihan pasien.
Dia menambahkan bahwa sejauh ini hasil dari CKG didominasi oleh penyakit hipertensi, baik untuk usia anak-anak sampai lansia.
Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali dirawat di ICU Rumah Sakit DF Star di Brasilia, setelah kondisi kesehatannya memburuk pasca-operasi.
ESS merupakan penyakit yang menyerang otak bagian sella turcica atau ruang dasar otak tempat kelenjar pituitari yang sebenarnya berfungsi untuk menghasilkan hormon pada kesehatan.
Hampir 70% pasien di unit perawatan intensif rumah sakit Al-Shifa di Jalur Gaza meninggal karena kehabisan oksigen medis.
SETIDAKNYA ada tujuh bayi prematur dan 27 pasien telah meninggal dalam beberapa hari terakhir di rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza, yang terbesar di wilayah Palestina.
KORBAN KDRT Nila Islamia telah melewati masa kritis tetapi masih menjalani perawatan pada ruang khusus pasien kritis ICU RSCM, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved